• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Selasa, Maret 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Era Digital Paksa Pemasaran Barang via Daring, agar Pemilik Merek Banjir Order

Admin by Admin
November 28, 2025
0
0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, Gemabisnis.com – Kemunculan Algoritma sebagai penuntun kita dalam menentukan pilihan produk, saat melakukan pembelian di niaga elektronik (e-commerce), menjadikan kita seperti berada di dalam bubble filter (gelembung filter), sehingga topik pilihannya menjadi lebih terbatas. Produk yang kerap muncul di linimasa kita sebagai konsumen, menandakan produk tersebut sudah beralih mengadaptasi sistem pemasaran secara daring, bukan lagi penjualan langsung yang dianggap sebagai bagian penjualan secara tradisional.

Di era digital saat ini, pembentukan prilaku konsumen ditentukan oleh Algoritma di media sosial, sebagai sistem rekomendasi yang digunakan oleh platform media sosial, untuk menentukan konten apa yang akan sering muncul di linimasa kita. Menurut pengamat bisnis dan merek Yuswohady, pembentukan prilaku konsumen tersebut perlu dicermati oleh para pemilik merek (jenama) guna menggaet ceruk segementasi pasarnya.

“Perubahan prilaku konsumen yang dibentuk oleh konsumsi medianya, menuntut para produsen dan pemegang merek untuk selalu beradaptasi, menyesuaikan konsumen dengan usia mereka dan segmentasi klasifikasi media sosialnya. Demikian juga relevansi – keterkaitan pilihan media sosial sesuai usia generasi, menentukan kesuksesan dan daya tahan satu produk pada satu masa.

BacaJuga

Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah, RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Bentuk adaptasi teknologi ini tidak saja supaya jenama tersebut semakin dipercaya oleh konsumen, namun juga diharapkan engagement-nya akan naik, sehingga pada akhirnya juga berdampak langsung pada peningkatan penjualan produk,” papar Yuswohady yang juga Managing Partner Inventure, saat dihubungi Gemabisnis.com, pekan ini.

Salah satu brand lokal bidang perawatan dan kecantikan yang langsung beradaptasi dengan teknologi ketika masuk ke pasar melalui sistem penjualan daring adalah Sheriz, brand lokal berasal Jawa Timur milik Shelma Ayu Desearsa, mahasiswi psikologi semester tiga yang termotivasi menjadi wirausaha dan menyalurkan kecintaannya pada produk perawatan tubuh dan kecantikan.

“Sheriz lahir dari misi pribadi saya untuk mendorong perempuan Indonesia mencintai diri mereka apa adanya. Standard kecantikan di industri ini kadang terlalu halu, sehingga membuat banyak perempuan tidak bisa mengikuti dan mereka jadi tidak percaya diri.

Kehadiran Sheriz di dunia produk kecantikan dan perawatan tubuh sejak tahun 2001, ingin menjadikan perempuan Indonesia merasa lebih cantik dengan tetap menjadi dirinya sendiri,” ungkap Shelma yang mengaku pernah di-bully karena dulunya ia berkulit gelap.

Sebelum menjual produknya, Shelma melakukan riset produk kecantikan secara mendalam dari berbagai literatur online di rumah. Lantas setelah yakin dengan usahanya, ia meluncurkan produk body care (perawatan tubuh) pertamanya pada 1 Januari 2021 dan mendapat sambutan pasar yang luar biasa. Ia berhasil meraih omzet Rp200 juta dalam dua bulan pertama penjualan produknya.

Untuk mewujudkan misi menjadikan wanita Indonesia tampil lebih cantik dengan tetap menjadi pribadinya sendiri, Shelma tidak hanya menjual produknya semata, namun juga memberikan advokasi nilai-nilai kecantikan yang sesungguhnya.

Dirinya juga secara aktif membuka kesempatan bagi perempuan yang ingin berdaya secara ekonomi, dengan membentuk komunitas afiliator, yang dibangun melalui brand Sheriz. Semua usahanya bermuara pada upaya pemberdayaan perempuan Indonesia.

“Saya percaya semua perempuan tetap harus berdaya. Menjadi afiliator menjadi salah satu cara agar mereka tidak hanya bisa mendapatkan penghasilan, namun juga dapat menyebarkan nilai dan semangat positif ke orang lain. Itulah yang mendorong saya terus mengembangkan komunitas afiliator Sheriz, khususnya bagi para perempuan,” tambah Shelma.

Platform e-commerce Bagian dari Adaptasi Teknologi
Dalam memasarkan produknya, Shelma menggunakan platform e-commerce, yang sejak pandemi menjadi kanal pemasaran favorit brand dan penjualaan produk di Indonesia.

Ia juga gigih mempromosikan produknya lewat media sosial, hingga kini menjadi salah satu merek body care yang cukup digemari. Tak lantas berpuas diri, Shelma terus melebarkan sayap pemasarannya dan memilih Lazada sebagai salah satu saluran utama mengembangkan brand dan bisnisnya.

“Kami merasakan keberpihakan Lazada pada kami, para pelaku bisnis di Indonesia. Sejak bergabung, kami tidak hanya memperoleh pendampingan langsung, namun juga berbagai insentif seperti pembebasan beberapa biaya, yang membantu di saat kami beradaptasi di platform baru,” tambah Shelma.

Lazada Tawarkan Kemudahan bagi Penjual Baru di Platform
Platform e-commerce menawarkan banyak kemudahan bagi brand dan penjual yang ingin memperluas basis pelanggan dan menumbuhkan usahanya, tak terkecuali di Lazada. Sebagai brand yang baru bergabung di kanal LazMall di Lazada, Sheriz telah merasakan kemudahan yang ditawarkan Lazada.

Lazada berkomitmen mendorong ekosistem ekonomi digital yang inklusif. Sebagai salah satu pemain penting di industri e-commerce Indonesia, perusahaan ini terus berinovasi mendorong ekosistem ekonomi digital Indonesia.
Bagi para penjual baru Lazada memberikan penawaran khusus, berupa pembebasan penjual dari sejumlah biaya, termasuk biaya komisi selama 90 hari, biaya ongkir selama 30 hari, dan juga biaya partisipasi kampanye belanja untuk selamanya.

“Kami memahami biaya platform menjadi salah satu tantangan penjual untuk serius berbisnis di platform e-commerce. Karena itu kami memberikan penawaran khusus dengan sejumlah insentif untuk mendorong para penjual segera memulai, beradaptasi, dan meraih penjualan lebih cepat,” kata Head of Business Growth and Operations, Lazada Indonesia, Amelia Tediarjo.

Lazada juga melengkapi platformnya dengan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence – AI) kelas dunia untuk membantu penjual mengelola bisnis secara lebih efisien dan strategis. Salah satu fitur andalannya adalah Lazada Business Advisor yang memberikan analisis performa toko dan rekomendasi strategi berbasis data Fitur berbasis AI lainnya, Lazada Sponsored Solutions, yang menyediakan alat promosi dan periklanan yang memungkinkan penjual menjangkau pelanggan sesuai target pasar.

Ada pula fitur AI Smart Listings yang membantu mempercepat proses unggah produk dengan kualitas konten yang lebih baik sehingga bisa meningkatkan konversi penjualan.

“AI telah dan akan terus menjadi elemen kunci dalam ekosistem e-commerce. Karena itu, kami menghadirkan teknologi dan fitur canggih berbasis AI yang bisa diakses setiap penjual di platform kami untuk meningkatkan efisiensi dan keunggulan kompetitif, seiring dengan tujuan jangka panjang kami dalam membangun ekosistem ekonomi digital yang menyeluruh,” tambah Amelia.

Dukungan Pemerintah bagi Industri Kosmetik Lokal
Secara terpisah dalam upaya meningkatkan kepercayaan terhadap penggunaan produk lokal yang berdaya saing tinggi, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sambutannya pada acara Cosmetic Day 2025 di Jakarta, beberapa waktu yang lalu menegaskan, sektor kosmetik nasional memiliki potensi besar untuk terus bertumbuh, karena mampu memadukan inovasi, kreativitas, serta kearifan lokal Indonesia.

“Industri kosmetik nasional memiliki kekuatan unik karena mampu mengangkat tradisi kecantikan nusantara dan bahan alami Indonesia menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen dalam dan luar negeri. Inilah potensi yang harus terus kita dorong agar produk kosmetik Indonesia semakin dikenal dan dipercaya di pasar global,” ujar Menperin Agus.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan daya saing produk kosmetik nasional melalui penerapan kebijakan wajib sertifikasi halal pada tahun 2026, sebagaimana diatur dalam UU No. 33 Tahun 2014 dan PP No. 39 Tahun 2021. Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia di pasar kosmetik halal global yang kini berkembang pesat, sejalan dengan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap aspek keamanan dan keberlanjutan produk. (NM)

Tags: AI Smart ListingsAlgoritmae-commerceindustri kosmetikLazadaperawatan tubuhSheriz
Previous Post

Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Next Post

Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

Admin

Admin

Related Posts

Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah,  RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA
Ekbis

Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah, RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

by Admin
Maret 3, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso bersama Menteri Investasi, Industri, dan Perdagangan Uzbekistan Laziz Kudratov meluncurkan perundingan perjanjian...

Read more
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Maret 1, 2026
Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Februari 19, 2026
Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Januari 29, 2026

Tahun Ini Penyelenggaraan Krista Interfood 2026 Bertempat di NICE, PIK 2

Januari 25, 2026
Next Post
Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

BERITA TERBARU

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Mentan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke 3 Negara Senilai Rp18,2 Miliar

Mentan Lepas Ekspor 545 Ton Produk Unggas ke 3 Negara Senilai Rp18,2 Miliar

Maret 3, 2026
Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah,  RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah, RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

Maret 3, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com