• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, September 23, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Industrialisasi For Policy Dialogue

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Februari 5, 2024
0
Policy Hidup Di Rumah Tangga Politik
0
SHARES
54
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, untuk menggali berbagai perspektif pemikiran dari para pemangku kebijakan ( publik maupun privat) dalam kerangka alternatif pendekatan pembangunan industri menjadi keniscayaan jika ada initiative for policy dialogue. Tujuannya guna memastikan bahwa dari berbagai alternatif yang didialogkan terpilih satu alternatif sebagai pendekatan pembangunan industri untuk membentuk kebijakan di bidang industri yang sangat vital bagi penopang struktur perekonomian nasional.

KEDUA, ada beberapa isu strategis yang dapat menjadi acuan dalam kerangka membentuk kebijakan industri, antara lain : 1) arah politik industri yang berarti menjadi semacam idiologi industrialisasi yang menjadi referensi utama. 2) strategi dan kebijakan itu sendiri berfungsi untuk menjembatani  strategi korporasi lokal maupun global dengan strategi pemerintah guna mewujudkan kemakmuran bangsa. 3) lebih spesifik bahwa policy dapat berfungsi sebagai instrumen untuk memelihara pertumbuhan perusahaan industri, baik skala besar, menengah, maupun kecil agar mereka mampu menciptakan sumber sumber keuntungan baru dari sekitar kompetensi inti bisnisnya.

4) melakukan pendekatan strategis melalui strategi – strategi kerjasama, yang memungkinkan perusahaan industri mampu memfokuskan diri pada kegiatan – kegiatan rantai nilai yang memberinya peluang untuk menghimpun semua keuntungan dari berspesialisasi.  5) industri harus bisa tumbuh di sepanjang daur hidup teknologi, dan dengan biaya transaksi yang rendah.

BacaJuga

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

KETIGA, minimal hal-hal semacam itu dapat menjadi tema tema dalam mencari alternatif strategi dan kebijakan industri yang bisa dibahas dalam policy dialogue . Kita tahu bahwa portofolio industri terdiri dari kelompok – kelompok industri dari sekian banyak sektor industri. Persaingan global yang ketat memaksa  pemerintah untuk selalu  meninjau kembali dan mengubah portofolio industrinya dari waktu ke waktu.

Ada dua fokus yang selalu menjadi perhatian. Di satu masa, pemerintah selalu punya niat mengembangkan industri industri baru yang menarik, yang menjanjikan nilai tambah yang lebih tinggi, dan produktifitas yang makin tinggi. Pada saat yang sama, pemerintah juga berupaya merevitalisasi industri industri kuat yang sudah ada, dan memilki daya saing, dan juga melakukan restrukturisasi terhadap industri – industri yang makin terancam eksistensinya akibat daya saingnya rentan terhadap persaingan.

Satu catatan penting dapat disampaikan bahwa di era industri 4.0 diprediksi akan terjadi advanced manufacturing, yaitu ada teknologi 3D printing yang membuat pabrik jadi semacam mesin printer besar. Pabrik tidak lagi hanya intelligent ( karena ada robot) , tapi brilliant karena bisa melakukan prediksi, adaptasi, dan bereaksi lebih cepat.

KEEMPAT, itulah barangkali sejumlah fenomena industrial yang dari waktu ke waktu harus bisa difahami sebagai sebuah dinamika sehingga menghadirkan policy dialogue menjadi keniscayaan. Para analis industri semakin dituntut menjadi kelompok think tank yang handal untuk selalu menguasai persoalan industrial di tingkat policy maupun bisnis.

Dalam dunia yang semakin global dan penuh ketidakpastian, mereka harus bisa memahami kondisi di lapangan dari kelompok kelompok industri dari sekian banyak industri, yang dinamika dan fenomenanya serta permasalahan yang dihadapi tidak selalu sama. Dalam hubungan ini berarti harus bisa memahami dilema dan trade off di antara pilihan pilihan kebijakan yang tersedia. Di luar itu juga diperlukan kemampuan untuk merekomendasikan di antara berbagai pilihan kebijakan tersebut yang dapat dieksekusi sebagai prioritas.

KELIMA, dilema dan trade off diantara pilihan pilihan kebijakan sebenarnya sesuatu hal yang umum bisa terjadi dalam proses pengambilan keputusan. Contoh  yang kini rame menjadi berita dunia adalah soal pengembangan mobil listrik. Ternyata pilihan kebijakan yang tersedia dari para produsen mobil listrik seperti tesla dan lain lain ada yang menggunakan baterai dari bahan nikel, dan ada yang memilih menggunakan litium.

Nampaknya menggunakan baterai dari litium jauh lebih ekonomis dan lebih ramah lingkungan ketimbang menggunakan bahan dari nikel. Sekali lagi inilah pilihan kebijakan yang dalam prosesnya tentu telah memperhitungkan berbagai pertimbangan dari yang bersifat politis, lingkungan hingga pertimbangan teknokrasi dan keekonomian.

Satu diskursus yang dapat kita fahami adalah bahwa setelah perang dingin, fokus geopolitik telah bergeser ke fokus geoekonomi. Negara-negara menjadi makin saling bergantung, dalam arti bahwa kemakmuran negara negara di dunia tergantung dari persaingan dan kerjasama masing masing diantara mereka. Terkait dengan ini, maka peran pemerintah dalam rangka mendukung industrialisasi minimal 5 faktor penting yang disampaikan pada alenia kedua diharapkan dapat menjadi pertimbangan dalam merumuskan strategi dan kebijakan industri nasional ke depan.

Akhirnya sebuah catatan penting harus disampaikan bahwa apapun pilihan kebijakan industri telah ditentukan, pada dirinya melekat tanggung jawab bahwa outcome dari industrialisasi harus dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan ; penciptaan sektor ekonomi yang kokoh,dan fondamental bisnis yang kuat dengan menumbuhkan domestic value change ; serta pembangunan ekonomi industri yang inklusif dan berkeadilan sesuai dengan prinsip demokrasi ekonomi yang kita anut.

Tags: Fauzi Azizindustriindustrialisasipolicy dialogue
Previous Post

Menteri LHK Beri Kuliah Umum Tentang Transformasi Ekonomi Lingkungan Indonesia

Next Post

ICP Januari 2024 ke US$77,12/Barel Dipicu Menguatnya Permintaan Minyak Dunia

Admin

Admin

Related Posts

Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle
Opini

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

by Admin
September 23, 2026
0

Disusun dan dikurasi oleh Paulus W Broto Pengantar Di Purworejo, keluarga membutuhkan kepastian keamanan makanan anak. Petani tebu menunggu panennya...

Read more
Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Indonesia Daily Brief Senin, 21 September 2026

September 21, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Kaca Batin Indonesia. Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

September 20, 2026
BULOG Percepat Pengiriman Beras SPHP ke Empat Wilayah Sulit Terjangkau di Papua

Indonesia Daily Brief Sabtu,19 September 2026

September 19, 2026
Next Post
Kontrak Kerja Sama WK Akia, Beluga, dan Bengara Ditandatangani

ICP Januari 2024 ke US$77,12/Barel Dipicu Menguatnya Permintaan Minyak Dunia

BERITA TERBARU

Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

September 23, 2026
Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Indonesia Daily Brief Senin, 21 September 2026

September 21, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Kaca Batin Indonesia. Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

September 20, 2026
BULOG Percepat Pengiriman Beras SPHP ke Empat Wilayah Sulit Terjangkau di Papua

Indonesia Daily Brief Sabtu,19 September 2026

September 19, 2026

Rakorwil September, Pemkot Jaktim Perkuat Antisipasi Bencana dan Pelayanan Publik

September 18, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

September 23, 2026
Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com