Gemabisnis.com, JAKARTA – Penjualan mobil merek asal China yaitu BYD dan CHERY secara wholesales di pasar Indonesia terus memperlihatkan peningkatan signifikan selama tahun 2025, kontras dengan tren penurunan penjualan kebanyakan merek mobil lainnya yang cenderung mengalami penurunan di tahun 2025 ini akibat kondisi ekonomi di tanah air yang sedang melemah.
Data penjualan mobil Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan penjualan mobil merek BYD terus memperlihatkan kenaikan dari 1.139 unit di bulan Januari 2025 hingga mencapai puncaknya di bulan Oktober 2025 di angka 10.785 unit. Sementara itu, penjualan mobil merek CHERY cenderung menguat dari hanya 1.102 unit di bulan Januari 2025 menjadi 1.560 unit di bulan Oktober 2025.
Secara kumulatif, penjualan wholesales mobil merek BYD selama 10 bulan pertama tahun 2025 (Januari-Oktober) mencapai total 37.637 unit, naik lebih dari tiga kali lipat dibandingkan dengan penjualan di periode yang sama tahun lalu yang mencapai 11.024 unit. Walaupun penjualan mobil BYD di pasar Indonesia di tahun 2024 tidak genap 10 bulan mengingat BYD baru mulai dipasarkan di Indonesia pada bulan Juni 2024 lalu.
Demikian juga dengan penjualan mobil merek CHERY secara wholesales pada periode Januari-Oktober 2025 mengalami kenaikan lebih dari dua kali lipat di angka total 16.720 unit dibandingkan dengan 6.889 unit di periode yang sama tahun 2024.
Sementara itu, penjualan wholesales mobil asal China lainnya, yaitu merek Wuling memperlihatkan grafik yang naik turun selama 10 bulan pertama 2025, namun dengan kecenderungan meningkat dari bulan ke bulan, walaupun jika dibandingkan dengan penjualan di tahun 2024 tampaknya penjualan Wuling cenderung mengalami penurunan di tahun 2025.
Mengawali tahun 2025 Wuling membukukan penjualan mobilnya secara wholesales di angka 1.010 unit di bulan Januari 2025, jauh lebih rendah dibandingkan penjualan pada Januari 2024 yang mencapai 2.177 unit, sedangkan di bulan Oktober 2025 penjualan mobil Wuling mencapai 1.415 unit, lebih rendah dari 2.203 unit pada bulan Oktober 2024.
Secara kumulatif pada periode 10 bulan pertama 2025 total penjualan wholesales Wuling mencapai 13.679 unit, sekitar 3.000 unit lebih rendah dibanding angka penjualan di periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 16.117 unit.
Tren penurunan penjualan juga dialami merek mobil asal Jepang seperti Toyota, Daihatsu, Isuzu, Mitsubishi, Honda, dan Suzuki serta merek mobil asal Korea Hyundai.
Data penjualan mobil secara wholesales yang dikeluarkan Gaikindo menunjukkan bahwa mobil Toyota yang merupakan pemegang market share terbesar di pasar otomotif Indonesia pada periode Januari-Oktober 2025 membukukan penjualan 203.730 unit, turun dibandingkan penjualan pada periode yang sama tahun lalu sebesar 237.560 unit.
Demikian juga dengan penjualan mobil Daihatsu pada periode Januari-Oktober 2025 mengalami penurunan signifikan menjadi 107.090 unit dari 139.945 unit pada periode yang sama tahun 2024.
Berikut ini penjualan merek-merek mobil di pasar Indonesia pada periode Januari-Oktober 2025 dibandingkan dengan periode Janauari-Oktober 2024:
No. Merek Mobil Jan-Okt 2025 (Unit) Jan-Okt 2024 (Unit) Perubahan (%)
1. Toyota 203.730 237.560 -14,24
2. Daihatsu 107.090 139.945 -23,48
3. Isuzu 20.112 22.182 -9,33
4. Mitsubishi 76.779 82.187 -6,58
5. Honda 50.270 77.953 -35,51
6. Suzuki 49.803 54.482 -8.59
7. Hyundai 16.594 18.875 -12,08
8. Wuling 13.679 16.117 -15,13
9. CHERY 16.720 6.889 +142,70
10. BYD 37.637 11.024 +241,41
11 Merek lainnya 41.978 42.139 -0.38
Sumber: Gaikindo













