Gemabisnis.com, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) selaku penyelenggara Program Makan Bergizi untuk Anak Sekolah (MBG) secara resmi meluncurkan kampanye nasional bertajuk “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia.” Peluncuran digelar di Jakarta pada Senin (17/11).
Kampanye ini bertujuan memperkuat edukasi publik mengenai pentingnya pemenuhan gizi berimbang bagi anak usia sekolah serta menegaskan bahwa akses terhadap makanan bergizi adalah hak dasar setiap anak.
Kepala BGN, Dr. Ir. Dadan Hindayana, menyampaikan bahwa kampanye ini merupakan panggilan untuk bertindak dan mengajak seluruh elemen masyarakat bergerak bersama. “Kampanye ini adalah gerakan kolektif yang melibatkan pemerintah, orang tua, guru, dan komunitas untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang tertinggal dalam pemenuhan hak gizinya,” ujarnya.
Menurut Dadan, pemenuhan gizi merupakan investasi paling penting bagi masa depan bangsa. “Asupan yang tepat tidak hanya membuat anak sehat secara fisik, tetapi juga memperkuat kemampuan intelektual dan ketahanan mental mereka. Inilah fondasi utama untuk membentuk generasi penerus yang kuat,” jelasnya.
Mengapa pemerintah mengintervensi dalam hal pemenuhan gizi seimbang bagi anak-anak ? Intervensi dilakukan karena saat dilaksanakannya program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini, jelas Dadan, ditemukan data 60% anak Indonesia tidak punya akses terhadap Menu Gizi Berimbang.
“60% anak-anak kita hampir tidak pernah minum susu karena tidak mampu membeli susu. Itu sebabnya negara harus hadir, karena mereka yang sekarang masih dalam kandungan, mereka yang sekarang masih usia Balita, berada di PAUD, SD, SMP dan SMA, nantinya di 20 tahun kemudian akan berada pada usia emas,” paparnya.
Ada kekhawatiran mereka yang usia produktif pada masa itu, adalah mereka yang sulit bersaing karena tidak memiliki akses terhadap gizi dengan menu seimbang. Banyak yang selama ini hanya makan nasi dengan bumbu penyedap, sehingga harus diajari makan dengan menu gizi berimbang.
Hal tersebut baik dilakukan untuk menjaga pertumbuhan, kecerdasan, kesehatan dan kekuatan anak di masa depan. Jadi dengan anak makan bergizi, maka anak-anak akan tumbuh sehat, kuat, cerdas, dan ceria.
Narasi kampanye ini diperkuat oleh dua pesan utama, yaitu “Anak kenyang, anak siap belajar” dan “Gizi bukan bantuan, ini hak.” Pesan tersebut menegaskan hubungan erat antara kecukupan gizi dengan fokus belajar anak serta memberikan landasan etis bahwa makanan bergizi merupakan hak setiap anak Indonesia.
“Kecukupan gizi membantu anak berkonsentrasi, memahami pelajaran, dan menyerap informasi secara efektif. Sementara pengakuan bahwa gizi adalah hak menuntut tanggung jawab bersama untuk memenuhinya tanpa pengecualian,” tambah Dadan.
Kampanye ini juga menyoroti dampak ekonomi Program MBG dalam mendorong pertumbuhan petani dan UMKM lokal. Program ini menciptakan rantai pasok baru yang menyerap produk pangan lokal secara masif dan berkelanjutan. “MBG menjadi katalis ekonomi yang memberi manfaat ganda, yaitu memastikan anak mendapat asupan sehat sambil memberdayakan petani dan UMKM untuk memperkuat ekonomi desa,” tutur Dadan.
Upaya Strategis Membangun SDM
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Program MBG merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, melalui revolusi gizi sekolah yang inklusif dan berkelanjutan. Program ini telah diapresiasi oleh UNICEF dan WFP sebagai salah satu inisiatif pemberian makan terbesar di dunia.
Program MBG menyasar jutaan anak sekolah di seluruh Indonesia untuk mendukung tumbuh kembang mereka serta mempersiapkan generasi yang siap menghadapi visi Indonesia Emas 2045. Sebagai program strategis Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabumi yang sudah dimulai pada 6 Januari 2025, kini sudah mencapai 15.267 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 38 provinsi di 509 kabupaten dan 7022 kecamatan yang sudah melayani 44,2 juta anak dan sudah mencapai 53% dari target Badan Gizi Nasional.
Pada acara peluncuran, dua siswa penerima manfaat MBG, Kasim dari Raja Ampat dan Almira dari Garut, turut hadir memberikan kesaksian mengenai perubahan positif yang mereka rasakan setelah menerima makanan bergizi rutin di sekolah.
Kampanye “Makan Bergizi Hak Anak Indonesia” akan disebarluaskan melalui konten kreatif, cerita lapangan, dan analisis publik terkait pelaksanaan Program MBG. Kampanye ini diharapkan meningkatkan literasi gizi, memperkuat persepsi positif masyarakat, dan menjaga narasi publik tetap objektif, non-politis, dan konstruktif. (LS)










