Gemabisnis.com, JAKARTA– LAZNAS ZIS INDOSAT menghadirkan Aksi Distribusi bertajuk “Ramadan Tanpa Batas: Satu Kebaikan, Sejuta Senyuman” untuk memperluas manfaat zakat, infak, dan sedekah kepada masyarakat yang membutuhkan di berbagai wilayah Indonesia. Program ini bertujuan memastikan kebahagiaan Ramadan dirasakan oleh masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Sebagai bagian dari rangkaian program tersebut, LAZNAS ZIS INDOSAT menggelar Mini Ceremony Aksi Distribusi Ramadan Tanpa Batas pada Jumat, (13/3) di Masjid Nurul Taqwa Indosat Ooredoo Hutchison. Kegiatan ini menjadi momentum pelepasan distribusi bantuan Ramadan yang menjangkau berbagai daerah dari Jakarta (Jakarta Selatan, Jakarta Utara), Jawa hingga Aceh.
Program Ramadan Tanpa Batas menghadirkan berbagai bentuk bantuan bagi masyarakat, di antaranya Kado Lebaran Keluarga, Kado Lebaran Yatim, serta program Berbagi Paket Buka Puasa yang didistribusikan kepada penerima manfaat di sejumlah wilayah.
LAZNAS ZIS INDOSAT menargetkan penyaluran hingga 20.000 paket bantuan selama periode Ramadan. Hingga saat ini 4.806 sudah disalurkan kepada para penerima manfaat, yang terdiri atas 2.386 paket Kado Lebaran Keluarga, 240 paket Kado Lebaran Yatim, 2.080 paket makanan berbuka puasa, serta 100 paket Zakat Fitrah.
CEO LAZNAS ZIS INDOSAT, Wakhid Efendi, menyampaikan, program ini merupakan wujud komitmen untuk memastikan manfaat zakat dapat menjangkau masyarakat yang membutuhkan, termasuk di wilayah yang jauh dari pusat kota.
“Melalui Ramadan Tanpa Batas, kami ingin memastikan, kebahagiaan Ramadan dirasakan oleh lebih banyak saudara kita, termasuk mereka yang berada di daerah pelosok. Zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun diharapkan dapat menghadirkan manfaat nyata dan memperkuat semangat berbagi di bulan suci ini,” ujar Wakhid Efendi.
Dalam kegiatan ini, LAZNAS ZIS INDOSAT juga memaparkan jangkauan wilayah, titik distribusi, serta jumlah penerima manfaat. Hal ini menjadi bagian dari komitmen LAZNAS ZIS INDOSAT dalam menyampaikan dampak program kepada publik dan para donatur. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat pesan kebaikan Ramadan serta memperluas jangkauan informasi mengenai distribusi bantuan yang dilakukan.
LAZNAS ZIS INDOSAT mengajak seluruh masyarakat, mitra, serta donatur untuk terus mendukung Aksi Distribusi Ramadan Tanpa Batas. Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyalurkan lebih banyak bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan, sekaligus memperkuat semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

Concern di Bidang Pendidikan
Terpisah, Manager Program ZIS Indosat M. Lukman Dwinanto mengemukakan, ada juga bagian pembinaan kerjasama di bidang pendidikan, yang salah satunya diimplementasikan dalam kerjasama dengan lembaga perguruan tinggi. Dalam hal ini ZIS Indosat secara selektif bersedia memberikan beasiswa bagi mahasiswa berprestasi, yang terkendala saat harus menyelesaikan tugas akhirnya. Kerjasama dengan salah satu kampus yang keunggulannya di bidang teknik informatika, mampu mengawal sekitar 35 mahasiswa unggulan menyelesaikan studi sampai tahap akhir.
“Concern kami di bidang pendidikan mendapat porsi cukup besar, yakni sekitar 30% dari pagu yang ditetapkan. Sementara Program ZIS Indosat, berdiri sejak tahun 2004. Ketika lembaga zakat tersebut, sifatnya masih berupa Uni Pengumpulan Zakat (UPZ) – perusahaan Indosat, maka pergerakannya dibatasi di ruang lingkup perusahaan itu saja. Ketika sudah menjadi LAZNAS (Lembaga Amil Zakat Nasional) seperti saat ini, maka mekanisme penghimpunan dananya sudah bisa dilakukan secara lebih terbuka dalam skala yang lebih luas,” jelas Lukman.
Selama dua tahun ini, kami juga mengadakan program pemberdayaan marbot masjid. Tujuannya untuk mengubah persepsi marbot yang dalam pandangan masyarakat dikenal fungsinya menjaga kebersihan, keindahan, dan keasrian mesjid, sehingga mereka hidup secara sederhana.
Berangkat dari concern tersebut, maka LAZNAS ZIS Indosat mencoba meningkatkan fungsi dan peran para marbot mesjid menjadi lebih produktif, namun tanpa meninggalkan tugas utamanya sebagai marbot mesjid.
“Program ini kami kemas dalam bentuk penyaluran zakat produktif, berupa bantuan modal kerja sehingga mereka diharapkan mampu menjadi seorang wirausaha. Ketika diadakan survei program, ternyata sudah banyak marbot yang memiliki usaha dalam skala kecil. Sehingga kehadiran ZIS Indosat tinggal melengkapinya, dengan memberikan bantuan modal kerja berupa gerobak dan modal usaha.
Guna tetap menjaga transparansi, ZIS Indosat juga bekerjasama dengan pihak lain yang memiliki keahlian verifikasi dan referensi serta keahlian di bidang terkait. Bahkan mengingat besarnya dana yang digulirkan mencapai kurang lebih Rp1 miliar, tentu memerlukan audit independen yang dilakukan secara menyeluruh. Tujuannya agar program ini tepat sasaran dan sesuai tujuan yang diharapkan.,” jelas Lukman.
Sebagai lembaga yang bertanggung jawab langsung kepada presiden melalui menteri agama seperti halnya lembaga BAZNAS, maka LAZNAS ZIS Indosat tetap berpatokan pada seluruh aspek yang dicakup BAZNAS dari segi menjaga keamananan dan semangat NKRI, segi keamanan regulasi, keamanan syar’i dan khusus dari perusahaan ditambahkan aman dalam hal distribusi, khususnya menyangkut aspek transparansi distribusi. (NM)












