Alam bermanfaat bagi kesehatan mental Anda. Bukti yang terkumpul selama beberapa dekade menunjukkan bahwa aktivitas singkat di luar ruangan pun dapat membuat orang lebih bahagia, mengurangi stres, dan membantu mereka memandang hidup lebih bermakna.
Berjalan-jalan di alam terbuka, dibandingkan berjalan di jalanan yang ramai, bahkan dapat menurunkan aktivitas pada bagian otak yang berkaitan dengan stres.
Kini, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa kegiatan mengamati burung dapat memberikan manfaat kesejahteraan tambahan—termasuk peningkatan kebahagiaan, penurunan kecemasan, serta rasa damai dan tenang yang lebih kuat. Hal ini terjadi pada saat yang tepat, mengingat popularitas kegiatan mengamati burung sedang melonjak pesat, terutama di kalangan generasi muda.
Sekilas, kegiatan mengamati burung sambil berjalan kaki tampak tidak jauh berbeda dengan sekadar berjalan-jalan di alam terbuka. Namun, beberapa penelitian terbaru menunjukkan adanya perbedaan. Baik mendengar maupun melihat burung memberikan manfaat, dan hal ini mungkin berkaitan dengan kondisi mental penuh kesadaran (intentional mental state) yang dialami seseorang saat mengamati burung.
Melihat burung dapat mengurangi kecemasan dan stres
Dalam sebuah penelitian, lebih dari 100 mahasiswa di North Carolina menjalani serangkaian kegiatan berjalan kaki sambil mengamati burung selama setengah jam (dengan bantuan aplikasi Merlin Bird ID), berjalan-jalan di alam terbuka, atau melanjutkan aktivitas sehari-hari mereka seperti biasa. Kegiatan berjalan kaki tersebut dilakukan di area hijau terdekat yang menjadi habitat umum bagi spesies burung seperti Carolina Wren, American Robin, dan Brown Thrasher.
Para mahasiswa yang melakukan kegiatan mengamati burung melaporkan penurunan tingkat kecemasan, stres, dan depresi yang lebih signifikan dibandingkan kelompok lainnya.
Para peneliti menyatakan bahwa temuan ini dapat membantu mengatasi tingginya angka depresi dan kecemasan di kalangan dewasa muda.
“Interaksi dengan burung mungkin memiliki dampak yang lebih besar dibandingkan bentuk interaksi alam lainnya, terutama di lingkungan kampus,” tulis mereka.
“Penelitian kami menunjukkan bahwa mengamati burung bisa menjadi cara yang mudah dan terjangkau untuk membantu mengatasi masalah kesehatan mental yang kian meningkat di lingkungan kampus.”
Menurut Tania Hao, mahasiswa sarjana di College of Arts and Sciences Cornell. Seperti dikutip allbaoutbird.org, manfaat ini dapat dirasakan sepanjang usia. Di 65 panti jompo di Jerman, para peneliti memasang tempat makan burung di luar jendela agar para penghuni lanjut usia dapat mengamati burung (yang kemungkinan mencakup spesies seperti European Robin, Great Tit, Blue Tit, dan Common Chaffinch).
Para penghuni melaporkan perasaan mereka melalui survei yang dilakukan selama eksperimen berlangsung. Pada minggu-minggu dan bulan-bulan setelah alat pemberi makan burung dipasang, kesejahteraan emosional para penghuni membaik dibandingkan dengan mereka yang tinggal di panti werdha tanpa fasilitas tersebut. Rata-rata, para penghuni mengungkapkan bahwa mereka merasa lebih bahagia dan lebih puas dengan kehidupan mereka, lebih banyak bergerak untuk melihat burung-burung, bahkan merasa mampu berkonsentrasi dengan lebih baik.
“Tampaknya ada sesuatu yang unik dalam kegiatan mengamati burung yang membedakannya dari jenis interaksi dengan alam lainnya, meskipun segala bentuk interaksi dengan alam cenderung bermanfaat,” ujar Jennifer Andrews, profesor psikologi di Morehouse College sekaligus penulis artikel tinjauan tahun 2025 mengenai manfaat mengamati burung bagi kesehatan mental.
Studi-studi terbaru ini termasuk yang pertama menunjukkan bahwa mengamati burung bisa jadi lebih bermanfaat dibandingkan jenis kegiatan alam lainnya.
Sekadar mendengar suara burung pun dapat membantu orang merasa lebih tenang
Banyak kegiatan mengamati burung melibatkan aktivitas berjalan dengan tenang dan mendengarkan suara burung dengan saksama—tanpa harus selalu melihat wujud burung tersebut. Kabar baiknya bagi para pengamat burung, waktu ini tidaklah terbuang percuma. Mendengar suara burung saja dapat mengurangi stres dan kecemasan, meningkatkan kesadaran penuh (mindfulness) terhadap alam, serta membantu orang melepaskan diri dari tekanan hidup sehari-hari.
Saat mengamati burung, Anda mungkin tidak selalu melihat spesies seperti meadowlark atau Wood Thrush, namun sekadar mendengar kicauan mereka yang membahana di udara bisa menjadi momen istimewa dalam kegiatan tersebut.
Anda sebenarnya tidak perlu memastikan keberadaan burung melalui teropong untuk memperoleh manfaat kesehatannya.
“Interaksi yang secara khusus melibatkan burung—baik secara auditori, visual, maupun keduanya—cenderung memberikan manfaat terbesar bagi kesehatan mental dan kognitif dibandingkan jenis interaksi alam lainnya,” kata Andrews.
Dalam sebuah studi, partisipan melakukan kegiatan berjalan kaki sambil mengamati burung selama 30 menit di kebun raya sebuah universitas di Jerman.
Semua peserta melaporkan perasaan lebih segar, tenang, dan damai setelah menghabiskan waktu di luar ruangan. Para peneliti juga mendukung penilaian subjektif tersebut dengan melakukan pengukuran fisik.
Setelah kegiatan berjalan kaki tersebut, partisipan menunjukkan penurunan detak jantung, tekanan darah, dan kadar kortisol (hormon stres).
Selama kegiatan berjalan kaki tersebut, sebagian peserta secara khusus diminta untuk memperhatikan kicauan burung. Mereka menunjukkan tren tambahan: dalam survei lanjutan, mereka melaporkan rasa kedekatan yang lebih erat dengan alam serta merasa telah meluangkan waktu untuk mengapresiasinya. Pada akhirnya, mereka mengaku merasa lebih tenang, damai, dan segar setelah berjalan kaki.
Dalam studi terpisah di Jerman, hampir 300 orang mendengarkan rekaman audio berdurasi enam menit melalui komputer mereka, lalu mengisi survei yang mengukur tingkat kecemasan, paranoia, dan depresi.
Sebagian orang dipilih secara acak untuk mendengarkan kicauan burung, dan hasil pengukuran menunjukkan tingkat kecemasan serta paranoia mereka lebih rendah dibandingkan sebelum tes.
Sebaliknya, mereka yang secara acak ditugaskan untuk mendengarkan kebisingan lalu lintas tidak merasa tingkat kecemasan atau paranoia mereka berkurang, bahkan justru mengalami perasaan depresi yang lebih kuat.
Jika terdengar mengejutkan bahwa kegiatan mengamati burung bisa lebih bermanfaat bagi Anda dibandingkan sekadar berjalan-jalan di alam terbuka, para ilmuwan memiliki beberapa gagasan awal mengenai hal ini.
“Kami memiliki dugaan atau firasat bahwa sebagian dari hal ini mungkin berkaitan dengan perilaku yang berorientasi pada tujuan,” ujar Andrews.
“Kami berpendapat ada sesuatu yang istimewa terkait… sumber daya perhatian yang difokuskan pada kegiatan khusus ini; hal itulah yang mungkin membedakan kegiatan mengamati burung (birding) dari jenis rekreasi luar ruangan lainnya,” paparnya.
Dengan kata lain, perilaku yang disengaja dan menjadi inti dari kegiatan mengamati burung—yakni mencermati serta mencari aspek-aspek tertentu dari lingkungan sekitar—mungkin memberikan dampak istimewa.
Manfaat gabungan: Mendengar dan melihat burung
Manfaat dari mendengar atau melihat burung dapat berpadu untuk meningkatkan kesejahteraan diri. Saat burung-burung hadir dalam keseharian kita—dengan kicauan yang terdengar merdu—mereka memberikan dorongan sesaat bagi kesehatan mental, layaknya embusan angin sepoi-sepoi yang membangkitkan semangat orang-orang yang sedang melintas.
Dalam sebuah studi tahun 2022, lebih dari 1.200 sukarelawan mengunduh aplikasi ponsel pintar untuk mencatat—tiga kali sehari selama dua minggu—apakah mereka sedang melihat atau mendengar burung (atau keduanya), serta bagaimana perasaan emosional mereka pada saat itu.
Berdasarkan interaksi sesaat tersebut, baik melihat maupun mendengar burung terbukti berkaitan dengan emosi positif yang lebih kuat—seperti rasa bahagia dan percaya diri—serta emosi negatif yang lebih lemah, seperti kecemasan dan kesepian. Dampak ini bertahan beberapa saat setelah interaksi dengan burung tersebut usai, bahkan pada orang yang didiagnosis mengalami depresi.
Meskipun kajian ilmiah mengenai manfaat kesehatan mental dari kegiatan mengamati burung masih dalam tahap awal, studi-studi ini mulai memberikan gambaran yang menjanjikan: baik saat mendengar, melihat, maupun melakukan keduanya, mencermati burung dapat memberikan manfaat kesejahteraan yang bahkan lebih besar dibandingkan jenis aktivitas alam lainnya.
Jadi, lain kali saat Anda berjalan di trotoar, luangkanlah waktu sejenak untuk melihat burung atau mendengarkan kicauannya. Otak Anda akan berterima kasih karenanya.BNW








