Gemabisnis.com, JAKARTA – Delegasi Kantor Perwakilan Rossotrudnichestvo di Republik Indonesia (Russian House in Indonesia) mengunjungi SMA Taruna Nusantara di Magelang, yang telah memulai program percontohan pengajaran bahasa Rusia. Bahasa Rusia kini menjadi bagian dari kurikulum sekolah bagi siswa kelas X dan XI, dengan 51 siswa mulai mengikuti pembelajaran pada tahap pertama.
Siaran pers Russian House in Indonesia menyatakan program tersebut dirancang agar para siswa dapat meningkatkan kemampuan bahasa Rusia secara bertahap, mulai dari tingkat A1 hingga B1 saat menyelesaikan pendidikan di kelas XII.
Melalui program ini, para siswa tidak hanya berkesempatan mengenal budaya Rusia, tetapi juga membangun dasar kemampuan bahasa yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk di berbagai universitas di Rusia.
Sebagai bentuk dukungan terhadap inisiatif pendidikan ini, Russian House in Indonesia menyerahkan 258 set buku pelajaran dan materi pembelajaran bahasa Rusia kepada pihak sekolah. Seluruh bahan ajar tersebut diperoleh dengan dukungan Dewan Publik Rossotrudnichestvo dan akan membantu menunjang proses pembelajaran bahasa Rusia secara terstruktur dan berkesinambungan sepanjang program berlangsung.
Kepala Russian House in Indonesia, Nikita Shilikov, menegaskan pentingnya inisiatif ini bagi pengembangan kerja sama antara Rusia dan Indonesia. “Dimasukkannya bahasa Rusia ke dalam kurikulum sekolah merupakan langkah penting yang memiliki makna istimewa bagi kedua negara. Kami memandang inisiatif ini bukan sekadar proyek pendidikan baru, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam mempererat hubungan antarmasyarakat, membangun saling pengertian, serta memperkuat persahabatan antara rakyat Rusia dan Indonesia.”
Menurut Nikita, mempelajari bahasa asing membuka berbagai peluang baru bagi generasi muda, baik untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan karier, maupun mengenal budaya bangsa lain secara lebih mendalam. Inisiatif seperti inilah yang menjadi landasan kuat bagi penguatan kemitraan bilateral di masa mendatang.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perhatian dan komitmennya dalam mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, sosial budaya, dan humaniora antara kedua negara. Penghargaan yang tulus juga kami sampaikan kepada jajaran pimpinan SMA Taruna Nusantara, khususnya Kepala Sekolah, Mayor Jenderal TNI M. I. Gogor A. A., atas keterbukaan, kepercayaan, serta kesediaannya untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan inisiatif ini. Saya yakin pengalaman SMA Taruna Nusantara di Magelang akan menjadi contoh keberhasilan yang dapat menginspirasi lembaga pendidikan lainnya di Indonesia,” ujar Nikita Shilikov.
HSE University (National Research University Higher School of Economics) turut berperan sebagai mitra dalam pelaksanaan program ini. Svyatoslav Kvartalnov, Direktur Departemen Kantor Perwakilan HSE University, turut hadir dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan sekolah. Melalui dukungan Pusat Bahasa dan Budaya Rusia HSE University, guru bahasa Rusia di SMA Taruna Nusantara, yang merupakan penutur asli bahasa Rusia, mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program pengembangan kompetensi profesional di bidang pengajaran bahasa Rusia sebagai bahasa asing.
Peluncuran program pembelajaran bahasa Rusia di SMA Taruna Nusantara menjadi langkah nyata lainnya dalam mempererat kerja sama pendidikan antara Rusia dan Indonesia. Melalui kolaborasi antara lembaga pendidikan dan berbagai institusi Rusia, inisiatif ini diharapkan dapat memperluas kesempatan untuk mempelajari bahasa Rusia sekaligus memperkuat saling pengertian dan hubungan persahabatan di antara generasi muda kedua negara.(YS)












