Gemabisnis.com, JAKARTA – Perum BULOG melalui Kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Program Bulog Peduli Petani melaksanakan kegiatan Sosialisasi Asuransi Pertanian bagi petani di Kabupaten Tabanan, Bali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran petani terhadap pentingnya perlindungan risiko usaha tani, khususnya dalam menghadapi ancaman gagal panen akibat perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman (OPT), serta bencana alam.
Kabupaten Tabanan merupakan salah satu daerah agraris utama di Provinsi Bali dengan luas lahan pertanian sekitar 19.000–23.000 ha yang didukung oleh sistem subak. Mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup pada sektor pertanian, sehingga diperlukan upaya mitigasi risiko yang terstruktur dan berkelanjutan untuk menjaga keberlangsungan usaha tani serta kesejahteraan petani.
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh Bupati Tabanan yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Tabanan, I Made Subagia beserta jajaran, Pemerhati Industri Pertanian Indonesia sekaligus Pakar Bidang Asuransi Pertanian Dr. Iskandar Roshan, Kepala Bagian Pengembangan Produk Asuransi Umum Askrindo Eko Supriyanto, Business Head Bisnis BUMN Agus Sulistyono serta Manajer TJSL Perum BULOG Tri Augusta DS. Kegiatan ini juga diikuti oleh 35 orang petani, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), serta peserta sosialisasi lainnya.
Materi sosialisasi mencakup manfaat asuransi pertanian sebagai perlindungan finansial, tata cara pendaftaran, proses klaim, serta pentingnya sikap antisipatif dalam menghadapi berbagai risiko usaha tani. Melalui pemahaman tersebut, petani diharapkan memiliki jaring pengaman yang memadai agar aktivitas pertanian tetap berjalan secara berkelanjutan.
Direktur SDM dan Transformasi Perum BULOG Sudarsono Hardjosoekarto menjelaskan bahwa melalui Program TJSL Bulog Peduli Petani, BULOG melakukan uji coba sosialisasi dan penerapan asuransi pertanian berbasis perubahan iklim atau asuransi parametrik di Kabupaten Tabanan serta beberapa daerah lainnya. Skema ini dikombinasikan dengan asuransi konvensional (indemnity) untuk memberikan perlindungan yang lebih optimal bagi petani, dengan mekanisme klaim yang sederhana dan cepat berbasis parameter iklim seperti curah hujan dan suhu.
“Melalui perlindungan produksi petani, BULOG berkepentingan menjaga keberlanjutan pasokan padi dan beras nasional. Pada tahap uji coba ini, premi asuransi ditanggung penuh oleh BULOG agar petani dapat langsung merasakan manfaatnya,” tutur Sudarsono.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Pemerintah Kabupaten Tabanan I Made Subagya menyampaikan apresiasi atas inisiatif BULOG dalam memperkenalkan asuransi parametrik sebagai bentuk perlindungan baru bagi petani menghadapi dampak perubahan iklim. Menurutnya, program ini menjadi pelengkap dari skema asuransi pertanian yang telah berjalan dan akan dilaksanakan secara selektif melalui kelompok tani (gapoktan) yang aktif dan produktif.
“Sebagai pilot project, program ini sangat strategis untuk menjadi dasar evaluasi dan rujukan kebijakan ke depan, sehingga petani dapat memperoleh perlindungan usaha tani yang lebih komprehensif dan berkelanjutan,” ungkap I Made.
Kegiatan ini sejalan dengan pilar pembangunan sosial dalam Program TJSL BULOG, khususnya mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2: Tanpa Kelaparan, serta menjadi wujud sinergi antara BULOG, pemerintah daerah, dan para pemangku kepentingan sektor pertanian dalam memperkuat ketahanan pangan daerah.
Melalui Program TJSL Bulog Peduli Petani, Perum BULOG terus berkomitmen untuk hadir memberikan nilai tambah bagi masyarakat, mendorong petani yang lebih tangguh, teredukasi, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan. (YS)












