Gemabisnis.com, JAKARTA – Kinerja penjualan sepeda motor baru di pasar domestik dan ekspor selama tiga bulan pertama tahun 2024 ini belum memperlihatkan perbaikan jika dibandingkan dengan kinerja penjualan di tahun 2023 lalu. Sejumlah persoalan diyakini masih menjadi faktor penghambat perbaikan kinerja penjualan tersebut seperti kondisi perekonomian di dalam negeri dan global.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pada bulan Maret 2024 penjualan sepeda motor baru mencapai 583.747 unit, meningkat 4,5% dibandingkan dengan penjualan di bulan Februari 2024 yang mencapai 558.685 unit. Namun demikian penjualan sepeda motor baru di bulan Maret 2024 itu masih memperlihatkan penurunan cukup signifikan sebesar 7,8% jika dibandingkan dengan penjualan di bulan Maret 2023 yang mencapai 633.155 unit.
Demikian pula penjualan sepeda motor baru di pasar domestik selama periode Januari-Maret 2024 yang mencapau 1.735.090 unit masih memperlihatkan penurunan sebesar 4,9% jika dibandingkan dengan penjualan sepeda motor baru pada periode yang sama tahun 2023 (Januari-Maret) yang mencapai 1.824.073 unit.
Keadaan yang hampir serupa juga terjadi untuk penjualan sepeda motor tujuan ekspor dimana volume ekspor sepeda motor periode Januari-Maret 2024 masih lebih rendah dibandingkan dengan volume ekspor pada periode yang sama tahun 2023. Pada periode Januari-Maret 2024 volume ekspor sepeda motor mencapai 117.205 unit, lebih rendah 3,8% dibandingkan dengan volume ekspor pada periode yang sama tahun 2023 yang mencapai 121.858 unit.
Kendati demikian, tren ekspor sepeda motor pada tiga bulan pertama tahun 2024 terus memperlihatkan peningkatan secara positif dari bulan ke bulan, dari 34.991 unit di bulan Januari, 38.375 unit di bulan Februari dan 43.839 unit di bulan Maret 2024. (YS)












