• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Jumat, Maret 13, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Bapangnas Berkomitmen Turut Jaga Inflasi Pangan

Admin by Admin
April 10, 2022
0

Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi - Foto Biro Pers Sekretariat Presiden

0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapangnas / NFA (National Food Agency) berkomitmen terus menjaga inflasi pangan Indonesia sebagai langkah konkret mewujudkan ketahanan pangan nasional.

“Inflasi di dalam negeri masih relatif terjaga yaitu di kisaran 2,6 %, relatif normal jika dibandingkan beberapa negara lain seperti Amerika Serikat 7,9%, Uni Eropa 7,5%,Turki 54,4% yang kian merangkak naik,” jelas Arief Prasetyo Adi, Kepala Bapangnas/NFA, Jumat (8/4/).

Arief menambahkan invasi Rusia – Ukraina memang berdampak pada komoditas pangan global, namun demikian inflasi Indonesia masih terjaga dengan baik.

BacaJuga

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

“Pemerintah berkomitmen menjaga inflasi di kisaran 2-5% agar tidak memberatkan masyarakat,” jelasnya. Hal ini pun sebagaimana yang diamanahkan Presiden Joko Widodo untuk menjaga Ketahanan Pangan Indonesia.

Arief melanjutkan, kenaikan harga pangan secara global memang sudah terjadi sebelum satu bulan belakangan ini.

“Seperti hari ini memang kondisi di global juga demikian, kemudian solusinya tidak bisa dilakukan secara parsial, harus komprehensif yang berasal dari seluruh stakeholder pangan. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah, sehingga pemerintah memberlakukan kebijakan subsidi kepada produsen pangan untuk beberapa komoditas, seperti yang sudah dilakukan berupa subsidi jagung dan kedelai.”

Dengan kondisi global saat ini menjadi kesempatan kita untuk berdaulat mengoptimalkan produksi di dalam negeri, sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk menciptakan ketahanan ekonomi dengan menjaga ketahanan pangan.

Sedangkan proses importasi digunakan sebagai alternatif dan pelengkap stok pangan, jika produksi dalam negeri belum mencukupi. Untuk itu  Badan Pangan Nasional telah melakukan early warning system jika ketersediaan dan stabilisasi harga pangan pada sembilan komoditas pangan yang dikelola Bapangnas, berada di bawah batas normal seperti yang dapat dilihat pada prognosa neraca pangan.

“Komoditas bawang merah yang sejak bulan lalu ketersediaannya berada di bawah posisi normal, sehingga memicu harganya menjadi tinggi, dan terjadi kenaikan harga mencapai 3,39% per minggu atau menjadi Rp35.395/kg.”

Badan Pangan Nasional melakukan pengamanan ketersediaan bawang merah, dan berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan, sehingga per 6 April 2022 kemarin pasokan ketersediaan sudah di atas normal hingga surplus mencapai 151 ton. Dengan demikian stabilitas harga bawang merah kembali pada posisi Rp24.000/kg atau turun 11,11% dibanding hari-hari sebelumnya.”

Arief juga menegaskan salah satu solusi untuk menjaga ketersediaan dan stabilisasi harga pangan adalah pemerintah harus memiliki stok yang dikuasai untuk komoditas pangan pokok, khususnya yang menjadi kewenangan di Badan Pangan Nasional, sinergi dengan para stakeholders terkait.

“Solusi ini pun sebagai upaya menjaga inflasi dalam upaya menciptakan ketahanan pangan Indonesia.”

Arief mencontohkan stok komoditas beras  yang dikuasai oleh Bulog, saat ini posisinya sekitar 800 ribu ton, sedangkan untuk memenuhi stok beras secara ‘aman’ dibutuhkan sekitar 1,5 juta ton. Untuk mencapai jumlah tersebut, sehingga dapat memenuhi ketersediaan stok cadangan beras nasional, Bulog dapat bersinergi dengan pelaku usaha pangan lainnya.

“Strategi lainnya ke depan Bapangnas tidak hanya menguasai stok komoditas beras nasional saja, namun  ingin  agar sembilan komoditas yang ada di bawah kewenangan Bapangnas sesuai Perpres, harus juga mempunyai cadangan stok nasional.

Karena itu kita sudah memiliki neraca pangan. Dari situ kita tahu persis ketersediaan dan kebutuhan kita berapa, sehingga dapat diperhitungkan stok pangan untuk tiga bulan ke depan. Saya rasa tidak akan terjadi lagi adanya kelangkaan maupun lonjakan harga seperti yang terjadi saat ini jika kita memiliki stok pangan.”

Selain itu untuk kemudahan para peternak maupun petani dalam menjaga ketersediaan, Badan Pangan Nasional turut mengamankan pasokan jagung dengan memfasilitasi mobilisasi jagung ke para peternak kecil dan mandiri sebanyak 456,9 ton ke Kendal Jawa – Tengah yang berasal dari lokasi sentra petani jagung di Lombok Timur, Lombok Barat, Sumbawa – NTB, termasuk juga dari Semarang Jawa Tengah.

Mengenai komoditas daging, Bapangnas melakukan stabilisasi daging sapi bersinergi dengan kementerian terkait dan asosiasi,  dengan memfasilitasi mobilisasi sapi hidup 235 ekor ke sentra konsumen di Jakarta, untuk mengamankan pasokan kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri 2022.

Begitupun minyak goreng, meskipun tidak termasuk dalam sembilan komoditas pangan yang dikelola Badan Pangan Nasional, NFA bersama Kementerian Perdagangan dan Kementerian Perindustrian turut mendorong pelaku usaha pangan di antaranya melalui BUMN Pangan ID FOOD, untuk terus melakukan pendistribusian minyak goreng guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kuncinya adalah semua mau bersinergi mulai dari kementerian terkait, pelaku usaha pangan, BUMN, BUMD, asosiasi, swasta dan pemangku kepentingan lainnya.”

Strategi lainnya sebagai upaya menjaga ketahanan pangan, Bapangnas akan menggandeng Kementerian Perhubungan mengenai  kelancaran distribusi logistik pangan dari sentra produksi ke daerah konsumen.

“Penting membuka jalur distribusi pangan di daerah tertinggal, terpencil dan terluar/perbatasan, khususnya untuk komoditas pangan pokok yang dalam momentum Lebaran mengalami lonjakan permintaan.” (LS)

 

Tags: AriefPrasetyoAdiBadanPanganNasionaljagainflasiketahananpangan
Previous Post

Kementerian ESDM: Tarif Listrik Indonesia Lebih Murah Dibanding Negara Kawasan ASEAN

Next Post

Pertumbuhan, Stabilitas, dan Kesejahteraan Rakyat

Admin

Admin

Related Posts

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun
Pangan

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

by Admin
Maret 9, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Perum BULOG memastikan ketersediaan stok pangan pokok, khususnya beras dan minyak goreng dalam kondisi sangat aman dan...

Read more
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
BULOG akan Kirim 2.280 Ton Beras Perdana untuk Jamaah Haji 2026

BULOG akan Kirim 2.280 Ton Beras Perdana untuk Jamaah Haji 2026

Februari 24, 2026
BULOG, PERPADI Perkuat Kerja Sama Strategis Penyerapan Gabah Beras Nasional 2026

BULOG, PERPADI Perkuat Kerja Sama Strategis Penyerapan Gabah Beras Nasional 2026

Januari 29, 2026
BULOG Gelar Sosialisasi Asuransi Pertanian bagi Petani di Kabupaten Tabanan

BULOG Gelar Sosialisasi Asuransi Pertanian bagi Petani di Kabupaten Tabanan

Januari 28, 2026
Next Post
Pembangunan Dan Investasi Serupa Tapi Tak Sama

Pertumbuhan, Stabilitas, dan Kesejahteraan Rakyat

BERITA TERBARU

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com