• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, Juni 25, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Dubes Rusia: Pemerintah Kyiv Terus Menolak Bernegosiasi dengan Moskow

Admin by Admin
Juni 9, 2022
0
Dubes Rusia: Pemerintah Kyiv Terus Menolak Bernegosiasi dengan Moskow

Foto: Gemabisnis.com

0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Ukraina di bawah Presiden Volodimir Zelensky terus menolak ajakan Rusia untuk bernegosiasi untuk mengakhiri konflik bersenjata kedua negara yang sudah berlangsung sejak 24 Februari 2022 lalu hingga saat ini. Demikian disampaikan Duta Besar Republik Federasi Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva kepada wartawan di kediamannya di Jakarta Rabu (8/6).

Menurut Lyudmila, walaupun Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky pernah menyatakan keinginannya untuk bertemu dengan Presiden Putin guna mencari jalan keluar dalam mengakhiri konflik tersebut namun Zelensky faktanya dia menyampaikan pernyataan tersebut tidak sungguh-sungguh dan tulus karena kenyataannya sampai saat ini terus menolak upaya pembicaraan damai dengan Rusia.

“Zelensky terus menolak upaya negosiasi yang sebelumnya diajukan pihak Ukraina melalui proposalnya pembicaraan damai. Hal ini karena AS dan sekutu blok Baratnya terus mencegah pihak Ukraina untuk melakukan negosiasi dan pihak Ukraina tampaknya lebih patuh kepada kehendak Barat untuk tidak bernegosiasi. Tampaknya, AS dan sekutu Baratnya berkepentingan agar konflik ini bisa terus berlanjut,” tutur Lyudmila yang didampingi Sergey Zhevnovatyy, Atase Pertahanan Kedubes Rusia di Jakarta.

BacaJuga

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Lyudmila mengatakan Rusia sebetulnya sudah siap untuk membahas proposal negosiasi yang telah diajukan Ukraina sebelumnya, bahkan rancangan kesepakatan yang dikembangkan berdasarkan proposal itu sudah ada di tangan pihak Ukraina (untuk dipertimbangkan) selama lebih dari satu bulan setengah.

Namun, tambah Lyudmila, AS dan sekutu Baratnya malah berupaya memperkeruh suasana di wilayah konflik dengan terus memproduksi berita bohong tentang Rusia. Mulai dari berita bahwa tentara Rusia bertindak kejam dan melanggar hak asasi manusia, memperkosa masyarakat sipil, menyiksa tawanan perang, membombardir kawasan pemukiman penduduk sipil, menghancurkan kawasan pertanian hingga menyebarkan berita bohong tentang memburuknya kesehatan Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Semua itu berita bohong yang sengaja dihembuskan oleh pihak Barat untuk menyudutkan pihak Rusia,” tegas Lyudmila.

Pihak AS dan sekutunya juga menyalahkan Rusia atas krisis pangan dan energi global yang kini berlangsung, padahal krisis tersebut sudah dimulai sejak dua tahun lalu ketika terjadi pandemi COVID-19 yang memicu sejumlah negara melakukan isolasi (lockdown).

“AS dan negara Barat menyalahkan Rusia atas segala yang terjadi di dunia. Padahal krisis pangan dan energi yang terjadi saat ini diperparah oleh keputusan sanksi negara-negara Barat untuk mengembargo produk pangan (biji-bijian) serta minyak bumi dan gas alam Rusia. Mereka menyingkirkan pasokan pangan dan energi dari Rusia dari rantai pasok dunia yang tentu saja akan menimbulkan disrupsi di pasar global,” ungkap Lyudmila.

Menurut Lyudmila, untuk membantu mengatasi krisis pangan yang terjadi dewasa ini pihak Rusia kini berupaya untuk membuka jalur perdagangan bahan pangan (biji-bijian) produksi Ukraina melalui Pelabuhan Mariupol yang terletak di wilayah Republik Rakyat Donetsk yang dapat membuka akses jalur pelayaran melalui Laut Azov dan lanjut ke Laut Hitam.

“Kami (pasukan Rusia) telah berhasil membebaskan Pelabuhan Mariupol dari pasukan Ukraina dan kendali pelabuhan tersebut kini sepenuhnya berada di tangan kami. Dan kami kini sudah membuka kembali pelabuhan tersebut agar bisa beroperasi secara normal melayani jalur pelayaran internasional,” tuturnya.

Pada tanggal 6 Juni lalu sebuah delegasi Rusia telah berangkat ke Turki untuk melakukan negosiasi mengenai perdagangan produk biji-bijian Ukraina agar bisa kembali memasuki pasar regional dan dunia, tambah Lyudmila.

Republik Rakyat Donetsk merupakan negara baru yang terbentuk pada 7 April 2014 yang memisahkan diri dari Ukraina dan telah diakui oleh dan mendapatkan dukungan Rusia. Negara tersebut terbentuk bersamaan dengan terjadinya ‘Revolusi Harga Diri’ di Ukraina.  (YS)

Previous Post

Kemenperin Dukung Pengembangan Kendaraan Euro 4

Next Post

Dubes Rusia Lyudmila: Setiap Negara Bebas Menentukan Sikapnya di KTT G20

Admin

Admin

Related Posts

Umum

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

by Admin
Juni 24, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA, Menghadapi Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027 di Lampung, Tim Catur PWI DKI Jakarta, menggelar seleksi terbuka setiap...

Read more

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Syaiful Umar Lewat Konser Mahabbah Allah Pakem 9

Mei 20, 2026

Indonesia “Surga Ekologis” Spesies Asing, Peneliti BRIN Ungkap Strategi Pengendaliannya

Mei 1, 2026

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026
Next Post
Dubes Rusia Lyudmila: Setiap Negara Bebas Menentukan Sikapnya di KTT G20

Dubes Rusia Lyudmila: Setiap Negara Bebas Menentukan Sikapnya di KTT G20

BERITA TERBARU

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Syaiful Umar Lewat Konser Mahabbah Allah Pakem 9

Mei 20, 2026

Bersama Gubernur DKI, Munjirin Perkuat Program Pemilahan Sampah di Jakarta Timur

Mei 12, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com