Kemitraan strategis dengan dunia internasional menjadi bagian penting untuk diterapkan suatu negara guna mendukung target-target yang dicanangkan. Kemitraan itu bisa dilakukan dengan sebuah negara atau melalui forum yang lebih luas, seperti G20 yang akan menggelar KTT di Bali pada 15-16 Nopember 2022. Mengapa kemitraan strategis begitu penting dan bagaimana agar kemitraan strategis itu bisa saling menguntungkan?
PERTAMA, dunia tak berbatas dan saling ketergantungan global semakin niscaya, maka kemitraan strategies antar negara, antar entitas dan antar komunitas telah berlangsung begitu lama. Intensitasnya makin tinggi karena ada kebutuhan, baik dalam ranah politik, ekonomi maupun budaya untuk diframing dalam satu bentuk kemitraan strategis.Pilar-pilar utama dalam kemitraan strategis tersebut adalah politik, ekonomi, dan budaya.
KEDUA, penulis mencoba sharing pandangan selintas tentang kerjasama internasional di bidang industri yang diamanatkan dalam UU nomor 3/2014 tentang Perindustrian. Amanat ini tentu masuk dalam kerangka kerja konseptual kemitraan strategis dalam rangka pengaturan, pembinaan dan pengembangan industri nasional. Kerangka kerja konseptual yang diamanatkan adalah dalam rangka : 1)peningkatan akses dan pengembangan pasar internasional. 2) pembukaan akses pada sumber daya industri. 3) pemanfaatan jaringan rantai pasok global sebagai sumber peningkatan produktifitas industri, dan 4) peningkatan investasi.
Tugas dan tanggung jawab pemerintahnya ada tiga yang utama, yakni menyusun rencana strategis, menetapkan langkah penyelamatan industri , dan atau memberikan fasilitas. Ini barangkali kerangka kerja operasional yang perlu disiapkan bersama dengan seluruh pemangku kepentingan terkait.
KETIGA, ini tentu kerja besar yang butuh pengerahan sumber daya yang tidak sedikit. Sumber daya yang terlibat dalam pemikiran strategis, juga sumber daya yang terlibat dalam penanganan dalam area yang bersifat taktis dan operasional. Pendekatannya sudah barang tentu harus komprehensif, lintas sektor dan lintas wilayah serta lintas negara.
Mengapa harus komprehensif?. Satu hal di depan sudah penulis katakan bahwa kerangka kerja konseptualnya bersifat multi target yaitu ada di 4 area. Dan target itu bila tercapai, maka angka angka capaiannya akan membuat sumbangan industri nasional terhadap PDB menjadi maksimal di 4 area strategis tersebut di atas. Dalam kemitraan strategis pasti akan kita temukan adanya faktor ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan karena para pihak pasti memiliki hidden agenda untuk tidak merugi ketika ikut aktif dalam kemitraan strategis.
KEEMPAT, penulis ingin menggarisbawahi bahwa deal-deal yang kita tawarkan fokus pada capaian di area 4 target tersebut di atas. Terkait dengan ini ,model kemitraan strategisnya yang bersifat umum adalah Internasional Industrial Cooperation (IIC). Konsep dasar operasionalnya adalah semacam untuk mewujudkan konsep pembagian kerja internasional ( internasional division of labour) atau yang sering kita kenal dengan istilah kolaborasi atau aliansi strategis. Konsep dasarnya adalah merupakan suatu cara membangun hubungan antar organisasi industri tertentu yang di dalamnya para mitra membuat banyak investasi dalam upaya pengembangan jangka panjang bersama dan dengan orientasi bersama.
Secara konseptual, aliansi strategis memungkinkan sebuah perusahaan industri memfokuskan dirinya pada kegiatan-kegiatan rantai nilai yang memberinya peluang untuk mengumpulkan semua keuntungan dari berspesialisasi. Sementara itu, semua perusahaan industri dalam jaringan tersebut memperoleh fleksibilitas tambahan dengan tidak perlu melakukan kegiatan yang dapat dilaksanakan lebih baik oleh perusahaan-perusahaan lain. Sebab itu, aliansi strategis adalah satu cara yang menguntungkan untuk menembus akses pasar baru, untuk memperoleh keterampilan, teknologi, atau produk, dan berbagi biaya tetap dan sumber-sumber daya.
KELIMA, dunia Barat dan Timur dewasa ini penuh dengan berbagai model kemitraan strategis dimana pemerintah, dunia usaha dan masyarakat bersatu padu di dalam negerinya untuk melakukan berbagai kerjasama ekonomi dengan negara-negara lain yang terbentuk di berbagai kawasan. Modalitas Indonesia Incorporated di dalam harus terbentuk untuk memperkuat posisi tawar. Di ASEAN telah ada Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Di Asia Pasifik ada RECP, di Asia di bawah pimpinan China membentuk Belt and Road Initiative untuk menggalang konektifitas ekonomi yang menjadi proyek raksasa China untuk mewujudkan mimpinya menjadi sebuah negara peradaban dan sebagai negara benua. Di Eropa ada model economic union yang menjelma menjadi Uni Eropa (UE) dengan memberlakukan mata uang tunggal. Di bawah Joe Biden, boleh jadi AS akan menghidupkan lagi kerjasama ekonomi Trans Pasifik ( koneksi antara Amerika Utara dan Asia Timur), dan Trans Atlantik (koneksi antara Amerika Serikat dan Eropa ). Bahkan ada mata rantai yang hilang yaitu koneksi antara Eropa dan Asia. Di antara negara-negara islam ada OKI.
Kerjasama-kerjasama tersebut hampir semua bersandar pada pilar politik, ekonomi dan budaya. Semua itu penting, dan bagi Indonesia yang menganut politik luar negeri bebas aktif memiliki fleksibilitas untuk ikut aktif dalam setiap kerja sama ekonomi kawasan. Kontribusi dan peran aktif yang dilakukan harapannya tentu harus mendatangkan manfaat secara politik, ekonomi maupun budaya. Sumber-sumber pertumbuhan ekonomi ada disitu, tinggal bagaimana kita bisa memerankan diri dan mengambil manfaat sebesar-besarnya untuk menggelumbungkan kue ekonomi yang dapat diperoleh dalam setiap kemitraan strategis.
Dalam kerangka ini, kita tidak boleh melupakan kontribusi komunitas STEAM ( Science, Technology, Engineering, Art dan Mathematic Indonesia dalam setiap kita tampil di forum kerjasama investasi, industri dan perdagangan di berbagai kawasan harus melibatkan komunitas STEAM. Ini penting difasilitasi karena kini tengah terjadi pergeseran paradigma bahwa globalization adalah localization, dimana banyak perusahaan global mencari mereka para pemilik global talent untuk dilibatkan dalam proses kolaborasi dengan memanfaatkan mereka agar dapat memenangkan persaingan global. Mereka biasa disebut para localize leaders pemilik global talent yang membanggakan bangsa ini.
KEENAM, penegasannya adalah bahwa tugas tanggung jawab pemerintah melayani kebutuhan perusahaan nasional dan IKM agar bisa memanfaatkan platform kebijakan industri dalam kerjasama internasional, yaitu membuka akses dan pengembangan pasar global, membuka akses pada sumber daya industri, memanfaatkan jaringan rantai suplai global sebagai sumber peningkatan produktifitas industri. Dan pada akhirnya melayani kebutuhan kerjasama investasi antara perusahaan nasional dan IKM dengan perusahaan global. Ini sekali kali pekerjaan besar dan cenderung bersifat kompleks karena semua mekanisme yang dibentuk tidak bisa dipisahkan dengan kepentingan geopolitik dan geoekonmi setiap negara pihak di berbagai kerjasama ekonomi kawasan yang mereka ikuti. Masing-masing pasti punya agenda kepentingan nasional yang harus di perjuangkan dan sekaligus harus dipertahankan.
Secara geopolitik dan geoekonomi posisi Indonesia sudah benar, yakni berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Strategi komunikasi dan diplomasi ekonominya harus bersifat ofensif membawa misi besar di 4 area strategis seperti yang diamanatkan dalam UU nomor 3) 2014 tentang perindustrian pasal 91 ayat 1) hingga ayat 4).Jika ini misi utamanya, maka kemenperin berarti berada di garda terdepan bersama kemenlu, ke mendag dan BKPM memimpin kerja besar merebut bisnis GDP di berbagai kawasan ekonomi.
KETUJUH, pemimpin Amerika Serikat baru Joe Biden telah resmi dilantik sebagai presiden AS yang janji sucinya adalah AMERIKA BERSATU. Sebelumnya dibawah Donald Trump jargonnya adalah AMERICA FIRST. Keduanya bermakna kurang lebih memiliki sepirit yang sama, yakni Amerika harus melakukan konsolidasi internal negaranya. Semua negara pasti mencermati dinamikanya ke depan terutama dalam hubungan dengan China.
Penulis melihat Partai Demokrat AS yang konon dikenal sangat globalis menarik untuk disimak dalam menghadapi China. Sebagai globalis, maka sikap hegemoninya relatif tidak akan berubah. Boleh jadi Biden akan mengaktifkan kembali TPP maupun kerjasama transatlantik dengan Eropa. Akan ada kekuatan kerjasama ekonomi RECP dan TPP.
Harapan kita mestinya tidak perlu ada RECP dan TPP karena sudah ada APEC. Kawasan ini bisa menjadi kawasan zona damai dan zona ekonomi kawasan Asia Pasifik yang solid. Tapi jika tetap ada RECP dan TPP, Indonesia harus ikut aktif di keduanya sesuai sepirit politik luar negeri bebas aktif.Isu perang dagang mungkin bisa diredam, namun perang curency harus dicermati karena nampaknya China sudah kebelet munculnya tatanan baru karena ingin segera menggeser dominasi dolar AS sebagai mata uang utama dunia, dengan sebagian besar perdagangan dilakukan menggunakan dolar AS, dan sebagian besar cadangan disimpan dalam mata uang tersebut. Belum lagi AS mendominasi semua lembaga global utama seperti IMF, World Bank, dan WTO.
Catatan lain adalah bahwa China menjadi pemasok, kreditur, sekaligus investor dan banker konsumen AS. Pemerintah AS selama ini mengalami defisit neraca perdagangan, neraca pembayaran, dan APBN secara berkelanjutan. Kedua adidaya ekonomi dunia tersebut pola hubungannya harus terus kita cermati. Tapi apapun kondisinya Indonesia untuk memanfaatkan setiap peluang yang ada karena bagaimanapun AS dan China adalah mitra strategis Indonesia yang tidak bisa diabaikan. Semoga bermanfaaat dan salam sehat.













