• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, April 30, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Rusia Tidak Akan Menjual Komoditas Energinya dengan Harga Yang Dipatok

Admin by Admin
Desember 22, 2022
0
Dubes Lyudmila: Impor Minyak Sawit Rusia Bakal Tembus 1 Juta Ton Tahun Ini

Foto: Gemabisnis.com

0
SHARES
6
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Rusia menyatakan bahwa negaranya tidak akan menjual produk energinya (terutama gas alam dan minyak bumi) apabila menggunakan harga yang dipatok/dibatasi seperti dilakukan negara-negara Uni Eropa yang telah menetapkan batas atas harga minyak mentah Rusia US$60/barrel, demikian diungkapkan Duta Besar Republik Federasi Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva kepada Gemabisnis.com, Rabu (21/12) di Jakarta.

Lyudmila mengatakan Rusia tidak dalam posisi mengemis-ngemis untuk menjual komoditas energinya ke negara-negara Eropa karena sebetulnya yang sangat membutuhkan komoditas energi Rusia tersebut adalah negara-negara Eropa sendiri, namun ironisnya justru negara Eropa itu yang ingin memaksakan aturan penjualan komoditas itu kepada Rusia.

“Kami (Rusia) tidak akan menjual komoditas energi kami ke negara-negara yang menerapkan ketentuan batas atas harga tersebut. Sebab, praktek tersebut seperti seseorang yang bangkrut datang ke sebuah toko, lalu dia memaksa pemilik toko untuk menjual barangnya kepada dia dengan harga yang dia tentukan. Siapa yang mau menjual barang dengan persyaratan seperti itu,” tutur Lyudmila.

BacaJuga

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

Sebagaimana diketahui belum lama ini negara-negara Eropa yang dimotori Uni Eropa telah menetapkan batas atas harga minyak mentah Rusia di level US$60/barrel sebagai sanksi bagi negara Beruang Putih itu atas tuduhan invasinya ke Ukraina yang dilakukan sejak 24 Februari 2022 lalu. Rusia sendiri membantah tuduhan invasi tersebut dan menamakan serangan ke Ukraina itu sebagai Operasi Militer Khusus untuk menyelamatkan peduduk di wilayah Timur Ukraina yang secara kultur memang lebih dekat dengan Rusia.

Menurut Lyudmila, apa yang diterapkan negara-negara Eropa khususnya negara-negara anggota Uni Eropa telah melanggar aturan dan norma perdagangan global dan pasar bebas yang selama ini berlaku. Karena itu, Rusia tidak akan tunduk kepada aturan yang ditetapkan secara sepihak oleh negara-negara Barat guna memperlemah perekonomian Rusia.

Lyudmila menegaskan bahwa sanksi yang diterapkan negara-negara Barat tersebut jelas sekali tidak ada legitimasinya karena semuanya melanggar peraturan yang berlaku secara internasional termasuk melanggar aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

“Tujuan mereka adalah menghancurkan ekonomi Rusia. Tapi faktanya ekonomi Rusia tidak hancur dan tetap berjalan baik-baik saja. Ekonomi Rusia sangat stabil. Pertumbuhan ekonomi memang mengalami penurunan tapi hanya 1% saja, nyaris tidak banyak artinya. Kami tidak mengalami kelangkaan makanan, energi dan kebutuhan lainnya karena kami memang meproduksi sendiri semua kebutuhan kami. Toko-toko penuh dengan produk kebutuhan masyarakat. Kami sudah sejak lama memiliki ketahanan pangan yang kuat dan berswasembada,” tegas Lyudmila.

Lyudmila mengakui kalau harga bahan pangan dan energi di Rusia memang mengalami kenaikan akhir-akhir ini, namun kenaikannya tidak banyak dan harganya masih jauh lebih murah dari negara-negara lainnya di dunia. “Kehidupan masyarakat Rusia memang menjadi sedikit kurang nyaman akibat penerapan sanksi negara-negara Barat itu, misalnya mereka menjadi tidak bisa bepergian ke luar negeri, khususnya ke negara-negara yang menerapkan sanksi,” pungkasnya. (YS)

Previous Post

Harga TBS di Sumut Turun 0,5% ke Level Rp 2.599,68/kg untuk Periode 14-20 Desember 2022

Next Post

KADI Mulai Sunset Review Pengenaan BMAD Produk Tinplate Asal RRT, Korea Selatan dan Taiwan

Admin

Admin

Related Posts

Konsep Otomatis
Ekbis

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

by Admin
April 24, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA — Sebagai rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun ke 65, Bank Jakarta menggelar kegiatan donor darah kolaboratif bersama PWI...

Read more

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026

Pengamat Soroti Pernyataan Menteri PU soal Generasi Muda Pegawai

April 7, 2026

Audit Triliunan dan Tim Lidi Bersih Kementerian PU, Progresnya Kini Jadi Sorotan

April 5, 2026
Next Post
KADI Mulai Sunset Review Pengenaan BMAD Produk Tinplate Asal RRT, Korea Selatan dan Taiwan

KADI Mulai Sunset Review Pengenaan BMAD Produk Tinplate Asal RRT, Korea Selatan dan Taiwan

BERITA TERBARU

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
Bukan Cuma Baterai, Ini Rahasia Agar Mobil Listrik Lebih Efisien Saat Mudik

Ban Menjadi Faktor Krusial Efisiensi Mobil Listrik

April 26, 2026
Konsep Otomatis

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

April 24, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com