• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, Maret 12, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

IKI September 2024: Kestabilan Ekonomi Dukung Kinerja Manufaktur Terus Ekspansi

Admin by Admin
Oktober 1, 2024
0
IKI September 2024: Kestabilan Ekonomi Dukung Kinerja Manufaktur Terus Ekspansi

Foto: Kemenperin

0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Perlambatan ekonomi dunia yang masih berlanjut hingga saat ini menekan perekonomian Indonesia, khususnya di sektor industri manufaktur. Namun demikian, ketidakpastian global semakin mereda, tingkat inflasi di beberapa negara mitra utama pun mulai terkendali. Rencana The FED untuk menurunkan suku bunga, serta penguatan ekonomi Amerika Serikat mendorong kinerja Industri manufaktur tetap ekspansi.

“Indeks Kepercayaan Industri bulan September 2024 mencapai 52,48, cenderung stabil dibandingkan dengan bulan Agustus 2024 yang sebesar 52,40, meskipun sedikit melambat 0,03 poin dibandingkan September tahun lalu,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif di Jakarta, seperti dikutip siaran pers Kemenperin, Senin (30/9).

Stabilnya IKI bulan September ini ditopang oleh 21 subsektor mengalami ekspansi dengan kontribusi terhadap PDB Industri Pengolahan Nonmigas Triwulan II 2024 sebesar 97,3%. Industri Barang Galian Non-Logam merupakan subsektor dengan kenaikan nilai IKI tertinggi. Sedangkan subsektor yang mengalami kontraksi adalah Industri Komputer, Barang Elektronik dan Optik dan Industri Pengolahan Lainnya.

BacaJuga

Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Tingginya permintaan pada industri semen untuk mendukung pembangunan IKN diduga mendorong kenaikan IKI Industri Barang Galian Non-Logam.  Sedangkan industri keramik masih menderita akibat banjir produk impor, meskipun terdapat beberapa produk industri keramik seperti saniter yang meningkat permintaan dan ekspornya.

Jika dilihat lebih detail, berekspansinya IKI bulan ini ditunjang oleh ekspansi ketiga variabel pembentuknya. IKI variabel pesanan baru ekspansi sebesar 51,95 pada bulan September 2024, meskipun mengalami perlambatan sebanyak 2,71 poin dibandingkan Agustus 2024. Demikian juga dengan nilai IKI variabel persediaan produk yang mengalami ekspansi sebesar 55,85 atau naik 0,31 poin, serta nilai IKI variabel produksi yang pada bulan ini mengalami ekspansi sebesar 51,12 setelah beberapa bulan sebelumnya selalu dalam fase kontraksi, serta naik sebesar 4,58 poin dari 46,54 pada bulan Agustus.

Peningkatan harga komoditas utama seperti minyak sawit dan karet, juga penurunan harga energi seperti minyak mentah ikut andil dalam ekspansi IKI bulan September. Di samping itu, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) bulan Agustus 2024 menunjukkan peningkatan keyakinan konsumen dengan peningkatan Indeks Penghasilan sebesar 1,5 poin. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (Durable Goods) juga tetap terjaga pada area optimis, masing-masing sebesar 107,6 dan 111,5, yang menunjukkan terjadinya perbaikan daya beli masyarakat dari bulan Agustus kemarin. Hal ini diduga berdampak pada konsumsi bulan September ini, sehingga mendorong kinerja industri tetap ekspansi.

Adapun subsektor yang mengalami kontraksi, yaitu Industri Pengolahan Lainnya, teridentifikasi mengalami penurunan pesanan, baik di luar negeri maupun dalam negeri. Febri menjelaskan bahwa Industri Pengolahan merupakan salah satu subsektor yang sangat bergantung pada permintaan khususnya permintaan luar negeri. “Kondisi perekonomian negara mitra mempengaruhi pesanan dan harga jual subsektor industri pengolahan lainnya,” jelas Febri. Selain itu, kendala waktu tunggu pengiriman diduga menyebabkan penumpukan persediaan sektor ini.

Meskipun demikian, beberapa sektor mengalami peningkatan nilai IKI dimana peningakatan terbesar terjadi pada Industri Barang Galian Non-Logam sebesar 4,84 poin dibandingkan bulan sebelumnya, dan disusul Industri Kertas dan Barang dari Kertas dengan peningkatan nilai IKI sebesar 3,52 poin dibandingkan bulan sebelumnya dan kembali ekspansi setelah sebelumnya kontraksi. Posisi ketiga adalah Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatan dengan peningkatan nilai IKI sebesar 2,33 poin dibandingkan bulan sebelumnya. Ketiga subsektor tersebut mengalami ekspansi pada ketiga variabel penyusunnya, meskipun pesanan baru untuk subsektor Industri Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatan mengalami penurunan 1,86.

Lebih lanjut, Febri menjelaskan beberapa faktor positif yang mempengaruhi IKI bulan September, antara lain penguatan nilai tukar rupiah, pertumbuhan investasi khususnya di sektor bangunan seiring dengan penyelesaian proyek Ibu Kota Nusantara (IKN) dan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta konsumsi rumah tangga, terutama dari kelas menengah ke atas, yang terus menopang perekonomian.

Namun demikian, Febri mengatakan bahwa secara keseluruhan IKI cenderung stagnan, karena belum ada kebijakan signifikan bagi industri manufaktur yang dikeluarkan oleh Kementerian/Lembaga lain, misalnya kebijakan merevisi Permendag No. 8 Tahun 2024, Rancangan Peraturan Pemerintah tentang Gas Bumi untuk Kebutuhan Domestik, Peraturan Menteri Keuangan terkait Bea Masuk Anti-Dumping (BMAD) ubin keramik impor dan Bea Masuk Tindakan Pengamanan (BMTP) kain impor.

“Saat ini Kementerian Perindustrian masih menunggu sikap perbankan terhadap kebijakan penurunan suku bunga, sehingga dapat memperbanyak kredit manufaktur. Demikian juga untuk kebijakan harga gas industri yang berkorelasi kuat dengan IKI. Semakin tinggi harga gas, akan semakin menekan IKI,” ujarnya.

Sementara itu, tenaga ahli IKI menyampaikan, penurunan suku bunga dapat mendukung permintaan domestik yang masih lemah. Kejelasan mengenai kebijakan suku bunga AS yang lebih rendah akan semakin meningkatkan aliran modal asing dan memperkuat stabilitas eksternal negara-negara berkembang. Perkembangan ini mendukung kebijakan ekonomi negara berkembang dalam menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan di tengah volatilitas global.

Persepsi kegiatan usaha bulan September ini menunjukkan sedikit penurunan dibandingkan bulan Agustus. Hal ini tampak dari persentase responden yang menjawab kondisi usahanya meningkat dan stabil sebesar 77,4%, turun sedikit dari bulan lalu sebesar 79,1%. Meskipun demikian, optimisme pelaku usaha terhadap kondisi usaha enam bulan ke depan masih meningkat, dengan persentase pesimisme pandangan pelaku usaha terhadap kondisi usaha enam bulan ke depan sebesar 5,4%, turun dari 5,9% pada bulan Agustus 2024.

Selanjutnya, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka Reni Yanita menambahkan, Kemenperin telah melakukan upaya peningkatan penetrasi pasar di dalam negeri dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri khususnya di sekolah-sekolah, pembiayaan SNI wajib bagi IKM, pemantauan pemberlakuan BMTP kain yang sudah terbit, dan percepatan pengajuan BMTP pakaian jadi yang masih dalam proses.

Momentum Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) juga membantu mendorong konsumsi industri pengolahan dengan penggunaan produk dalam negeri, baik untuk persiapan pelaksanaannya nanti maupun dalam kampanye. (YS)

Previous Post

Program DAPATI Kemenperin Mampu Bikin Produksi IKM Mete Makin Gurih

Next Post

PMI Manufaktur September 2024 Masih Kontraksi, Perlu Dukungan Regulasi Agar Kembali Ekspansif

Admin

Admin

Related Posts

Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan
Manufaktur

Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

by Admin
Maret 1, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Penjualan kendaraan listrik di Indonesia terus meningkat signifikan. Di tahun 2025 penjualannya melonjak 49% year-on-year, tertinggi di...

Read more
Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Februari 19, 2026
Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Januari 29, 2026

Tahun Ini Penyelenggaraan Krista Interfood 2026 Bertempat di NICE, PIK 2

Januari 25, 2026
Menperin RI Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menperindag Rusia di Moskow

Menperin RI Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menperindag Rusia di Moskow

Desember 9, 2025
Next Post
BPDPKS Kini Juga Tangani Kakao dan Kelapa

PMI Manufaktur September 2024 Masih Kontraksi, Perlu Dukungan Regulasi Agar Kembali Ekspansif

BERITA TERBARU

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com