• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, Maret 12, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ekspor Karet Sumatera Utara Turun di April 2025, Tertekan Cuaca, Harga, dan Hambatan Pasar

Admin by Admin
Mei 28, 2025
0
Kebijakan Tarif AS Berdampak Signifikan terhadap Ekspor Karet Sumut

Foto: Kementan

0
SHARES
10
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Volume ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) di bulan April 2025 tercatat sebesar 20.799 ton, mengalami penurunan 4,0% secara bulanan (MoM) dibandingkan dengan Maret 2025 yang mencapai 21.666 ton. Meski demikian, dibandingkan periode yang sama tahun lalu (April 2024), volume ini masih menunjukkan kenaikan sebesar 16,33% dari sebelumnya 17.878 ton.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Cabang Sumut, Edy Irwansyah mengatakan penurunan ini menandakan tantangan yang belum usai bagi sektor karet alam di Sumut, dimana volume ekspor masih jauh dari kondisi normal bulanan yang idealnya dapat mencapai 42.000 ton. Penurunan pasokan dari hulu, fluktuasi harga global, serta hambatan regulasi ekspor menjadi faktor utama yang menekan performa ekspor karet alam Sumut di bulan April ini.

Menurut Edy, kondisi cuaca yang tidak menentu turut mempengaruhi aktivitas produksi. Meskipun secara kalender sudah memasuki musim kemarau, sejumlah wilayah kebun karet justru masih diguyur hujan. Hal ini menyebabkan petani enggan menyadap karena hasil lateks tidak optimal.

BacaJuga

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Selain itu, tambah Edy, sejak awal April, harga jual karet cenderung turun, membuat petani semakin kehilangan motivasi untuk berproduksi. Harga rata-rata karet alam SICOM TSR20 pada April 2025 hanya mencapai US$171,15 sen/kg, turun tajam dari US$198,21 sen/kg pada Maret. Hingga tanggal 7 Mei 2025, harga belum menunjukkan pemulihan signifikan dan ditutup pada US$170,5 sen/kg.

Dari sisi pasar, ekspor ke Amerika Serikat mulai terdampak oleh penerapan tarif dasar impor, yang sudah memengaruhi pengapalan sejak April. Tekanan tambahan juga datang dari ketidakpastian global menjelang implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan berlaku 30 Desember 2025, menuntut seluruh produk berbasis karet harus berasal dari rantai pasok bebas deforestasi.

Pada bulan April 2025, ekspor karet alam dari Sumatera Utara ditujukan ke 31 negara tujuan. Jepang masih menjadi pasar utama dengan kontribusi 35,01%, disusul Amerika Serikat (15,53%), China (9,14%), Brasil (7,57%), dan Kanada (5,44%). Sementara itu, ekspor ke kawasan Eropa mencakup 12 negara, yaitu:

Spanyol (1,94%), Polandia (1,65%), Luksemburg (1,55%), Italia (0,87%), Rumania (0,87%), Belgia (0,64%), Prancis (0,58%), Bulgaria (0,58%), Jerman (0,58%), Slovenia (0,48%), Rusia (0,18%), dan Finlandia (0,10%). Secara keseluruhan, ekspor ke Eropa menyumbang 10,51% dari total ekspor April, lebih rendah dibandingkan Maret yang sempat mencapai 12,73%.

Edy mengatakan seiring dengan semakin dekatnya implementasi EUDR, traceability (ketertelusuran) dan kepatuhan terhadap prinsip keberlanjutan akan menjadi kunci untuk menjaga akses pasar ke Eropa. Diperlukan kerja sama antara pemerintah, industri, dan petani untuk memetakan kebun dan meningkatkan kesadaran akan pentingnya praktik ramah lingkungan. Langkah-langkah untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan mendukung harga produsen juga perlu terus dikembangkan. Dukungan bagi petani kecil, perbaikan sistem logistik, serta peningkatan produktivitas dari kebun menjadi agenda penting ke depan agar ekspor karet Sumatera Utara dapat kembali ke tren positif secara berkelanjutan. (YS)

Previous Post

Balai Kemenperin Olah Limbah Daun Nanas Jadi Bahan Baku Industri

Next Post

ICP April Turun ke Level US$65,29/Barel, Dampak Perang Tarif AS dan Tiongkok

Admin

Admin

Related Posts

Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai
Perkebunan

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

by Admin
Maret 7, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan mengajukan permintaan penangguhan konsesi atau kewajiban lainnya yang ditujukan untuk Uni Eropa (UE) kepada...

Read more
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Alam Sumut Januari 2026 Turun kendati Harga Global Menguat

Februari 28, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

APKARINDO Tagih Janji Mentan: Peremajaan Karet & Hilirisasi Aspal Karet Jangan Hanya Wacana

Februari 24, 2026
Kemendag Terbitkan Aturan Ekspor Karet Alam Spesifikasi Teknis

Kemendag Terbitkan Aturan Ekspor Karet Alam Spesifikasi Teknis

Januari 29, 2026
Next Post
Lifting Minyak Bumi Capai 567.000 BPOD di Triwulan I

ICP April Turun ke Level US$65,29/Barel, Dampak Perang Tarif AS dan Tiongkok

BERITA TERBARU

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com