Gemabisnis.com, JAKARTA–Kinerja PT Astra International. TBK (AI) di tahun 2021 mengalami peningkatan signifikan dengan meraup laba bersih sebesar Rp20,2 triliun, 25% lebih tinggi dibandingkan dengan laba bersih yang diraih tahun 2020.
“Laba bersih Grup pada tahun 2021 meningkat secara signifikan dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan hanya 7% lebih rendah dibandingkan tahun 2019,” ujar Presiden Direktur Astra International, Djony Bunarto Tjondro, dalam pernyataan pers AI, Jumat (25/02/2022).
Menurut Djony, membaiknya kinerja AI di tahun lalu tak terlepas dari kinerja divisi bisnis-divisi bisnis yang berada di bawah naungan perseroan yang tumbuh positif.
Laba bersih divisi otomotif grup meningkat 170% menjadi Rp7,3 triliun, terutama karena pemulihan dari dampak buruk pandemi yang signifikan dan langkah-langkah penanggulangannya terhadap kinerja divisi ini pada kuartal kedua tahun lalu, serta peningkatan volume penjualan pada tahun 2021, terutama pada segmen kendaraan roda empat yang didukung oleh insentif sementara pajak penjualan barang mewah.
“Walaupun Grup menunjukkan pemulihan yang signifikan pada tahun 2021, volume penjualan masih dibawah volume penjualan sebelum pandemi, dimana laba bersih pada tahun 2021 adalah 13% lebih rendah dibandingkan tahun 2019,” papar Djony.
Sementara laba bersih divisi jasa keuangan meningkat 49% menjadi Rp4,9 triliun pada tahun 2021, terutama disebabkan oleh peningkatan kontribusi dari bisnis pembiayaan konsumen dan asuransi umum
Peningkatan juga terjadi pada divisi alat berat, pertambangan, konstruksi dan energi dimana laba bersihnya naik sebesar 79% menjadi Rp6,1 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan alat berat Komatsu dan menguatnya harga batu bara.
Kontribusi positif juga didapat dari divisi agribisnis grup yang laba bersihnya meningkat 137% menjadi Rp1,6 triliun, terutama disebabkan oleh peningkatan harga minyak kelapa sawit.
Djony menambahkan, laba bersih dari divisi infrastruktur dan logistik mencatat kenaikan sebesar 53% menjadi Rp69 miliar dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terutama disebabkan peningkatan kinerja dari PT Serasi Autoraya (SERA) dan bisnis jalan tol.
Kemudian divisi teknologi informasi melalui PT Astra Graphia Tbk (AG), yang 76,9% sahamnya dimiliki Perseroan, laba bersihnya meningkat 86% menjadi Rp67 miliar, terutama disebabkan oleh peningkatan marjin operasional dan pendapatan bunga yang lebih tinggi.
“Sedangkan divisi properti melaporkan peningkatan laba bersih sebesar 26% menjadi Rp117 miliar dibandingkan tahun sebelumnya, terutama karena tingkat hunian yang lebih tinggi dan biaya operasional yang lebih rendah di Menara Astra,” kata Djony
Walaupun kinerja di tahun 2021 menunjukkan peningkatan yang signifikan, Jony memperkirakan di tahun 2022 ini perseroan akan tetap menghadapi tantangan dari situasi pandemi yang masih berlangsung.
“Dengan posisi keuangan yang kuat, grup akan terus fokus mencari peluang bisnis baru untuk mencapai pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan,” pungkas Presdir AI, Djony Bunarto Tjondro. (IK)













