• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Selasa, Desember 9, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Bapanas Dorong Peningkatan Skor PPH di Daerah Stunting

Admin by Admin
September 21, 2023
0
Amankan Pasokan, Malaysia Timbun Stok Ayam

FOTO :TST

0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA–Dalam rangka memperkuat kolaborasi antara stakehokder untuk pemenuhan konsumsi pangan hewani khususnya di daerah rawan stunting, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) melalui Kedeputian Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Peningkatan Konsumsi Protein Hewani Asal Unggas untuk Pencapaian Skor PPH di Daerah Stunting pada Rabu (20/09/2023), di Bandung.

FGD ini  bertujuan untuk menghasilkan rekomendasikebijakan pemenuhan konsumsi protein asal hewan terutama unggas dalam menjamin tercapainya target PPH.

Pada Kesempatan tersebut, Deputi Bidang Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan Badan Pangan Nasional Andriko Noto Susanto menyampaikan ada 8 komponen penting dalam pemenuhan konsumsi protein hewani masyarakat.

BacaJuga

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

“Pertama, menentukan kebutuhan protein asal unggas. Kedua, ekosistem hulu hilir perunggasan nasional. Ketiga, inovasi teknologi untuk pemuliaan dan budidaya. Keempat, peran stakeholder dalam produksi ayam dan telur nasional. Kelima, Offtaker untuk menjamin kelangsungan produksi. Keenam, pakan murah untuk produksi. Ketujuh, cadangan jagung nasional untuk pakan. Kedelapan, program bantuan pangan berupa sumber protein untuk peningkatan kualitas konsumsi,” ungkapnya.

Andriko juga menambahkan bahwa peningkatan skor PPH berpengaruh nyata tethadap penurunan stunting.

“Saat ini jika dilihat dari skor PPH, konsumsi pangan hewani secara nasional sudah mulai ideal. Selanjutnya, melalui kampanye B2SA yang semakin masif ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola pangan yang beragam dan bergizi seimbang untuk mencegah gizi buruk, kurang gizi, dan stunting,” tambahnya.

Hal tersebut senada dengan yang disampaikan oleh Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi yang dalam berbagai kesempatan Arief menyampaikan bahwa dalam memerangi kurang gizi, gizi buruk, dan stunting Badan Pangan Nasional melaksanakan sejumlah program strategis serta prioritas, seperti penyaluran bantuan pangan untuk menurunkan stunting, kampanye penganekaragaman konsumsi pangan berbasis sumber daya lokal, penetapan dan penilaian skor PPH.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Pembibitan dan Produksi Ternak Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda yang hadir sebagai narasumber secara daring dalam keterangannya menyampaikan bahwa produk unggas lokal untuk pemenuhan protein hewani secara nasional berkontribusi sebesar 23 % dari konsumsi protein hewani di Indonesia. Produk unggas menyumbang sebesar 60 % terhadap PDB peternakan, yang mana volume daging ayam dan telur menyumbang porsi yang cukup besar.

Hadir juga sebagai narasumber, Direktur Utama PT. Berdikari Syarkawi Rauf  menyampaikan kesiapan PT. Berdikari dalam mendukung ekosistem perunggasan nasional dengan mengembangkan kemitraan baik hulu dan hilir serta pengembangan skema inklusif closed loop.

Turut hadir juga dalam kesempatan tersebut narasumber dari Direktur Komersial ID FOOD Nina Sulistyowati, juga Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan yang menyampaikan perihal penyaluran bantuan pangan sumber protein untuk Keluarga Rawan Stunting (KRS) dan upaya perbaikan untuk penyaluran tahap selanjutnya.

Seluruh stakeholder yang hadir sepakat untuk dapat memenuhi kualitas pangan masyarakat akan protein hewani asal unggas diperlukan dukungan dari berbagai lintas sektor melalui sinergi dan kolaborasi. IK

Tags: Bapanasskor PPHStunting
Previous Post

Kemenperin Lepas Ekspor Minyak Jelantah Tertelusur Berbasis Sistem Informasi Digital Karya Anak Bangsa

Next Post

SPV Ekspor Perdana Serat Viscose Ramah Lingkungan Lenzing Ecovero ke Eropa

Admin

Admin

Related Posts

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang
Pangan

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

by Admin
Desember 1, 2025
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Dalam upaya terus memberikan dukungan segera bagi masyarakat yang terdampak bencana banjir di Padang, Perum BULOG bersama...

Read more
BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

Desember 1, 2025

Program Makan Bergizi, Hak Anak Indonesia Persiapkan Generasi Emas 2045

November 19, 2025
Ukraina Upayakan Pembukaan Kembali Fasilitas Transit Biji-bijian melalui Polandia pasca Larangan Impor

Impor Gandum Indonesia Turun 18% di Januari-Agustus 2025 Menjadi 7,13 Juta Ton

November 6, 2025
Rusia Ingin Tingkatkan Ekspor Gandum dan Biji-bijian ke Indonesia

Rusia Ingin Tingkatkan Ekspor Gandum dan Biji-bijian ke Indonesia

Oktober 30, 2025
Next Post
SPV Ekspor Perdana Serat Viscose Ramah Lingkungan Lenzing Ecovero ke Eropa

SPV Ekspor Perdana Serat Viscose Ramah Lingkungan Lenzing Ecovero ke Eropa

BERITA TERBARU

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Desember 8, 2025
Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Desember 8, 2025
BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

Desember 1, 2025
BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

Desember 1, 2025
Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

November 30, 2025

Era Digital Paksa Pemasaran Barang via Daring, agar Pemilik Merek Banjir Order

November 28, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Desember 8, 2025
Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Desember 8, 2025
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com