Gemabisnis.com, JAKARTA – Perum BULOG menyelenggarakan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seluruh Indonesia Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026 bertajuk “Evaluasi Kinerja 2025 dan Rencana Kerja 2026” yang berlangsung pada 11–12 Januari 2026 di Kantor Pusat Perum BULOG, Jakarta. Kegiatan strategis ini dihadiri oleh Direktur Utama, Wakil Direktur Utama, jajaran Direksi, Divisi, Pemimpin Wilayah, Pemimpin Cabang, serta manajemen BULOG.
Direktur Utama Perum BULOG Letjen TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menegaskan bahwa Rakernas Selindo 2026 menjadi momentum penting konsolidasi nasional BULOG dalam menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia pasca capaian swasembada pangan nasional tahun 2025.
“Rakernas Selindo ini menjadi momentum konsolidasi nasional bagi BULOG untuk menindaklanjuti arahan Presiden Republik Indonesia pasca capaian swasembada pangan nasional tahun 2025. Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, sektor swasta, hingga para petani di seluruh Indonesia,” tutur Ahmad Rizal seperti dikutip siaran pers Perum BULOG, Minggu (11/1).
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama BULOG juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran internal BULOG serta mitra strategis yang telah berkontribusi aktif dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan BULOG dari pusat hingga daerah, serta para mitra strategis yang telah bekerja bersama menjaga ketersediaan dan stabilitas pangan nasional. BULOG tidak bekerja sendiri, melainkan menjadi bagian dari ekosistem kolaboratif yang kuat,” tegasnya.
Rakernas Selindo Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026 secara khusus membahas target pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2026, dengan sasaran penyerapan beras sebesar 4 juta ton, meningkat dibandingkan realisasi tahun 2025 sebesar 3 juta ton. Selain itu, BULOG juga menargetkan penyerapan jagung sebesar 1 juta ton, kedelai 70.000 ton, serta penyaluran minyak goreng sebanyak 720.000 kl yang dilaksanakan bersama ID FOOD dan Agrinas Palma untuk menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan harga terjangkau.
Di sisi penyaluran, BULOG merumuskan strategi penyaluran beras SPHP sebesar 1,5 juta ton yang akan dilaksanakan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026, tidak terputus seperti tahun sebelumnya. Selain itu, ditetapkan pula target penyaluran SPHP jagung sebesar 500.000 ton, bantuan pangan selama empat bulan, penjualan beras premium dan medium ke pasar umum sebesar 2,5 juta ton, serta rencana ekspor beras premium hingga 1 juta ton dengan tetap menjaga kecukupan stok nasional.
Untuk mendukung kualitas dan tata kelola pengadaan, BULOG menegaskan penerapan kebijakan penyerapan gabah dengan prinsip any quality yang disertai persyaratan usia panen yang optimal guna menjaga mutu beras. Harga Pembelian Gabah (HPP) tetap dipedomani sebesar Rp6.500 per kilogram Gabah Kering Panen (GKP), serta diperkuat dengan transformasi sistem pembayaran hasil panen petani secara digital melalui sinergi dengan perbankan Himbara, guna menjamin transparansi, akurasi, dan perlindungan harga di tingkat petani.
Direktur Utama BULOG menegaskan bahwa strategi ke depan bertumpu pada kolaborasi lintas sektor.
“BULOG akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk TNI, Polri, Babinsa, Bhabinkamtibmas, serta Penyuluh Pertanian Lapangan. Melalui Rakernas Selindo 2026 ini, BULOG berkomitmen menjaga kesinambungan swasembada pangan dan memastikan kemandirian pangan nasional berjalan secara berkelanjutan sepanjang tahun 2026,” pungkasnya. (YS)










