• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Harga Minyak Bumi Anjlok Setelah UEA Mendukung Kenaikan Produksi

Admin by Admin
Maret 10, 2022
0
Pertamina Targetkan Kenaikan Produksi Minyak dan Gas 17% Tahun 2022

Foto: Ditjen Migas Kementerian ESDM

0
SHARES
8
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnsi.com, JAKARTA –  Harga minyak bumi dunia anjlok paling tajam dalam kurun dua tahun terakhir pada Rabu setelah anggota OPEC Uni Emirat Arab (UAE) menyatakan mendukung untuk mengalirkan lebih banyak minyak bumi ke pasar untuk mengatasi ganguan pasokan akibat sanksi yang diterapkan terhadap Rusia setelah negara itu menginvasi Ukraina.

Kantor berita Reuters melaporkan harga kontrak berjangka minyak mentah Brent turun US$16,84 atau 13,2% menjadi US$111,14 per barrel, penurunan harga harian terbesar sejak 21 April 2020. Kontrak berjangka minyak mentah AS turun US$15,44 atau 12,5% menjadi US$108,70 per barel yang merupakan penurunan harian terbesar sejak November.

“Kami mendukung peningkatan produksi dan akan mendorong OPEC untuk mempertimbangkan tingkat produksi yang lebih tinggi,” Dutabesar Yousuf Al Otaiba mengatakan dalam sebuah pernyataan yang ditwit oleh Kedutaanbesar UEA di Washington.

BacaJuga

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

POPSI: Kenaikan Pungutan Ekspor demi B50 akan Hancurkan Ekosistem Sawit

UAE dan negara tetangganya Arab Saudi adalah diantara sedikit negara dari Oraganisasi negara-negara pengekspor minyak bumi (OPEC) yang memiliki kapasitas lebih dan dapat meningkatkan produksi.

Amerika Serikat (AS) telah menyeru negara-negara produsen minyak dunia untuk meningkatkan produksi jika memungkinkan.

“Dalam masa krisis seperi ini kita perlu pasokan lebih banyak,” kata Menteri Energi AS Jennifer Granholm kepada para hadirin di sebuah event industri di Houston.

“Saat ini kita membutuhkan produksi minyak dan gas ditingkatkan untuk memenuhi permintaan yang ada,” kata dia.

Tambahan pasokan dari OPEC dapat mengkompensasi sebagian kehilangan pasokan yang terjadi akibat gangguan penjualan minyak Rusia yang ditimbulkan oleh sanksi ekonomi AS dan negara-negara lainnya.

“Potensi kenaikan produksi ini sangat berarti. UAE kemungkinan dapat dengan cepat bahkan segera menambah pasokan baru ke pasar sekitar 800.000 barel, atau sekitar sepertujuh dari pasokan yang selama ini dilakukan Rusia,” kata Bob Yawger, direktur kontrak berjangka energi di Mizuho.

OPEC mengubah sikapnya pekan ini ketika Sekjen Mohammed Barkindo mengatakan pasokan semakin rendah dibanding permintaan.

Seminggu yang lalu OPEC dan sekutunya yang dikenal dengan OPEC+, menyalahkan persoalan deopolitik ketimbang kekurangan pasokan sebagai penyebab kenaikan harga dan memutuskan untuk tidak melakukan penambahan produksi dalam waktu dekat. OPEC+ yang didalamnya termasuk Rusia telah mentargetkan peningkatan produksi 400.000 barel/hari setiap bulan, dan telah menolak permintaan AS dan negara konsumen lainnya untuk memompa minyak lebih banyak.

Rusia adalah ekportir minyak mentah dan bahan bakar terbesar di dunia, mengapalkan sekitar 7 juta bpd atau 7% dari pasokan dunia.

Harga minyak mentah telah merosot selama sesi setelah Badan Energi DUnia (IEA) menyatakan cadangan minyak bumi dapat ditambah lebih banyak lagi.

“Jika ada kebutuhan, jika pemerintahan kami memutuskan demikian, kami dapat membawa lebih banyak minyak ke pasar, sebagai bagian dari response,” kata kepala IEA Faith Birol.

Birol mengatakan keputusan IEA minggu lalu untuk melepas 60 juta barel minyak dari cadangan strategis merupakan respons awal.

Level Cadangan Minyak Bumi Strategis AS (US Strategic Petroleum Reserve) merosot minggu lalu ke level terendah sejak Juli 2002 setelah pemerintahan Biden menyetujui pelepasan di bulan November sebagai bagian dari upaya yang lebih besar untuk mendorong pasokan bahan bakar AS. (YS)

Previous Post

Ini Kontribusi Industri Pengolahan Sawit Bagi Ekonomi Nasional

Next Post

Harga TBS di Sumatra Selatan Naik 5,1% untuk Periode 10-17 Maret 2022

Admin

Admin

Related Posts

GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September
Energi & Pertambangan

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

by Admin
Juni 27, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA – Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) bersama Koalisi Transisi Bersih mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru memaksakan implementasi...

Read more
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

POPSI: Kenaikan Pungutan Ekspor demi B50 akan Hancurkan Ekosistem Sawit

Desember 30, 2025
Indonesia Menangi Sengketa Biodiesel dengan UE di WTO

Indonesia Menangi Sengketa Biodiesel dengan UE di WTO

Agustus 25, 2025

Bukukan Laba Bersih PT Krakatau Jasa Industri Optimistis Bertransformasi

Juli 31, 2025

Pemeliharaan Material Kaowool, KJI Kerjasama dengan Krakatau Steel

Juli 24, 2025
Next Post

Harga TBS di Sumatra Selatan Naik 5,1% untuk Periode 10-17 Maret 2022

BERITA TERBARU

IndoBeauty Expo Sarana Industri Kosmetik dan Perawatan Tubuh Tingkatkan Daya Saing

Agustus 7, 2026

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Juli 26, 2026

Ketua KONI DKI Hidayat Humaid Dikukuhkan Jadi Guru Besar Ilmu Kepelatihan Panahan

Juli 10, 2026
Menanti Korban Kutukan Kroasia di Piala Dunia 2026

Menanti Korban Kutukan Kroasia di Piala Dunia 2026

Juli 6, 2026

Temuan BRIN : Pupuk Silika Tingkatkan Produksi Bawang Merah TSS

Juli 3, 2026
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

Juni 27, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

IndoBeauty Expo Sarana Industri Kosmetik dan Perawatan Tubuh Tingkatkan Daya Saing

Agustus 7, 2026

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Juli 26, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com