Gemabisnis.com, JAKARTA – Impor minyak kelapa sawit India mengalami penurunan 10,2% selama bulan Juli 2022 menjadi 530.420 ton dibandingkan dengan 590.921 ton pada Juni 2022, demikian data yang dikeluarkan The Solvent Extractors’ Association of India baru-baru ini.
India mengimpor minyak kelapa sawit dalam bentuk Refined Bleached and Deodorized (RBD) Palm Olein, minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dan minyak inti sawit mentah (Crude Palm Kernel Oil/CPKO) terutama dari Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Papua New Guine.
Selama bulan Juli 2022 India mengimpor 43.555 ton RBD Palm Olein, 480.677 ton CPO dan 6.186 ton CPKO dari dunia. Malaysia menjadi pemasok terbesar selama bulan Juli 2022 dengan volume total 237.778 ton terdiri dari 16.995 ton RBD Palm Olein, 215.064 ton CPO dan 5.719 ton CPKO. Indonesia di urutan kedua dengan total volume 220.238 ton yang terdiri dari 26.560 ton RBD Palm Olein dan 193.678 ton CPO.
Selain minyak kelapa sawit pada bulan Juli 2022 India juga mengimpor 28.680 ton minyak kedelai (degummed) dari Indonesia. Sebelumnya, pada bulan Juni India mengimpor 66.399 ton RBD Palm Olein dan 64.620 ton CPO dari Indonesia.
Selain dari Malaysia dan Indonesia, selama bulan Juli 2022 India juga mengimpor 71.935 ton CPO dan 467 ton CPKO dari Thailand.
Bersamaan dengan menurunnya impor minyak kelapa sawit selama bulan Juli 2022, India juga meningkatkan impor minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari. Impor minyak kedelai selama bulan Juli 2022 mencapai 519.566 ton, naik dari 230.992 ton pada Juni 2022, sedangkan impor minyak biji bunga matahari selama bulan Juli 2022 mencapai 155.300 ton naik dari 119.558 ton pada Juni 2022. Impor minyak kedelai selama bulan Juli 2022 dilakukan India dari Argentina, Brazil dan Indonesia, sedangkan impor minyak biji bunga matahari dilakukan dari Argentina, Rusia dan Turki.
Total impor minyak nabati (edible oil) India selama bulan Juli mencapai 1.205.284 ton terdiri dari 530.420 ton minyak kelapa sawit (RBD Palm Olein, CPO dan CPKO) yang menguasai pangsa 44% (turun dibanding pangsa pada bulan Juni 2022 yang mencapai 63%), 519.566 ton minyak kedelai dan 155.300 ton minyak biji bunga matahari. (YS)










