• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, Oktober 11, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Pemanasan Global dan Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Mei 1, 2023
0
Deindustrialisasi Dan Sunset Industry

Foto: Dok. Pribadi

0
SHARES
80
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, pemanasan global yang tidak bisa ditangani dengan baik, telah menimbulkan gangguan siklus iklim yang salah satunya berupa cuaca ekstrim. Bagaimana mengatasi pemanasan global, dunia sudah sepakat bahwa ini menjadi tanggung jawab bersama. Paling tidak dibutuhkan tiga instrumen penting untuk mengatasi dampak pemanasan global, yaitu modal, teknologi, dan kebijakan publik.

KEDUA, tiga instrumen serupa juga dibutuhkan untuk dapat memacu pertumbuhan ekonomi agar biaya untuk mengatasi dampak sosial, ekonomi dan lingkungan dapat diatasi bersama oleh semua negara di dunia. Jika demikian maka mengatasi pemanasan global, dan mendorong pertumbuhan ekonomi global sama-sama butuh modal yang besar, teknologi yang canggih maupun dukungan global policy, maupun regional dan national policy yang saling bersesuaian

KETIGA, kondisi semacam itu jelas bahwa dunia sangat membutuhkan keduanya. Trade off  berada pada kecukupan modal untuk pengembangan teknologi yang biayanya sudah mahal, serta remidy dan mitigasi risiko terhadap kerusakan lingkungan yang sudah terjadi diberbagai belahan dunia. Jika kita perdalam lebih jauh, maka kita akan mendapatkan sebuah jawaban bahwa pendapatan nasional setiap negara akan tersedot habis untuk menjamin bahwa global liabilities dapat dibiayai, yaitu membayar utang global, dan membiayai dampak pemanasan global yang jumlahnya saat ini boleh jadi bisa lebih besar dari utang global yang sudah mencapai 355% dari PDB global ketika pandemi COVID melanda dunia. Kegiatan ekonomi di bidang apapun yang tidak eco friendly ke depan akan lumpuh karena pasar akan menolaknya

BacaJuga

Kaca Batin Indonesia, Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

Indonesia Daily Brief Sabtu, 10 Oktober 2026

KEEMPAT, remedy dan mitigasi risiko dampak pemanasan global bersifat mandatory. Upaya untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berwawasan lingkungan menjadi keniscayaan. Pertumbuhan ekonomi ke depan hanya akan bisa diterima oleh pasar jika dipompa dengan energi bersih. Dua isu besar global liabilities tersebut bukan lagi soal pilihan kebijakan karena dua-duanya harus dikerjakan bersama – sama.

Jika kita gabung dua unsur liabilities menjadi satu kewajiban besar, maka boleh jadi hanya 1/3 pendapatan nasional yang bisa didayagunakan untuk membiayai impor dan keperluan lain di setiap negara. Inilah tantangan pembangunan di abad ini yang membebani sistem keuangan dan pembiayaan global yang paling nyata. 2/3 output ekonomi/pendapatan nasional dunia harus digadaikan bukan untuk kesejahteraan karena harus dialokasikan untuk sebagian besar mengatasi dua isu global liabilities tersebut. Global value added dinikmati oleh sebagian besar perusahaan global yang beroperasi di negara-negara emerging economy. 2/3 value added mereka bawa pulang dalam bentuk deviden bunga, dan keuntungan. 1/3 sisanya yang dinikmati oleh negara tujuan investasi.

KELIMA, kita berpacu dengan waktu, pertumbuhan ekonomi akan terus berpacu di bawah ancaman pemanasan global. Berpacu antara optimisme dan pesimisme karena ada satu pertanyaan besar yaitu mampukah dunia memikul beban tersebut?. Output ekonomi berpacu dengan biaya ekonomi dan lingkungan. Bagaimana dengan persoalan kemampuan bayar?. Semoga saja semua mempunyai kemampuan bayar. Sebab jika tidak, yang akan terjadi adalah gagal bayar. Jika gagal bayar yang terjadi berarti ancamannya adalah kebangkrutan masal akibat semua mengalami kesulitan likuiditas.

Sisa waktu kehidupan di muka bumi yang ada tinggal remah remah karena terdampak pemanasan global dan cuaca ekstrim yang selalu menyertainya. Produktifitas sumber daya yang ada di daratan dan lautan untuk menghasilkan output ekonomi akan mengalami penggerusan nilai akibat rusak karena pengaruh pemanasan global. Sumber mata air mengering air laut menjadi hangat . Lantas timbul pertanyaan yaitu mungkinkah utang global dapat diputihkan Semua tergantung para pihaknya, dan semua membutuhkan kesepakatan bersama antara negara maju, negara berkembang, dan negara berpendapatan rendah untuk berbagi beban ( sharing the burden).

KEENAM, jika kemampuan bayar terbatas, maka potensi gagal bayar akan semakin terbuka lebar. Akibatnya beban liabilities yang menjadi tanggung jawab bersama untuk diselesaikan akan menjadi semacam kredit macet global yang bersifat abadi. Sementara itu, pemanasan global yang tidak berhasil diatasi, maka bumi akan panas membara dengan akibat fatal yaitu bumi seisinya akan tandus dan mengering. Di daratan dan di lautan sumber daya hayati, mineral akan punah, sehingga semua mahluk hidup akan mengalami kesulitan bahan pangan maupun energi. Jika ini yang terjadi, apakah ini yang disebut kiamat? Wallahualam. Semoga para pemimpin dunia, para cerdik pandai serta segenap warga dunia mampu mengatasi ancaman paling nyata di abad ini, yakni the big debt global crises, dan pemanasan global yang makin membara di bumi dan di laut.

Masih ada waktu tersisa untuk berbenah. Hanya saja butuh kesadaran bersama, dan kerjasama bersama. Yang pasti pertumbuhan ekonomi masih bisa dipacu tapi dibatasi oleh koridor lingkungan yang semakin ketat, dan pendanaan yang kian mahal serta penguasaan teknologi ramah lingkungan yang makin advance, dan dibentengi oleh rule and regulation yang ketat. Tema besarnya menjadi “Pertumbuhan Ekonomi untuk Penyelamatan Bumi”

Tags: Fauzi Azizpemanasan globalpenyelamatan bumipertumbuhan ekonomiperumbuhan industri
Previous Post

Kinerja Industri Karet Beralih dari Kontraksi Menjadi Ekspansi

Next Post

PMI Manufaktur Indonesia Terus Tumbuh Impresif

Admin

Admin

Related Posts

1.250 Bibit Sapi Perah Impor dari Australia Tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi
Opini

Kaca Batin Indonesia, Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

by Admin
Oktober 11, 2026
0

Minggu, 11 Oktober 2026 Disusun dan dikurasi oleh Paulus W Broto ANGGADA LENA Di Balik Manisnya Madu Dadhimukha tersungkur, berlumuran...

Read more
Indonesia Menangi Sengketa Biodiesel dengan UE di WTO

Indonesia Daily Brief Sabtu, 10 Oktober 2026

Oktober 10, 2026

Indonesia Daily Brief Jumat, 9 Oktober 2026

Oktober 9, 2026
Foto : VNA

Indonesia Daily Brief Kamis, 8 Oktober 2026

Oktober 8, 2026
Menikmati Suasana Santorini di Jungwok Resort, Gunung Kidul

Indonesia Daily Brief Rabu, Rabu, 7 Oktober 2026

Oktober 7, 2026
Next Post
PMI Manufaktur Indonesia Terus Tumbuh Impresif

PMI Manufaktur Indonesia Terus Tumbuh Impresif

BERITA TERBARU

1.250 Bibit Sapi Perah Impor dari Australia Tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi

Kaca Batin Indonesia, Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

Oktober 11, 2026
Indonesia Menangi Sengketa Biodiesel dengan UE di WTO

Indonesia Daily Brief Sabtu, 10 Oktober 2026

Oktober 10, 2026

Indonesia Daily Brief Jumat, 9 Oktober 2026

Oktober 9, 2026
Bahasa Rusia Resmi Masuk dalam Kurikulum SMA Taruna Nusantara

Bahasa Rusia Resmi Masuk dalam Kurikulum SMA Taruna Nusantara

Oktober 8, 2026
Foto : VNA

Indonesia Daily Brief Kamis, 8 Oktober 2026

Oktober 8, 2026
Menikmati Suasana Santorini di Jungwok Resort, Gunung Kidul

Indonesia Daily Brief Rabu, Rabu, 7 Oktober 2026

Oktober 7, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

1.250 Bibit Sapi Perah Impor dari Australia Tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi

Kaca Batin Indonesia, Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

Oktober 11, 2026
Indonesia Menangi Sengketa Biodiesel dengan UE di WTO

Indonesia Daily Brief Sabtu, 10 Oktober 2026

Oktober 10, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com