• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, April 30, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Politik dan Politik Ekonomi

Oleh : Fauzi Aziz,, Pemerhati Ekonomi dan industri

Admin by Admin
Mei 9, 2023
0
0
SHARES
39
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, ada pendapat mengatakan bahwa politik adalah kepentingan. Jika demikian, maka bisa dikatakan bahwa politik ekonomi pada dasarnya adalah soal yang berkaitan dengan kepentingan ekonomi. Kepentingan siapa?.

Secara obyektif berarti kepentingan bangsa dan negara sebagai hal yang utama. Secara subyektif bisa dikatakan menjadi kepentingan para pemodal atau kelompok tertentu di masyarakat yang berkepentingan dengan urusan ekonomi.

KEDUA, secara obyektif, politik ekonomi Indonesia diatur dalam BAB XIV UUD 1945, yaitu Perekonomian nasional dan Kesejahteraan sosial. Dua pasal yang mengaturnya, yakni pasal 33 dan pasal 34. Secara obyektif pula maka seluruh rangkaian perencanaan pembangunan ekonomi nasional, strategi dan kebijakan yang ditempuh harus sejalan dengan pesan politik ekonomi yang diatur dalam pasal 33 dan 34.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

Secara subyektif dan senyatanya, politik ekonomi secara pragmatis tunduk pada hukum pasar. Dan secara pragmatis pula terbentuk sebuah sistem ekonomi yang tunduk pada sistem kapitalisme dan liberalisme yang memberi ruang bagi pemodal menjadi penggerak utama ekonomi. Dalam praktek terjadi konflik kepentingan antara sistem ekonomi yang tunduk pada konstitusi ekonomi, dan yang tunduk pada hukum pasar yang kiblatnya adalah sistem kapitalisme dan liberalisme.

KETIGA, pada tataran perencanaan, strategi dan kebijakan bisa terjadi “ketegangan pada doktrin ekonomi”.Ketegangan ini bisa terjadi akibat adanya konflik kepentingan. Ketegangan yang sudah sama-sama kita fahami nampak pada tujuan pembangunan ekonomi.

Sistem ekonomi konstitusi jelas tujuannya yaitu growth through equity. Sedang sistem ekonomi pasar tunduk pada sistem kapitalisme dan liberalisme yang orientasinya adalah growth for growth atau pemupukan aset/kekayaan. Bias yang terjadi adalah pemupukan aset pada segelintir orang /pemilik modal, sehingga terjadi praktek monopoli, oligopi, dan sekarang ini kita mengenal ada kekuatan oligarki politik maupun ekonomi.

KEEMPAT, ada pendapat bahwa kondisi semacam itu terjadi karena muncul praktek akrobatik kebijakan yang melibatkan politisi, teknokrat, birokrat, dan kekuatan oligarki yang ujungnya menimbulkan “kesalahan” arah dalam penyelenggaraan kebijakan ekonomi. Banyak pendapat mengatakan bahwa kesalahan arah itu harus dikoreksi dengan tujuan agar penyelenggaraan kebijakan ekonomi dikembalikan pada politik ekonomi yang tunduk pada konstitusi ekonomi sebagaimana dimaksud dalam pasal 33 dan 34 UUD 1945.

Policy dialogue antar seluruh komponen bangsa penting dilakukan untuk merumuskan politik ekonomi nasional. Para cendekiawan, generasi milenial politisi, teknokrat, birokrat dan para oligarki diajak berembug dalam penyusunan politik ekonomi yang selaras dengan konstitusi ekonomi yang kita anut. Policy dialogue politik ekonomi tersebut yang terbaik difasilitasi oleh MPR. Dan kesepakatannya dituangkan dalam Tap MPR tentang Politik Ekonomi Nasional 2025-2045.

KELIMA, hikmat kebijaksanaan ada dibalik proses pembentukan Tap MPR dimaksud. Barangkali inilah cara bangsa ini menggagas masa depan ekonomi Indonesia agar berdaulat dan mandiri.. Tanpa harus menggugat masa lalu, setiap perencanaan pembangunan ekonomi serta strategi dan kebijakan yang menyertainya sepanjang dinilai tidak tepat, memang harus diperbaiki.

Karya pembangunan bangsa yang sudah baik harus dirawat bersama sebagai aset nasional. Segala macam bentuk ketimpangan, seperti kesenjangan antar kelompok pendapatan, antar wilayah dan antar sektor harus diperbaiki. Re-alokasi dan re-distribusi sumber daya ekonomi memang harus dilakukan agar triple gap pembangunan ekonomi tersebut dapat diatasi.

Bersama kita bisa. Bercerai berai kita runtuh. Kita membutuhkan praktek kebijakan ekonomi yang bersifat afirmatif, fasilitatif, promotif dan protektif untuk melindungi kepentingan nasional.

Tags: Fauzi Azizkemakmuran rakyatpasal 33politikpolitik ekonomi
Previous Post

BULOG Cadangkan Beras Impor untuk Stabilisasi Harga

Next Post

Singapura Siap Buka Impor Karkas Babi Dari Pulau Bulan

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Singapura Siap Buka Impor Karkas Babi Dari Pulau Bulan

Singapura Siap Buka Impor Karkas Babi Dari Pulau Bulan

BERITA TERBARU

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
Bukan Cuma Baterai, Ini Rahasia Agar Mobil Listrik Lebih Efisien Saat Mudik

Ban Menjadi Faktor Krusial Efisiensi Mobil Listrik

April 26, 2026
Konsep Otomatis

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

April 24, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com