• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, Januari 14, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Produksi Sawit Indonesia Terancam

Oleh: Mansuetus Darto, pendiri dan Dewan Nasional Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS)

Admin by Admin
Maret 16, 2025
0
Produksi Sawit Indonesia Terancam

Foto: Istimewa

0
SHARES
6
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Sebagaimana diketahui kita semua, Pemerintah melakukan bersih-bersih untuk sawit dalam kawasan hutan dengan keputusan kemenhut No. 36 Tahun 2025 tentang subyek hukum perusahaan perkebunan tertanam dalam kawasan hutan yang tidak berizin kehutanan dan Perpres No. 5 Tahun 2025 tentang penertiban Kawasan Hutan. Peraturan ini mengedepankan peran Kementerian Pertahanan dan Kejaksaan Agung serta institusi kepolisian.

Bahwa melalui peraturan tersebut, institusi yang dibebankan tugas dalam penertiban kawasan hutan memiliki legitimasi untuk melakukan penertiban. Selain itu, saya menganalisis ada alur proses dimana AGRINAS akan mengelola perkebunan sawit tersebut melihat contoh misalnya kebun sitaan negara karena korupsi yang menimpa PT Duta Palma seluas 210.000 ha, dikelola oleh Agrinas. Agrinas disulap menjadi BUMN sawit terbesar saat ini yang hampir saja menyamai luasan PTPN yang juga merupakan perusahaan perkebunan sawit BUMN sejak 1970-an. Jika semua perusahaan perkebunan sebagaimana yang ditetapkan oleh KLHK seluas 317.000 ha akan dikelola oleh Agrinas, maka Agrinas akan menjadi BUMN sawit Indonesia terbesar.

Lalu apa dampak bagi produksi sawit?

BacaJuga

Wali Kota Jaktim Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Lewat Panen Anggur

Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Tahun 2024 lalu, produksi sawit Indonesia sebesar 52 juta ton. Bahkan lebih rendah dari 2023 sebesar 54 juta ton. Selain itu, ekspor pun menurun di tahun 2024 hanya sebesar 29 juta ton dan ini pun lebih rendah dari 2023 sebesar 32 juta ton.

Dengan situasi saat ini, operasi tentara dan lain-lain di wilayah perkebunan saat ini dan akan diambil alih oleh negara nantinya tentu akan berimplikasi pasifnya perkebunan 317.000 ha tersebut bahkan 3,4 juta ha tidak akan dikelola/dirawat dan diolah lagi. Jika 317.000 ha tersebut tidak dikelola atau lambat dikelola maka sawit itu akan rusak. Prediksi saya akan tergerus produksi CPO (crude palm Oil) sebesar 1,3 juta ton. Jika pemerintah agresif tanpa mempertimbangkan secara matang, dengan cara kekerasan, dengan cara paksa tanpa ruang dialog (maksudnya ambil alih semua 3,4 juta dalam kawasan hutan) maka akan tergerus produksi CPO nasional sebesar 13,6 juta ton. Artinya, jika produksi CPO tahun 2024 sebesar 48 juta ton dikurangi 13,6 juta ton maka, produksi CPO Indonesia hanya sebesar 35 juta ton. Ini jika diambil alih semuanya (pasal 110 A dan 110 B UU CK). Melihat kemampuan Negara dalam mengelola perkebunan, belajar dari PTPN, ada masalah dalam produktivitas dan tidak serius mengelola sawit dan buktinya banyak masalah management seperti korupsi dan lain-lain di beberapa tahun terakhir. Maka kalaupun tetap dikelola oleh negara, sayapun tidak yakin produksi akan lebih baik.

Apa masalah lain bagi Indonesia jika produksi menurun?

Pemerintah memacu industri biodiesel untuk produksi B40 dan bahan bakunya tentu dari minyak sawit. Saya memprediksi, untuk kebutuhan B40 tersebut akan memakan minyak sawit kurang lebih sekitar 15 juta ton. Jika produksi menurun, maka ekspor akan turun juga dan secara otomatis devisa negara akan berkurang. Tahun 2024, devisa yang dihasilkan dari sawit sebesar US$27,76 miliar atau setara dengan Rp 440 triliun. Angka ini diperoleh dari ekspor minyak sawit tahun 2024 sebesar 29,5 juta ton. Kesimpulannya, kalau produksi berkurang seperti yang saya sampaikan di atas, maka 2025 devisa kita akan berkurang dari sawit atau lebih rendah dari Rp 440 triliun seperti di 2024, belum lagi saat ini, pemerintah menaikan Pajak Ekspor dan Pungutan Ekspor hampir US$230/ton. Jika seperti ini, akan merugikan negara sendiri. Sebagaimana kita ketahui, pendapatan negara hingga Februari sudah menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

Negara perlu mempertimbangkan segalanya. Apalagi Banyak BUMN sedang menghadapi banyak masalah khususnya BUMN yang mengelola sumber daya alam. Jangan sampai, ingin mengambil kue tapi rupanya kue yang diambil dan dimakan tersebut membuat sakit perut.  (YS)

Previous Post

Serapan Gabah BULOG Tembus 300.000 Ton, Siap Hadapi Panen Raya 2025

Next Post

Forwatan, GAPKI, dan Astra Agro Berkolaborasi Promosikan Sawit Sambil Berbagi dengan Anak Yatim

Admin

Admin

Related Posts

Kehutanan & Lingkungan Hidup

Wali Kota Jaktim Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Lewat Panen Anggur

by Admin
Januari 10, 2026
0

Gemabisnis, JAKARTA - Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, memimpin langsung panen anggur bersama warga di Komplek Taman Buaran Indah RW...

Read more
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Desember 31, 2025
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

POPSI: Kenaikan Pungutan Ekspor demi B50 akan Hancurkan Ekosistem Sawit

Desember 30, 2025
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

POPSI Tuntut Reformasi Kebijakan Penertiban Kawasan Hutan yang Transparan, Berkeadilan Sosial

Desember 13, 2025
Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Desember 8, 2025
Next Post
Forwatan, GAPKI, dan Astra Agro Berkolaborasi Promosikan Sawit Sambil Berbagi dengan Anak Yatim

Forwatan, GAPKI, dan Astra Agro Berkolaborasi Promosikan Sawit Sambil Berbagi dengan Anak Yatim

BERITA TERBARU

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

Januari 12, 2026

Wali Kota Jaktim Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Lewat Panen Anggur

Januari 10, 2026

Mentan RI : Amran Apresiasi Peran Kapolri dan DPR-RI dalam Percepatan Swasembada Pangan

Januari 9, 2026
BULOG Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras Tahun 2026 Melalui Skema G-to-G

BULOG Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras Tahun 2026 Melalui Skema G-to-G

Januari 7, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com