• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, Januari 18, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ukraina Upayakan Pembukaan Kembali Fasilitas Transit Biji-bijian melalui Polandia pasca Larangan Impor

Admin by Admin
April 18, 2023
0
Ukraina Upayakan Pembukaan Kembali Fasilitas Transit Biji-bijian melalui Polandia pasca Larangan Impor
0
SHARES
7
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Kyiv bermaksud membuka kembali fasilitas transit produk pangan dan biji-bijian melalui Polandia sebagai langkah pertama untuk mengakhiri larangan impor dalam pembicaraan yang dimulai Senin ini di Warsawa menyusul langkah sejumlah negara menghentikan impor biji-bijian dari Ukraina untuk melindungi pasar lokal produk pertanian mereka.

Pembicaraan tersebut kemungkinannya akan berlanjut hingga Selasa ini, kata seorang sumber yang mengetahui jalannya negosiasi tersebut kepada kantor berita Reuters, Senin (17/4).

Polandia dan Hungaria mengumumkan larangan atas sejumlah impor dari Ukraina pada Sabtu lalu. Slovakia mengatakan pada Senin bahwa negara tersebut juga akan mengambil langkah yang sama, demikian juga dengan negara-negara Eropa Tengah dan Timur lainnya yang juga mengatakan sedang mempertimbangkan langkah yang sama.

BacaJuga

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Sejumlah pelabuhan di Laut Hitam diblokir setelah invasi Rusia terhadap Ukraina dimulai pada Februari tahun lalu sehingga mengakibatkan kegiatan pengiriman produk biji-bijian Ukraina dalam jumlah besar terperangkap dalam antrian panjang di negara-negara Eropa Tengah. Harga biji-bijian produksi Ukraina itu jauh lebih murah ketimbang biji-bijian yang diproduksi di negara-negara Uni Eropa.

Para petani lokal mengatakan bahwa kondisi tersebut telah mengakibatkan harga biji-bijian mereka turut mengalami penurunan dan mengurangi penjualan mereka. Pemerintah negara-negara Eropa Tengah yang kini berada dalam tekanan telah meminta Uni Eropa untuk bertindak guna mengatasi kondisi tersebut.

Di Polandia, isu tersebut telah menciptakan permasalahan baru di tengah tahun pemilu khususnya bagi partai yang berkuasa yaitu Partai Hukum dan Keadilan yang mengandalkan dukungan masyarakat di wilayah pedesaan.

Larangan ekspor dan transit juga muncul sebagai kesepakatan untuk memperbolehkan ekspor jutaan ton biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam walaupun perang di Ukraina semakin mendekati batas akhir kesepakatan itu tanggal 18 Mei dan tuntutan Rusia telah mengakibatkan prospek dari perluasan ekspor itu menjadi tidak menentu.

Kombinasi dampak dari larangan-larangan tersebut dan kegagalan untuk menyepakati perluasan ekspor dapat berakibat jutaan ton biji-bijian Ukraina itu menjadi terkatung-katung. Ukraina memang dikenal sebagai produsen komoditas pertanian utama di wilayah tersebut dan ekspor produk pangan memberikan kontribusi yang substansial terhadap pembentukan PDB negara tersebut.

“Langkah pertama, menurut pendapat kami, seharusnya adalah pembukaan fasilitas transit, karena hal ini sangat penting dan ini harus dilakukan tanpa syarat. Setelah itu kita akan bicarakan persoalan lainnya,” kata Menteri Pertanian Ukraina, Mykola Solsky sebelum pembicaraan di Warsawa.

Sekitar 10% dari ekspor produk pangan Ukraina dilakukan melalui perbatasan Polandia, kata Solsky dalam tanggapannya yang dimuat di pesan aplikasi Telegram yang diunggah Kementerian Pertanian Ukraina. Sementara itu, pengiriman produk pangan Ukraina yang dilakukan melalui perbatasan Hungaria volumenya berkisar sekitar 6% dari total ekspor produk pertanian Ukraina.

Untuk mencegah biji-bijian Ukraina memasuki pasar Polandia, larangan Warsawa juga mencakup kegiatan transit melalui negara tersebut yang mengimpor 2,45 juta ton biji-bijian dari Ukraina pada tahun 2022 atau tiga perempat dari total impornya tahun lalu, demikian data Kementerian Pertanian Polandia.

“Tujuan akhirnya bukanlah larangan impor tersebut berlaku selamanya, tetapi untuk memastikan bahwa biji-bijian dari Ukraina yang seharusnya diekspor bisa dikirimkan menuju ke negara tujuan yang sesungguhnya,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Polandia Pawel Jablonski kepada stasiun radio RMF.

Langkah Bersama UE Tidak Bisa Dihindari

Kemungkinan rintangan bagi perdagangan biji-bijian Ukraina kembali muncul pada Minggu setelah Slovakia menyetujui penghentian impor secara permanen menyusul langkah yang dilakukan Polandia walaupun Polandia masih mempertahankan kebijakan transitnya.

Menteri Pertanian Bulgaria juga mengatakan negaranya dapat membatasi impor, demikian dilaporkan kantor berita BTA.

Istvan Nagy, menteri pertanian Bulgaria mengatakan solusi dibutuhkan tidak hanya menyangkut negaranya saja namun lebih jauh dia menyebutkan bahwa langkah menyeluruh UE tidak bisa dihindari. Republik Ceko  juga mendesak solusi yang lebih luas oleh UE seraya mengatakan untuk sementara waktu Ceko tidak akan menerapkan larangan impor.

PM Bulgaria, Hungaria, Polandia, Rumania dan Slovakia menyerukan isu tersebut dalam surat mereka ke Komisi Eropa bulan lalu. Mereka mengatakan penerapan bea masuk terhadap impor dari Ukraina seharusnya dipertimbangkan dan negara-negara tersebut juga mendorong diciptakannya sebuah mekanisme di UE untuk membeli biji-bijian murah dari Ukraina.

Seorang pejabat senior UE mengatakan para utusan negara-negara UE akan membicarakan larangan impor Polandia dan Hungaria pada Rabu ini setelah pejabat kelompok negara-negara tersebut pada hari Minggu mengatakan bahwa aksi unilateral tidak bisa diterima.

Pejabat tersebut mengatakan di tengah harga dan permintaan global yang sedang rendah sebaiknya biji-bijian dari Ukraina itu tetap berada di kelompok negara-negara itu dari pada dijual ke luar dari wilayah itu.

Ukraina biasanya mengekapor produk pertaniannya terutama biji-bijian melalui pelabuhan-pelabuhan di Laut Hitam yang sejak bulan Juli lalu dibuka blokadenya seiring dengan kesepakatan antara Rusia, Turki, Ukraina dan PBB ketika pemerintah negara-negara tersebut terus didorong untuk menurunkan harga guna mengatasi inflasi dan kemungkinan kelangkaan pangan.

Moskow mengatakan pekan lalu bahwa kesepakatan itu kemungkinan tidak bisa diperpanjang lagi kecuali negara-negara Barat mencabut berbagai hambatan yang diterapkan terhadap ekspor biji-bijian dan pupuk dari Rusia. Pada hari Senin Ukraina mengatakan kesepakatan ekspor biji-bijian melalui Laut Hitam kini terancam dicabut setelah Rusia memblokade inspeksi kapal-kapal pengangkut di wilayah perairan Turki. (YS)

Previous Post

Harga Timah Melonjak 10% Menyusul Kabar Pelarangan Tambang di Myanmar

Next Post

Kemendag Gerebek Produk Pelumas Ilegal Senilai Rp 16,5 Miliar

Admin

Admin

Related Posts

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional
Pangan

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

by Admin
Januari 13, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Pemerintah secara resmi menyepakati penetapan margin fee penugasan Perum BULOG sebesar 7%. Keputusan ini diambil dalam Rapat...

Read more
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

Januari 12, 2026
BULOG Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras Tahun 2026 Melalui Skema G-to-G

BULOG Targetkan Ekspor 1 Juta Ton Beras Tahun 2026 Melalui Skema G-to-G

Januari 7, 2026
Dubes Rusia: Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU Ditandatangani Minggu, 21 Desember 2025

Rusia Siap Tingkatkan Ekspor Gandum ke Indonesia di 2026

Januari 6, 2026
Next Post
Kemendag Gerebek Produk Pelumas Ilegal Senilai Rp 16,5 Miliar

Kemendag Gerebek Produk Pelumas Ilegal Senilai Rp 16,5 Miliar

BERITA TERBARU

Produksi Sawit Indonesia Terancam

Sawit Hasil dari Tanah Sengketa akan Hadapi Kendala Pemasaran

Januari 17, 2026
BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

Januari 12, 2026

Wali Kota Jaktim Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Lewat Panen Anggur

Januari 10, 2026

Mentan RI : Amran Apresiasi Peran Kapolri dan DPR-RI dalam Percepatan Swasembada Pangan

Januari 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Produksi Sawit Indonesia Terancam

Sawit Hasil dari Tanah Sengketa akan Hadapi Kendala Pemasaran

Januari 17, 2026
BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com