• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, Maret 12, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Pemerintah Rusia Optimistis Perundingan I-EEU FTA Bisa Diselesaikan dalam 2 Tahun

Admin by Admin
Mei 19, 2023
0
Pemerintah Rusia Optimistis Perundingan I-EEU FTA Bisa Diselesaikan dalam 2 Tahun

Foto: Gemabisnis.com

0
SHARES
6
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Pemerintah Rusia mengaku optimistis kalau Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Eurasia Economic Union/EEU) dapat menyelesaikan proses negosiasi Indonesia-EEU Free Trade Agreement hanya dalam dua tahun. Hal itu disampaikan Duta Besar Republik Federasi Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva kepada Gemabisnis.com di sela-sela jumpa pers di kediaman resminya di Jakarta, hari ini, Rabu (17/5).

Lyudmila mengakui target penyelesaian negosiasi I-EEU FTA selama dua tahun tersebut memang relatif cepat, namun target tersebut tidak hanya optimistis tapi juga cukup realistis karena hal itu merupakan hasil kajian yang dilakukan oleh para ahli Rusia dan negara UEE lainnya yang terlibat dalam proses study kelayakan sebelum dimulainya proses negosiasi I-UEE FTA.

“Target penyelesaian proses negosiasi I-UEE FTA selama dua tahun ini bukanlah tanpa dasar dan kami cukup yakin kalau dalam dua tahun proses negosiasi I-UEE FTA bisa diselesaikan. Karena, memang hasil kajian dari para ahli kami menunjukkan hal seperti itu,” tegas Lyudmila.

BacaJuga

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Menurut Lyudmila, selama ini UEE telah memiliki dua perjanjian FTA di kawasan Asia Tenggara, yaitu dengan Singapura dan Vietnam. Proses negosiasi FTA dengan Singapura bisa diselesaikan hanya dalam kurun waktu satu tahun, sedangkan proses negosiasi FTA dengan Vietnam menghabiskan waktu selama lima tahun. Jika Indonesia kemudian meratifikasi I-UEE FTA, maka Indonesia akan menjadi negara ketiga di kawasan Asia Tenggara yang memiliki perjanjian FTA dengan UEE.

“Tentu masing-masing negara memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Karena itu, proses negosiasi FTA-nya pun berbeda-beda karena memang karakteristik sosial, ekonomi, politik dan lain-lain dari  masing-masing negara berbeda-beda,” tutur Lyudmila.

Selain itu, lanjut Lyudmila, proses negosiasi FTA antara Indonesia dengan UEE pada awalnya diprediksi akan memakan waktu lebih lama karena Indonesia harus bernegosiasi dengan lima negara anggota UEE yang masing-masing memiliki kepentingan yang berbeda-beda sesuai dengan kepentingan nasional masing-masing negara. Kelima negara anggota UEE itu adalah Rusia, Belarusia, Armenia, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan.

Namun demikian, menurut Lyudmila, setelah dilakukan study kelayakan masing-masig negara anggota UEE justru memiliki optimisme yang lebih tinggi untuk menyelesaikan proses negosiasi lebih cepat dari perkiraan semula, bahkan jauh lebih cepat dari proses negosiasi yang dilakukan dengan Vietnam.

Lyudmila mengharapkan melalui kesepakatan perdagangan bebas tersebut hubungan ekonomi dan perdagangan antera Indonesia dan lima negara anggota UEE akan semakin meningkat sehingga memberikan dampak positif bagi kesejahteraan warga negara di negara-negara tersebut. (YS)

Previous Post

BBJ dan BKDI Ikuti Beauty Contest untuk Menjadi Bursa Fisik CPO

Next Post

Katrol Daya Saing Industri, Kemenperin Tingkatkan Layanan Inovasi

Admin

Admin

Related Posts

Ekbis

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

by Admin
Maret 11, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA — Pengunduran diri dua pejabat eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum menimbulkan gelombang pertanyaan baru mengenai dinamika internal...

Read more

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah,  RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah, RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

Maret 3, 2026
Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Februari 19, 2026
FTA Indonesia-EAEU Ditandatangani, Babak Baru Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Negara-negara Eurasia

FTA Indonesia-EAEU Ditandatangani, Babak Baru Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Negara-negara Eurasia

Desember 23, 2025
Next Post
Katrol Daya Saing Industri, Kemenperin Tingkatkan Layanan Inovasi

Katrol Daya Saing Industri, Kemenperin Tingkatkan Layanan Inovasi

BERITA TERBARU

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com