• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, April 15, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ini Penyebab Anggrek Kantung Terancam Kelestariannya di Indonesia

Admin by Admin
Januari 23, 2022
0
Ini Penyebab Anggrek Kantung Terancam Kelestariannya di Indonesia

Foto : BRIN

0
SHARES
65
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Anggrek Kantung atau sering juga disebut Anggrek Selop merupakan julukan bagi anggrek dari genus Paphiopedilum. Julukan tersebut dikenal luas karena Paphiopedilum memiliki bibir bunga yang termodifikasi membentuk sebuah kantung atau menyerupai selop. Keunikan bentuk bunganya inilah yang menjadi salah satu daya tarik unik bagi para kolektor anggrek, terutama kolektor mancanegara.

Namun di balik keindahan bunganya, ternyata anggrek kantung juga dikenal sebagai salah satu kelompok anggrek di Indonesia yang paling terancam kelestariannya.

Ancaman kelestarian terutama datang dari kegiatan pengambilan di alam secara berlebihan (overcollection) dan juga penurunan kualitas habitat alaminya (habitat degradation). Oleh karena itu, apabila tidak ada strategi konservasi yang tepat maka diduga populasi alami dari banyak spesies Paphiopedilum akan terus mengalami penurunan.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Bahkan karena terlalu terancamnya, seluruh spesies anggrek Paphiopedilum yang berasal dari alam telah masuk dalam daftar kategori CITES (Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora) appendix 1. Anggrek ini tidak diperkenankan keluar dari negara asalnya kecuali hanya untuk keperluan non-komersial maupun penelitian, itupun harus disertai dengan perijinan resmi dan pengawasan yang sangat ketat dari pemerintah.

Selain itu, anggrek Paphiopedilum merupakan genus anggrek terbanyak (total 15 spesies) yang masuk ke dalam daftar anggrek dilindungi berdasarkan PerMen LHK No.106 tahun 2018.

Penelitian Konservasi Anggrek

Indonesia sendiri memiliki sekitar 38 spesies Paphiopedilum yang tersebar dari Sumatera hingga Papua. Tingginya keragaman anggrek Paphiopedilum dan juga status keterancamannya telah membuat para peneliti dan penggerak konservasi anggrek dari berbagai negara memberikan perhatian khusus bagi upaya pelestarian anggrek Paphiopedilum di Indonesia.  Oleh karena itu, pada tahun 2021, Pusat Riset Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya telah melakukan penelitian berjudul ‘Baseline Study on Paphiopedilum (Orchidaceae) Conservation Strategies in Indonesia’.

“Penelitian ini bertujuan utama untuk menghimpun informasi dasar dalam rangka perumusan strategi konservasi anggrek Paphiopedilum di Indonesia,” terang Destario Metusala, ketua tim peneliti Anggrek Paphiopedilum – Kebun Raya Purwodadi BRIN.

Destario menerangkan, penelitian tersebut sekaligus sebagai upaya untuk menjajaki peluang upaya pelestarian dengan berkolaborasi bersama para hobiis anggrek di Indonesia.

Secara umum, ia menjelaskan, hasil kegiatan penelitian menunjukkan bahwa habitat alami beberapa spesies anggrek Paphiopedilum semakin menyempit dan terancam oleh konversi fungsi lahan, terutama untuk perkebunan. Selain itu, menurutnya, pada spesies-spesies tertentu ancaman kelestarian menjadi semakin meningkat dengan adanya aktivitas pengambilan di alam secara berlebihan.

Kabar baiknya, seluruh hobiis anggrek yang telah diwawancarai menunjukkan respon positif untuk mendukung penelitian dan pelestarian anggrek Paphiopedilum di Indonesia.

“Bahkan berbagai pihak terkait, termasuk komunitas hobiis, LSM, akademisi, dan institusi pemerintah dibidang konservasi sumber daya alam telah banyak terlibat dalam forum diskusi bersama untuk menguraikan permasalahan pelik dalam isu pelestarian anggrek,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil kajian dari tim peneliti BRIN, strategi konservasi terbaik untuk Anggrek Paphiopedilum tidak dapat hanya melalui pendekatan aspek biologinya saja. “Sangat penting juga untuk mempertimbangkan dan melibatkan aspek sosial dan ekonomi,” tandasnya.

Pelatihan dasar budidaya dan pemberian wawasan konservasi bagi para hobiis disekitar habitat dapat menjadi salah satu program prioritas di tahun 2022. Begitu pula dengan pembuatan database hobiis anggrek yang dapat diakses para peneliti dan akademisi, memudahkan interaksi multi-pihak dalam mendorong kegiatan riel penelitian dan pelestarian Anggrek Paphiopedilum di berbagai daerah.

Hal tersebut menjadi penting, mengingat laju degradasi kualitas habitat Paphiopedilum yang sedemikian cepat sehingga kegiatan penelitian dan penyelamatan perlu dipercepat.

Upaya pelestarian idealnya perlu mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat awam ataupun para hobiis anggrek. Beberapa hal sederhana yang dapat dilakukan masyarakat maupun para hobiis anggrek dalam mendukung pelestarian anggrek Paphiopedilum di Indonesia.

Misalnya, secara langsung masyarakat melakukan pendalaman informasi tentang suatu spesies anggrek sebelum memutuskan untuk membeli/memelihara.

Informasi tersebut, ia menyebutkan, meliputi karakter budidayanya seperti ketinggian habitat alaminya, kebutuhan sirkulasi angin, kebutuhan kelembaban, atau rentang toleransi intensitas cahayanya.

Banyak spesies Paphiopedilum yang habitatnya terbatas pada area dataran tinggi di atas 1200 m dpl, sehingga pemeliharaan di lokasi dataran rendah yang bersuhu panas dapat meningkatkan risiko kematian si anggrek.

Selain itu, Destario menerangkan, masyarakat dapat menghindari membeli anggrek cabutan alam yang belum dipelihara atau mengalami cukup masa adaptasi oleh penjual. Masyarakat juga bisa lebih memilih untuk membeli tanaman anggrek Paphiopedilum hasil dari budidaya kultur in-vitro (seringkali disebut dengan istilah bibit botolan). “Umumnya bibit anggrek hasil kultur in-vitro menunjukkan kemampuan adaptasi dan pertumbuhan yang lebih baik dibandingkan hasil dari cabutan alam,” ulasnya.

Roadmap pelestarian anggrek Paphiopedilum di Indonesia merupakan tahapan panjang yang tidak dapat tuntas hanya dengan 1 – 2 tahun penelitian saja. Oleh karena itu, kegiatan tersebut akan terus dijalankan dengan membuka kolaborasi seluas luasnya baik dengan pihak di dalam negeri maupun dari luar negeri. (nmi)

 

Tags: anggrek kantunganggrek selopBRIN
Previous Post

Harga TBS di Sumatra Selatan Naik 8% untuk Periode 18/01-08/02 2022

Next Post

Kemenperin Sosialisasikan Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual Bagi IKM

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Mei 28, 2024
Policy Hidup Di Rumah Tangga Politik

Industrialisasi For Policy Dialogue

Februari 5, 2024
Next Post
Kemenperin Sosialisasikan Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual Bagi  IKM

Kemenperin Sosialisasikan Pentingnya Perlindungan Kekayaan Intelektual Bagi IKM

BERITA TERBARU

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026

Dedikasikan 52 Tahun Berkarya, Erros Djarot Hadirkan “BADAI PASTI BERLALU” Live in Concert

April 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com