• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, Maret 12, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Boikot Produk Pro-Israel “Momentum Kebangkitan Brand Lokal Islami”

Admin by Admin
Maret 11, 2025
0
0
SHARES
59
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Gerakan boikot terhadap merek global yang dianggap mendukung Israel semakin meluas di kalangan konsumen muslim. Fenomena ini mencerminkan kesadaran baru: konsumen muslim tidak hanya mencari produk halal, tetapi juga memperhatikan isu-isu keadilan, kemanusiaan, dan keislaman.

Dalam acara Indonesia Muslim Market Outlook 2025, riset Inventure terbaru menunjukkan bahwa 89% responden lebih memilih mengganti produk global yang diboikot dengan brand lokal Islami. Momentum ini menjadi peluang bagi brand lokal Islami untuk berkembang dan memperkuat posisi mereka di pasar.

“Ini bukan sekadar tren, tetapi sebuah perubahan pola konsumsi. Konsumen muslim kini lebih sadar akan maqashid syariah—bahwa setiap pilihan konsumsi harus membawa manfaat, baik secara ekonomi, sosial, maupun spiritual,” ujar Yuswohady, Managing Partner Inventure, dalam Indonesia Muslim Market Outlook (IMMO) 2025.

BacaJuga

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Dengan peluang ini, brand lokal bisa menegaskan identitasnya sebagai brand asli Indonesia yang mendukung nilai-nilai kebaikan, termasuk kepedulian terhadap isu sosial. Brand lokal juga bisa membangun narasi dengan memosisikan diri sebagai “pilihan konsumen muslim” yang menekankan bahwa produknya adalah alternatif yang sesuai dengan prinsip halal dan mendukung ekonomi umat.

Namun peluang itu juga mengandung PR besar bagi brand lokal Islami, yaitu terus-menerus mengokohkan daya saing dengan mendongkrak manfaat fungsional (functional benefit) dan manfaat emosional (emotional benefit) dari produk, tak cukup hanya sekadar identitas Islam. Alasannya, konsumen tetap menuntut kualitas, inovasi, dan layanan brand lokal Islami yang setara atau lebih baik dari merek global.

Contohnya, merek-merek kosmetik halal kini tak cukup hanya mengandalkan branding Islami berikut label halalnya, tetapi juga meningkatkan teknologi dan kualitas produk agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas. Hal yang sama berlaku di sektor makanan, fashion, dan layanan keuangan berbasis syariah.

Wardah dan Momentum Kebangkitan; Pelopor Kosmetik Halal di Indonesia

Sejak awal kehadirannya, Wardah telah membangun positioning sebagai brand kosmetik halal yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga relevan dengan perkembangan gaya hidup Muslim di Indonesia. Kini, di tengah meningkatnya kesadaran konsumen akan nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial, Wardah kembali membuktikan ketangguhannya sebagai pemimpin industri kecantikan halal.

Alif Kartika, Global Halal Beauty Brand Development Group Head Paragon, mengungkapkan, momentum besar bagi Wardah dimulai pada tahun 2009, saat tren hijab mulai booming di Indonesia.

“Saat itu, hijab belum memiliki representasi yang kuat di industri kecantikan. Wardah melihat peluang ini dengan membangun komunitas dan menggerakkan masyarakat untuk mengekspresikan halal lifestyle. Hijab itu bisa keren, dan kami ingin mendukung perempuan Muslim dalam menampilkan kecantikan mereka sesuai dengan nilai-nilai Islam,” ujarnya dalam IMMO 2025 yang diselenggarakan oleh Inventure-Rumah Zakat.

Dalam upaya memperkuat identitasnya, Wardah melakukan rebranding besar-besaran pada 2009, mencakup perubahan komunikasi visual, desain kemasan, hingga formulasi produk yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen Muslim. Strategi ini berhasil mengukuhkan Wardah sebagai brand kecantikan halal yang modern dan terpercaya.

Lebih dari sekadar bisnis, Wardah juga menitikberatkan pada prinsip keberlanjutan (sustainability). Ini menjadi tahap baru dalam perjalanan Wardah, di mana aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang baik (Environmental, Social, and Governance atau ESG) menjadi bagian integral dari pengembangan produk dan operasional bisnisnya.

Fenomena Boikot dan Loyalitas Konsumen Muslim

Kerja keras Wardah dalam membangun brand Islami yang kuat kini semakin terasa manfaatnya, terutama ketika fenomena boikot terhadap brand global yang dianggap pro-Israel semakin meluas di Indonesia. Pergeseran perilaku konsumen menunjukkan bahwa masyarakat kini tidak hanya mempertimbangkan kualitas dan harga produk, tetapi juga keselarasan brand dengan nilai moral dan kepedulian sosial.

Berdasarkan riset terbaru dari Inventure, 92% konsumen Indonesia menyatakan kesiapan mereka untuk meninggalkan produk kecantikan global yang tidak sejalan dengan nilai kemanusiaan dan solidaritas terhadap Palestina. Perubahan ini membuka peluang besar bagi brand lokal seperti Wardah untuk memperkuat posisinya di pasar domestik dan internasional.

Paragon, sebagai induk perusahaan Wardah, telah memanfaatkan momentum ini dengan memperkuat strategi branding dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Konsumen kini semakin sadar akan pentingnya mendukung brand yang tidak hanya menawarkan kualitas, tetapi juga memiliki nilai yang sejalan dengan prinsip moral mereka.

Dengan terus berinovasi dan mempertahankan komitmennya terhadap produk halal serta keberlanjutan, Wardah tidak hanya menjadi pilihan utama bagi konsumen Muslim di Indonesia, tetapi juga berpotensi menjadi brand kosmetik halal terdepan di tingkat global.

Wardah adalah brand kosmetik halal yang berada di bawah naungan PT Paragon Technology and Innovation. Sejak berdiri, Wardah terus mengembangkan produk-produk inovatif yang mengedepankan kualitas, keamanan, dan nilai-nilai keislaman. Kini Wardah telah menjadi pionir dalam industri kecantikan halal di Indonesia dan pasar global. (LS)

 

 

Tags: boikotIMMO 2025InventureParagonproduk Pro-IsraelWardahYuswohady
Previous Post

Perum BULOG Cabang Karawang Targetkan Pengadaan 75.000 Ton Beras untuk CBP

Next Post

Ekspor Karet Alam Sumut di Februari 2025 Turun Hampir 20% MoM

Admin

Admin

Related Posts

Ekbis

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

by Admin
Maret 11, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA — Pengunduran diri dua pejabat eselon I di Kementerian Pekerjaan Umum menimbulkan gelombang pertanyaan baru mengenai dinamika internal...

Read more

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah,  RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

Dorong Penguatan Akses Pasar ke Asia Tengah, RI-Uzbekistan Luncurkan Perundingan FTA

Maret 3, 2026
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Maret 1, 2026
Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Februari 19, 2026
Next Post
Ekspor Karet Alam Sumut di Februari 2025 Turun Hampir 20% MoM

Ekspor Karet Alam Sumut di Februari 2025 Turun Hampir 20% MoM

BERITA TERBARU

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Di Balik Mundurnya Dua Dirjen PU: Temuan Audit BPK dan Kompleksitas Pengelolaan Proyek Infrastruktur

Maret 11, 2026

APKLI Minta Kepala Daerah Moratorium Pemberian Izin Retail Modern

Maret 11, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com