• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Selasa, September 22, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ekspor Karet Alam Sumut di Februari 2025 Turun Hampir 20% MoM

Admin by Admin
Maret 11, 2025
0
Ekspor Karet Alam Sumut di Februari 2025 Turun Hampir 20% MoM

Foto: Kementan

0
SHARES
34
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Volume ekspor karet alam provinsi Sumatera Utara (Sumut) di bulan Februari 2025 tercatat sebesar 20.737,4 ton, turun 19,96% month-on-month (MoM) dibandingkan Januari 2025 yang mencapai 25.910 ton. Jika dibandingkan dengan Februari 2024 yang mencapai 20.285 ton, terjadi sedikit kenaikan sebesar 2,23% secara tahunan (YoY). Namun, volume ekspor ini masih jauh di bawah kondisi normal bulanan yang bisa mencapai 42.000 ton.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Sumut Edy Irwansyah mengatakan penurunan ekspor ini terutama disebabkan oleh melemahnya permintaan dari China, salah satu konsumen utama karet alam Indonesia. Perlambatan ekonomi serta dampak ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat telah menekan pertumbuhan industri manufaktur di China, yang berdampak langsung pada permintaan bahan baku, termasuk karet alam.

Di sisi pasokan, lanjut Edy, produksi karet alam di Sumut juga mengalami kendala akibat faktor cuaca. Meskipun telah memasuki musim kemarau, curah hujan yang masih tinggi menghambat aktivitas penyadapan di perkebunan karet. Banyak petani yang mengurangi produksi, menyebabkan pasokan semakin terbatas. Namun, ada indikasi positif dari kebun karet rakyat yang mulai bergairah seiring dengan kenaikan harga karet pada Februari 2025 dibandingkan bulan sebelumnya.

BacaJuga

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

Dari sisi harga, rata-rata harga SICOM-TSR20 pada Februari 2025 tercatat sebesar US$200,49 sen/kg, sementara harga penutupan pada 10 Maret 2025 berada di angka US$196,8 sen/kg.

Tujuan Ekspor dan Pangsa Pasar Eropa

Edy mengatakan pada Februari 2025 ekspor karet alam Sumut mencakup 24 negara tujuan, dengan 12 negara di Eropa yang menyerap 6,96% dari total ekspor. Negara tujuan utama di Eropa meliputi Spanyol (0,88%), Belgia (0,81%), Luksemburg (0,26%), Italia (0,26%), Prancis (0,21%), Slovenia (0,16%), Serbia (0,16%), Belanda (0,08%), Rumania (0,08%), Polandia (0,08%), Bulgaria (0,08%), dan Finlandia (0,08%).

Lima besar negara tujuan ekspor karet alam Sumut pada Februari 2025 adalah Jepang (31,29%), Amerika Serikat (23,23%), Brasil (8,40%), Kanada (6,78%), dan India (5,50%).

Kesiapan Menuju Implementasi EUDR

Menurut Edy, industri karet alam Indonesia juga mulai bersiap menghadapi implementasi European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang akan berlaku pada 30 Desember 2025. Regulasi ini mengharuskan produk karet alam yang masuk ke Uni Eropa memiliki sertifikasi keberlanjutan dan bebas deforestasi. Dengan persentase ekspor ke Eropa yang masih di bawah 10%, regulasi ini diharapkan tidak memberikan dampak besar terhadap total ekspor karet alam Indonesia. Namun, industri tetap perlu menyesuaikan diri dengan standar keberlanjutan untuk menjaga akses ke pasar Eropa.

Secara keseluruhan, tambah Edy, tantangan ekspor karet alam masih cukup besar dengan tekanan dari permintaan global yang melemah serta terbatasnya pasokan akibat kondisi cuaca. Namun, prospek harga yang mulai membaik dapat menjadi sinyal positif bagi petani dan pelaku industri dalam menghadapi tantangan ke depan. (YS)

Previous Post

Boikot Produk Pro-Israel “Momentum Kebangkitan Brand Lokal Islami”

Next Post

1.250 Bibit Sapi Perah Impor dari Australia Tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi

Admin

Admin

Related Posts

GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September
Energi & Pertambangan

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

by Admin
Juni 27, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA – Perkumpulan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI) bersama Koalisi Transisi Bersih mengingatkan pemerintah agar tidak terburu-buru memaksakan implementasi...

Read more

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Next Post
1.250 Bibit Sapi Perah Impor dari Australia Tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi

1.250 Bibit Sapi Perah Impor dari Australia Tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi

BERITA TERBARU

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Indonesia Daily Brief Senin, 21 September 2026

September 21, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Kaca Batin Indonesia. Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

September 20, 2026
BULOG Percepat Pengiriman Beras SPHP ke Empat Wilayah Sulit Terjangkau di Papua

Indonesia Daily Brief Sabtu,19 September 2026

September 19, 2026

Rakorwil September, Pemkot Jaktim Perkuat Antisipasi Bencana dan Pelayanan Publik

September 18, 2026

Indonesia Daily Brief Jumat, 18 September 2026

September 18, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Indonesia Daily Brief Senin, 21 September 2026

September 21, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com