• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Sabtu, Mei 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ekspor Karet Sumut 2025 Menurun di Tengah Dinamika Pasar Global

Admin by Admin
Januari 28, 2026
0
Ekspor Karet Sumut Anjlok 11,99% pada Februari

Foto: Ditjenbun Kementan

0
SHARES
26
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Total volume ekspor karet asal Sumatera Utara (Sumut) sepanjang tahun 2025 tercatat sebesar 249.379 ton, mengalami penurunan sebesar 4.997 ton atau sekitar 1,97% dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 254.376 ton. Capaian tersebut menunjukkan bahwa realisasi ekspor karet Sumut masih jauh di bawah kondisi normal yang berkisar 500.000–600.000 ton/tahun.

Edy Irwansyah, Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Sumut Edy Irwansyah mengatakan penurunan volume ekspor tersebut terjadi di tengah dinamika pasar karet alam global yang masih dibayangi perlambatan permintaan, meskipun rataan harga karet SICOM TSR20 tahun 2025 meningkat menjadi US$177,11 sen/kg, lebih tinggi dibandingkan tahun 2024 sebesar US$174,34 sen/kg.

Menurut Edy, sepanjang tahun 2025, ekspor karet Sumut menjangkau 39 negara tujuan. Lima negara tujuan utama masih didominasi oleh Jepang (31,71%), Amerika Serikat (18,04%), Brasil (10,11%), Tiongkok (8,60%), dan India (5,80%), yang secara kumulatif menyerap lebih dari separuh total ekspor karet Sumatera Utara dan mencerminkan ketergantungan yang kuat terhadap pasar utama global.

BacaJuga

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Kawasan Eropa, lanjut Edy, tetap menjadi pasar strategis dengan 19 negara tujuan ekspor, yaitu Spanyol (19,80%), Italia (18,42%), Jerman (12,30%), Polandia (9,84%), Luksemburg (9,17%), Rumania (6,25%), Prancis (6,16%), Belgia (6,09%), Slovenia (3,32%), Bulgaria (2,46%), Yunani (1,34%), Latvia (1,19%), Belanda (1,12%), Kroasia (0,75%), Finlandia (0,67%), Serbia (0,45%), Ceko (0,30%), Inggris (0,24%), dan Rusia (0,14%).

Edy mengatakan penurunan volume ekspor karet pada tahun 2025 terutama dipengaruhi oleh melemahnya permintaan global, khususnya dari sektor otomotif dan industri manufaktur, seiring perlambatan ekonomi di sejumlah negara importir utama. Selain itu, gangguan cuaca ekstrem di negara-negara produsen karet dunia seperti Tiongkok, Thailand, Vietnam, Malaysia, dan Indonesia—berupa curah hujan tinggi, banjir, serta badai lokal—telah menghambat kegiatan penyadapan dan pengolahan karet.

Selain itu, tambah Edy, faktor lain yang turut menekan kinerja ekspor adalah penyesuaian stok di negara tujuan, tekanan biaya produksi, serta dinamika kebijakan perdagangan global, yang berdampak pada ekspor karet Indonesia secara umum.

Di sisi lain, kenaikan harga karet pada tahun 2025 mencerminkan adanya pengetatan pasokan global di tengah produksi yang belum pulih sepenuhnya. Terkait kebijakan pasar Eropa, penerapan European Union Deforestation Regulation (EUDR) yang mengatur kewajiban ketertelusuran dan jaminan bebas deforestasi untuk komoditas termasuk karet, secara resmi akan mulai berlaku pada 30 Desember 2026 bagi perusahaan besar dan menengah, sementara usaha mikro dan kecil memiliki masa transisi hingga 30 Juni 2027. Penundaan penerapan ini memberikan tambahan waktu bagi pelaku usaha karet untuk mempersiapkan sistem kepatuhan, sekaligus mengurangi tekanan jangka pendek terhadap arus ekspor ke Uni Eropa.

Edy memperkirakan untuk tahun 2026, produksi karet alam masih berada pada kondisi stagnan, dipengaruhi oleh penuaan tanaman karet, keterbatasan peremajaan kebun, dampak lanjutan perubahan iklim, serta fluktuasi minat petani akibat biaya input dan ketidakpastian harga. Dalam konteks pasar karet global yang masih menantang, penguatan produktivitas kebun, percepatan peremajaan, peningkatan mutu dan ketertelusuran bahan baku, serta diversifikasi pasar ekspor menjadi langkah strategis guna menjaga keberlanjutan dan daya saing ekspor karet Sumut. (YS)

Previous Post

Tahun Ini Penyelenggaraan Krista Interfood 2026 Bertempat di NICE, PIK 2

Next Post

BULOG Tegaskan Kesiapan Pasokan Dukung Ekspor Beras ke Arab Saudi

Admin

Admin

Related Posts

Manufaktur

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

by Admin
April 28, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA, - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan kualitas industri kopi...

Read more
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Alam Sumut Januari 2026 Turun kendati Harga Global Menguat

Februari 28, 2026
Next Post
BULOG Tegaskan Kesiapan Pasokan Dukung Ekspor Beras ke Arab Saudi

BULOG Tegaskan Kesiapan Pasokan Dukung Ekspor Beras ke Arab Saudi

BERITA TERBARU

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026

Indonesia “Surga Ekologis” Spesies Asing, Peneliti BRIN Ungkap Strategi Pengendaliannya

Mei 1, 2026

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com