• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, November 5, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Menperin Dorong Inovasi Produk Pangan – Kuliner sebagai Soft Diplomacy

Admin by Admin
November 5, 2026
0

Menperin Sarmuji, mencicipi produk kuliner Nusantara di arena Krista Interfood 2026, NICE, PIK 2, Banten

0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, BANTEN, – Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji melihat pentingnya menjadikan sektor kuliner yang menjadi bagian dari pengembangan sektor industri kreatif dan juga pengembangan produk pangan secara global, sebagai sarana inovasi dan jembatan dalam melakukan diplomasi lunak (soft diplomacy).

Menurut Menperin Sarmuj hal tersebut berlangsung bukan hanya pada diplomasi di tingkat kenegaraan saja, melainkan potensinya juga terbuka bagi para pelaku industri pangan dengan para diaspora Indonesia di berbagai negara, untuk memperkenalkan produk dan kuliner Nusantara di pasar global.

“Kita sudah lama mengenal rendang sebagai cita rasa produk kuliner Nusantara. Makanan sekarang bukan hanya kebutuhan primer, tetapi juga sudah menjadi simbol suatu negara, bahkan dapat menjadi sarana diplomasi lunak atau soft diplomacy. Kita memiliki keanekaragaman kuliner yang luar biasa dan masih banyak yang belum diperkenalkan kepada masyarakat internasional,” ungkapnya saat membuka secara resmi Pameran Krista Interfood 2026 di NICE PIK 2, di Tangerang, Benten, Rabu (4/11/2026).

BacaJuga

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Dari Limbah Jadi Bernilai
Selain mendorong terjalinnya kolaborasi dengan berbagai pihak, Menperin Sarmuji juga menekankan pentingnya memperkuat industri produk antara (intermediate product), yakni bahan olahan yang dipasok ke industri lain.

“Produk antara memungkinkan pelaku usaha pangan mengambil peran lebih luas dalam rantai nilai, tidak hanya menjual produk akhir kepada konsumen, tetapi juga memasok kebutuhan bagi usaha dan industri lain,” jelasnya.

Ia menyoroti inovasi pengolahan alga menjadi ekstrak untuk bahan pangan fungsional, serta pemanfaatan hasil samping pengolahan ikan menjadi bahan baku kolagen.

“Inovasi-inovasi seperti ini akan terus kita dorong. Bahan baku yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal, bahkan menjadi limbah, ternyata dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” ujarnya.

Menurut Sarmuji, pemanfaatan hasil samping produksi ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan membuka peluang usaha baru bagi pelaku IKM. Di luar pangan, ia juga mendorong pemanfaatan keanekaragaman hayati Indonesia sebagai bahan baku industri farmasi untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan baku obat.

Cicipi Mi Singkong-Tempe, Menperin Sarmuji: Strateginya Bukan Sekadar Jual Komoditas

Mi berbahan sagu, mi dari kombinasi singkong dan tempe, hingga kolagen dari kulit, sisik, dan tulang ikan menjadi sorotan Menteri Sarmuji. Menurutnya, inovasi semacam ini menunjukkan komoditas lokal berpotensi besar diolah menjadi produk pangan modern yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen.

“Tadi saya melihat mi dari sagu dengan kemasan yang sudah sangat baik dan produknya tidak kalah dengan mi biasa. Saya juga mencoba mi berbahan baku singkong dan tempe yang dikombinasikan sehingga memiliki kandungan protein dan serat lebih tinggi serta bebas gluten,” ungkap Sarmuji usai memberikan Penganugerahan Indonesia Food Innovation (IFI) 2026 di area yang sama.

Pengembangan industri berbasis sumber daya alam tidak cukup hanya mengandalkan penjualan komoditas mentah. Menurutnya, Indonesia perlu memperkuat keunggulan khas yang sulit ditiru negara lain, dengan potensi besar dari kelapa sawit, kelapa, rumput laut, sagu, serta berbagai komoditas alam lainnya.

“Strateginya bukan sekadar menjual komoditas, tetapi memperdalam hilirisasi serta memperkuat riset dan inovasi. Dengan demikian, keunggulan komparatif yang kita miliki dapat ditransformasikan menjadi keunggulan kompetitif yang berkelanjutan,” tegasnya.

Perkuat Platform Bisnis
Dalam upayanya memperkuat peranannya sebagai platform bisnis yang mempertemukan para pelaku industri, membuka peluang usaha, dan memperluas jaringan perdagangan nasional maupun internasional, KRISTA InterFOOD 2026 hadir ke-27 kalinya tahun ini.

Daud D. Salim, Chief Executive Officer Krista Exhibitions yang didampingi Christina Sudjie selaku Chief Marketing Officer mengemukakan, “Hadirnya pameran dagang internasional industri makanan dan minuman (Food and Beverage/F&B) ini menegaskan komitmennya untuk terus bertumbuh dari Indonesia dan memperluas kiprah di pasar internasional,” papar Daud.

Semangat ini tercermin melalui InterFOOD, yang telah menjadi bagian dari perjalanan Krista Exhibitions Group sejak tahun 2000 dan berkembang menjadi salah satu pameran perdagangan internasional industri makanan dan minuman (F&B).

Berlangsung hingga 7 November 2026, pameran ini menempati area seluas 60.000 meter persegi yang terbagi dalam 11 hall, sekaligus menjadi platform pertemuan bisnis bagi produsen, pemasok, distributor, importir, pembeli, dan profesional industri F&B dari berbagai negara.

KRISTAInterFOOD 2026 diikuti sekitar 1.100 peserta, termasuk 100 UMKM, dari 16 negara, dengan partisipasi Paviliun Thailand, Amerika Serikat (USA), dan China. Pameran ini menargetkan 95.000 pengunjung profesional dari 30 negara serta menghadirkan Seafood Show Asia Expo dan ALL Indonesia Cooltech Expo dalam satu rangkaian penyelenggaraan. (LS)

Tags: Daud SalimKrista Interfood 2026kulinerMenperin Sarmujipangansoft diplomacy
Previous Post

Indonesia Daily Brief Rabu, 4 November 2026

Next Post

Indonesia Daily Brief Kamis, 5 November 2026

Admin

Admin

Related Posts

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA
Ekbis

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

by Admin
Agustus 28, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Kesepakatan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) atau dikenal dengan Indonesia-EAEU...

Read more

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Juli 26, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

April 24, 2026
Next Post
Kemenperin Perkuat Industri Alsintan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Daily Brief Kamis, 5 November 2026

BERITA TERBARU

Kemenperin Perkuat Industri Alsintan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Daily Brief Kamis, 5 November 2026

November 5, 2026

Menperin Dorong Inovasi Produk Pangan – Kuliner sebagai Soft Diplomacy

November 5, 2026
Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle

Indonesia Daily Brief Rabu, 4 November 2026

November 4, 2026
1.250 Bibit Sapi Perah Impor dari Australia Tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi

Indonesia Daily Brief Selasa, 3 November 2026

November 3, 2026
Pemerintah Akan Bangun Pabrik Pakan, Pembibitan Ayam Senilai Rp 20 Triliun

Indonesia Daily Brief Senin, 2 November 2026

November 2, 2026
Pertamina, Transjakarta Jajaki Pengembangan Bus Hidrogen untuk Transportasi Bersih Rendah Karbon

Kaca Batin Indonesia, Membaca Indonesia melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

November 1, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Kemenperin Perkuat Industri Alsintan Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Daily Brief Kamis, 5 November 2026

November 5, 2026

Menperin Dorong Inovasi Produk Pangan – Kuliner sebagai Soft Diplomacy

November 5, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com