• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Senin, Agustus 31, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Diminati Konsumen Global, Bambu Jadi Harapan Baru Industri Furnitur Nasional

Admin by Admin
November 22, 2025
0
Diminati Konsumen Global, Bambu Jadi Harapan Baru Industri Furnitur Nasional
0
SHARES
12
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

BacaJuga

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Gemabisnis.com, JAKARTA–Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan bambu terbesar di dunia, dengan lebih dari 125 jenis bambu yang tumbuh di berbagai wilayah nusantara. Potensi ini menempatkan Indonesia pada posisi ketiga sebagai negara dengan sumber bahan baku bambu terbesar secara global.
Namun demikian, pemanfaatan bambu yang dilakukan masyarakat masih banyak mengandalkan teknik tradisional sehingga nilainya belum berkembang secara optimal. Melihat kondisi tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya mendorong penguatan industri hilir bambu sebagai bahan baku furnitur yang sesuai dengan prinsip ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.
Upaya pengembangan bambu telah menjadi program lintas kementerian yang dirumuskan dalam Peraturan Presiden mengenai Strategi Nasional Bambu Terintegrasi Hulu–Hilir sejak tahun 2022. Menindaklanjuti kebijakan nasional itu, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan bahwa Kemenperin tengah menyusun roadmap Pengembangan Ekosistem Industri Bambu Terintegrasi.
“Peta jalan ini mencakup rangkaian program penting, mulai dari penguatan agroforestry pascapanen, pembentukan sentra-sentra bambu, pendirian Bamboo Academy, hingga pembentukan pusat logistik bambu guna memastikan pasokan bahan baku yang lebih terstruktur dan efisien,” kata Menperin Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (21/11).
Menperin mengemukakan, bambu memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya layak menjadi alternatif kayu di industri furnitur. Selain harganya terjangkau, bambu memiliki karakter kuat, lentur, dan mudah dibentuk.
“Bahkan, untuk wilayah yang rawan gempa, bambu bisa direkomendasikan sebagai bahan konstruksi karena sifatnya yang lebih tahan guncangan,” ungkapnya. Selain itu, bambu memiliki potensi besar menggantikan kayu karena sifatnya yang ramah lingkungan dan siklus produksinya yang jauh lebih berkelanjutan.
Seiring perkembangan teknologi dan desain, produk berbasis bambu kini tampil semakin modern dengan variasi material dan teknik olahan. Inovasi seperti teknologi bamboo laminated memungkinkan bambu diolah menjadi papan dengan karakteristik mirip kayu sehingga menghasilkan furnitur dan produk dekorasi dengan kualitas tinggi serta tampilan kontemporer.
“Tren ini juga selaras dengan berkembangnya minat industri pariwisata terhadap konsep bangunan ramah lingkungan,” ujar Menperin. Di Bali, misalnya, banyak resor wisata mengusung konsep eco-resort dengan memanfaatkan bambu sebagai material utama bangunan, furnitur, dekorasi rumah, hingga perlengkapan amenities bagi para tamu.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menyampaikan, konsumen dunia kini semakin mengutamakan produk berkelanjutan dengan bahan yang tidak menimbulkan kerusakan alam. Riset Grand View Research memproyeksikan bahwa pasar furnitur ramah lingkungan akan meningkat dari USD 43,26 miliar pada tahun 2022 menjadi USD83,76 miliar pada 2030.
Sementara Market.us memprediksi pasar global produk berbasis bambu akan tumbuh dari USD74 miliar pada tahun 2024 menjadi USD118,3 miliar pada 2034. Menurut Reni, pertumbuhan pasar ini menandai terjadinya pergeseran tren yang memberi peluang besar bagi bambu untuk menggantikan kayu, terutama karena bambu memiliki siklus panen jauh lebih cepat dan produksinya tidak berkaitan dengan isu deforestasi.
Tingkatkan kualitas produksi
Reni juga menilai bahwa pengembangan industri pengolahan bambu di Indonesia perlu memperhatikan sejumlah tantangan penting. Di antaranya, ketersediaan bahan baku dengan standar kualitas industri masih terbatas, dan teknologi permesinan yang digunakan banyak pelaku usaha umumnya masih sederhana.
Selain itu, keterampilan sumber daya manusia dalam membuat, merancang, dan mengembangkan produk baru juga masih perlu ditingkatkan. “Pengetahuan mengenai diversifikasi produk dan tren desain global juga perlu diperluas agar industri bambu Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara yang lebih maju, seperti China, yang telah memiliki ekosistem bambu modern dan terintegrasi,” ungkapnya.
Untuk itu, aspek pengolahan pascapanen menjadi sangat krusial karena proses inilah yang menentukan kualitas bahan baku sebelum diolah menjadi produk akhir. Saat ini, banyak proses pengolahan pascapanen masih dilakukan secara otodidak sehingga kualitasnya tidak konsisten.
Melihat kebutuhan tersebut, Ditjen IKMA menggandeng Yayasan Pengrajin Bambu Indonesia (YPBI), sebuah lembaga pelestari bambu yang juga menjadi pusat pelatihan bagi para perajin, untuk meningkatkan kualitas produksi melalui berbagai program pelatihan.
Dalam kerja sama ini, Ditjen IKMA memberikan pelatihan teknis bagi sepuluh perajin di bawah naungan YPBI, termasuk pelatihan pengoperasian mesin, teknik pengolahan pascapanen, serta peningkatan keterampilan membuat produk baru.
Pelatihan tersebut berlangsung di Kabupaten Bogor pada 20–23 Oktober 2025. Sejalan dengan itu, Ditjen IKMA juga memberikan fasilitasi berupa mesin potong, mesin pembelah dan perajang, mesin press laminasi, serta mesin planner yang dilengkapi pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Plt. Direktur IKM Pangan, Furnitur dan Bahan Bangunan, Yedi Sabaryadi menambahkan bahwa penggunaan mesin-mesin tersebut telah meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi perajin secara signifikan. Bahkan, setelah menerima fasilitasi, YPBI telah memperoleh beberapa pesanan dalam jumlah besar seperti aplikasi plafon interior anyaman bambu untuk Employee Centre PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, pembuatan produk cangkir dan botol minum bekerja sama dengan Sentra Bambu Bangli, serta pembuatan anyaman untuk rumah di kawasan Puncak Paseban Bogor. BN

Tags: industri bambuproduk bambu
Previous Post

INNOPROM 2026, Ajang Strategis Tunjukkan Kekuatan Sektor Manufaktur Nasional

Next Post

Hadapi Dinamika Global, Kemenperin Pacu IKM Furnitur Tembus Pasar Nontradisional

Admin

Admin

Related Posts

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA
Ekbis

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

by Admin
Agustus 28, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Kesepakatan perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dengan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU) atau dikenal dengan Indonesia-EAEU...

Read more

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Juli 26, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026
Next Post
Dukung Perluasan Pasar, Kemenperin Pacu IKM Furnitur Ekspansi ke Timur Tengah

Hadapi Dinamika Global, Kemenperin Pacu IKM Furnitur Tembus Pasar Nontradisional

BERITA TERBARU

makanan kucing daging ham. foto. cats.com

Bisakah Kucing Makan Daging Ham?

Agustus 31, 2026
Mengamati dan Mendengar Kicauan Burung Bermanfaat bagi Kesehatan Mental Anda

Mengamati dan Mendengar Kicauan Burung Bermanfaat bagi Kesehatan Mental Anda

Agustus 28, 2026
Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Agustus 28, 2026
kotak pasir kucing, cats.com

Berapa Banyak Kotak Pasir yang Sebaiknya Anda Miliki untuk Setiap Kucing?

Agustus 27, 2026
10 Fakta Menarik Tentang Cakar Kucing Anda

10 Fakta Menarik Tentang Cakar Kucing Anda

Agustus 25, 2026

IndoBeauty Expo Sarana Industri Kosmetik dan Perawatan Tubuh Tingkatkan Daya Saing

Agustus 7, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

makanan kucing daging ham. foto. cats.com

Bisakah Kucing Makan Daging Ham?

Agustus 31, 2026
Mengamati dan Mendengar Kicauan Burung Bermanfaat bagi Kesehatan Mental Anda

Mengamati dan Mendengar Kicauan Burung Bermanfaat bagi Kesehatan Mental Anda

Agustus 28, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com