• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Jumat, Desember 12, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ekspor Karet Sumut Naik pada Mei 2025 Walau Belum Pulih ke Level Normal

Admin by Admin
Juni 29, 2025
0
Ekspor Karet Alam Sumut di Februari 2025 Turun Hampir 20% MoM

Foto: Kementan

0
SHARES
30
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Volume ekspor karet alam asal Sumatera Utara (Sumut) pada Mei 2025 tercatat sebesar 22.896 ton, mengalami kenaikan 10,08% secara bulanan (month-on-month/MoM) dibandingkan volume ekspor bulan April 2025 yang mencapai 20.799 ton. Demikian pula secara tahunan (year-on-year/YoY), ekspor tumbuh signifikan sebesar 46,56% dibandingkan Mei 2024 yang hanya mencapai 15.620 ton.

Sekretaris Eksekutif Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (GAPKINDO) Cabnag Sumut Edy Irwansyah mengatakan bahwa meskipun terjadi peningkatan, volume ekspor di bulan Mei 2025 ini masih belum kembali ke kondisi normal, di mana rata-rata bulanan ekspor karet alam Sumut mencapai 42.000 ton. Kenaikan ekspor Mei lebih banyak didorong oleh pergeseran dan peluang pasar, bukan oleh pemulihan struktural dari sisi pasokan/produksi.

Menurut Edy, terdapat sejumlah faktor yang mempengaruhi kinerja ekspor karet alam Sumut akhir-akhir ini, salah satunya adalah faktor ketidakpastian tarif impor Amerika Serikat (AS) dan pemulihan pada Mei. Di bulan April 2025, eksportir menghadapi ketidakpastian terkait rencana kenaikan tarif dasar impor ke Amerika Serikat, bagian dari arah kebijakan proteksionis “Tarif Trump”. Rencana tersebut memicu penundaan pengapalan ke AS karena eksportir menghindari potensi beban tambahan biaya. Namun, hanya beberapa jam setelah tarif tersebut mulai berlaku, pemerintah AS mengumumkan penundaan implementasi tarif selama 90 hari, yang kemudian mendorong pemulihan volume pengapalan di bulan Mei, khususnya ke pasar AS.

BacaJuga

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Faktor lainnya adalah melemahnya permintaan dari industri manufaktur global. Kinerja ekspor juga dibatasi oleh melemahnya permintaan dari sektor manufaktur, terutama industri ban kendaraan sebagai konsumen utama karet alam global. Hal ini tercermin dari posisi China yang berada di luar lima besar negara tujuan ekspor di bulan Mei 2025, padahal China adalah konsumen nomor satu karet alam dunia.

Penurunan aktivitas industri ban di China dan negara lainnya berdampak pada rendahnya serapan pasar, sehingga meskipun terdapat peningkatan ekspor ke beberapa negara, termasuk ke Uni Emirat Arab (UEA) yang kini masuk dalam lima besar,  harga karet tetap melemah dan volume ekspor belum dapat tumbuh signifikan. UEA sendiri bukan pasar baru, melainkan negara yang selama ini berada di luar lima besar namun pada Mei menunjukkan peningkatan volume yang mencolok.

Sementara itu, lanjut Edy, harga karet alam mengalami pelemahan di tengah berlangsungnya ketidakpastian global. Rata-rata harga karet alam pada Mei 2025 tercatat sebesar US$171,01 sen/kg, sedikit lebih rendah dibandingkan April (US$171,15 sen/kg). Hingga penutupan perdagangan tanggal 27 Juni, harga tercatat turun lebih lanjut menjadi US$161,6 sen/kg, menandakan berlanjutnya tekanan harga di pasar internasional.

Ekspor karet alam dari Sumut pada Mei 2025 ditujukan ke 26 negara tujuan. Lima negara dengan kontribusi volume terbesar adalah: Jepang (26,63%), Amerika Serikat (18,24%), Brasil (17,52%), India (7,48%), dan Uni Emirat Arab (UEA) (5,28%). Masuknya UEA ke posisi lima besar menunjukkan potensi pasar yang meningkat, didorong oleh percepatan implementasi perjanjian dagang Indonesia–UEA (CEPA) dan peningkatan permintaan sektor otomotif dan manufaktur di negara tersebut.

Edy menambahkan ekspor karet alam Sumut ke kawasan Eropa pada Mei 2025 mencakup 14 negara tujuan, dengan kontribusi mencapai 12,75% dari total ekspor, naik dari 10,51% pada April. Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor di kawasan Eropa adalah Polandia (2,20%), Italia (1,99%), Turki (1,68%), Jerman (1,32%), Belgia (1,14%), Rumania (1,06%), Spanyol (1,06%), Luksemburg (0,88%), Slovenia (0,44%), Yunani (0,26%), Bulgaria (0,26%), Republik Ceko (0,18%), Prancis (0,18%), dan Finlandia (0,09%).

Peningkatan ekspor ke Eropa mencerminkan adanya minat dan peluang yang terus berkembang di kawasan tersebut. Namun demikian, pelaku usaha perlu segera bersiap menghadapi implementasi European Union Deforestation-free Regulation (EUDR) yang akan mulai berlaku pada 30 Desember 2025. Aturan ini akan mewajibkan seluruh produk karet yang memasuki pasar Uni Eropa untuk memiliki jaminan bahwa produk tersebut tidak berasal dari lahan yang mengalami deforestasi setelah tahun 2020, serta memiliki sistem ketertelusuran rantai pasok yang ketat. Dengan demikian, EUDR sekaligus menjadi tantangan maupun peluang strategis bagi sektor karet Indonesia, khususnya dari Sumatera Utara, untuk meningkatkan standar keberlanjutan dan daya saingnya di pasar global.

Secara umum, tegas Edy, peningkatan ekspor pada Mei 2025 menunjukkan sinyal positif pemulihan kinerja perdagangan, namun belum mencerminkan pemulihan penuh dari sisi produksi maupun daya serap pasar global. Tantangan struktural seperti melemahnya permintaan global, harga yang stagnan, dan kesiapan terhadap regulasi pasar tujuan tetap menjadi perhatian utama. (YS)

Previous Post

PT Krakatau Tirta Operasi dan Pemeliharaan Solusi Air Demin Pure Water

Next Post

Lebih Dari 1.500 Sapi Perah Impor Tiba, Perkuat Produksi Susu Nasional

Admin

Admin

Related Posts

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%
Perkebunan

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

by Admin
Desember 8, 2025
0

Gemabisnis.com, JAKARTA — Banjir yang melanda sejumlah wilayah sentra karet di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat berdampak signifikan terhadap...

Read more
Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Desember 8, 2025
Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

November 30, 2025
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

November 27, 2025
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Impor Minyak Sawit India dari Indonesia Anjlok di Oktober 2025, Malaysia Rebut Posisi Indonesia

November 27, 2025
Next Post
Lebih Dari 1.500 Sapi Perah Impor Tiba, Perkuat Produksi Susu Nasional

Lebih Dari 1.500 Sapi Perah Impor Tiba, Perkuat Produksi Susu Nasional

BERITA TERBARU

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Indonesia Nyatakan Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Desember 11, 2025
Ekspor Naik 25,31% YoY, Impor Melonjak 36,77% YoY pada Januari 2022

Kesepakatan Dagang AS-Indonesia Terancam Batal, Ungkap Pejabat AS

Desember 11, 2025
Jelang Nataru, BULOG Gelontorkan Ribuan Ton Beras SPHP di Papua Raya

Jelang Nataru, BULOG Gelontorkan Ribuan Ton Beras SPHP di Papua Raya

Desember 10, 2025
Menperin RI Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menperindag Rusia di Moskow

Menperin RI Lakukan Pertemuan Bilateral dengan Menperindag Rusia di Moskow

Desember 9, 2025
Indonesia–Russia Perkuat Kolaborasi Industri Jelang INNOPROM 2026

Indonesia–Russia Perkuat Kolaborasi Industri Jelang INNOPROM 2026

Desember 9, 2025
BULOG Percepat Pengiriman Beras SPHP ke Empat Wilayah Sulit Terjangkau di Papua

BULOG Percepat Pengiriman Beras SPHP ke Empat Wilayah Sulit Terjangkau di Papua

Desember 9, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Indonesia Nyatakan Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Desember 11, 2025
Ekspor Naik 25,31% YoY, Impor Melonjak 36,77% YoY pada Januari 2022

Kesepakatan Dagang AS-Indonesia Terancam Batal, Ungkap Pejabat AS

Desember 11, 2025
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com