Gemabisinis.com, JAKARTA – Sebagai bagian memperingati Hari Perempuan Sedunia atau Hari Perempuan Internasional hari ini (8/3), Wasekjen Bidang Perempuan dan Anak Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik, Agustina Doren menyampaikan, Indonesia harus mewaspadai persoalan (Angka Kematian Ibu) – AKI – Maternal Mortality Rate (MMR) setelah melahirkan di Indonesia.
“Indonesia harus mewaspadai persoalan AKI ini karena mencapai lebih dari 200 orang dari 100.000 kelahiran hidup. Terutama apabila dibandingkan dengan negara-negara lainnya di kawasan ASEAN lainnya,”
“Pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) yang kelima, AKI di Indonesia, ditargetkan harus turun menjadi 100 per 100.000 di tahun 2015.
Akan tetapi kenyataannya sampai saat kini angka ini masih rancu dan belum diketahui kepastiannya apakah mampu turun sampai serendah itu di Indonesia,” ungkap dia.
Dikutip dari Detiknews, beberapa waktu yang lalu Dekan FK Unair Prof Dr dr Budi Santoso SpOG (K) saat dikonfirmasi mengatakan, sebelum tahun 2021, rata-rata kematian ibu di Indonesia angkanya 4.000-4.900an. Namun hingga 27 Desember 2021 angkanya sudah menginjak 6.800an di Indonesia.
Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab dari angka kematian ibu di Indonesia yakni infeksi hingga pendarahan. Namun ada juga faktor akses sosial, pendidikan hingga ekonomi, misalnya terlambat menangani persoalan persalinan hingga akses terhadap fasilitas kesehatan.
Agustina menegaskan bahwa Hari Perempuan Internasional diperingati sebagai hari akses terhadap berbagai hak terhadap perempuan. Sehingga untuk itu perempuan Indonesia harus mampu ikut berpartisipasi dalam mengawasi angka penurunan AKI.
“Jika proses aktualisasi Jaminan Persalinan masih mandek akibat dana yang tidak akuntabel maka persoalan AKI di Indonesia tidak akan pernah turun sesuai dengan target SDGs tahun 2015,” imbuhnya.
“Semua ini harus secara simultan diupayakan peningkatannya. Selain dari pemerintah melalui Kementerian Kesehatan, perangkat desa seperti program suami siaga, bidan siaga, hingga warga siaga juga harus terus digencarkan dan dihidupkan kembali.
Penurunan angka AKI adalah bentuk keberhasilan terhadap hak-hak perempuan di Indonesia bidang kesehatan, untuk itu mari kita perjuangkan penurunan angka AKI. Selamat Hari Perempuan Internasional tahun 2022,” pungkas Agustina. (LS)













