• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Sabtu, April 18, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Impor Gandum Indonesia Turun 18% di Januari-Agustus 2025 Menjadi 7,13 Juta Ton

Admin by Admin
November 6, 2025
0
Ukraina Upayakan Pembukaan Kembali Fasilitas Transit Biji-bijian melalui Polandia pasca Larangan Impor
0
SHARES
517
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Volume impor biji gandum Indonesia selama delapan bulan pertama (Januari-Agustus) tahun 2025 mengalami penurunan 18% menjadi 7,13 juta ton dibandingkan 8,70 juta ton pada periode yang sama tahun 2024, demikian data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (Aptindo).

Selama delapan bulan pertama tahun 2025, Australia masih menjadi pemasok biji gandum terbesar ke Indonesia dengan volume 3,45 juta ton, diikuti Kanada dengan 1,76 juta ton, Argentina 951.421 ton, Amerika Serikat (AS) 476.211 ton, Brazil 211.175 ton, Republik Federasi Rusia 158.400 ton, Ukraina 122.961 ton, India 36.490 ton, Moldova 3.768 ton.

Australia kembali menjadi sumber impor biji gandum terbesar bagi Indonesia setelah sempat mengalami penurunan drastis di tahun 2019 dan 2020 akibat bencana kekerigan parah yang disertai dengan bencana kebakaran lahan. Pada tahun 2019 impor biji gandum Indonesia dari Australia hanya sebanyak 891.387 ton, turun drastis dari 2,42 juta ton tahun 2018 dan 5,10 juta ton tahun 2017. Impor biji gandum dari Australia kembali pulih pada tahun 2021 menjadi 4,69 juta ton.

BacaJuga

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG Siapkan Pembangunan 100 Titik Infrastruktur Pascapanen

Penurunan volume impor biji gandum Indonesia di delapan bulan pertama 2025 mencerminkan terjadinya penurunan permintaan biji gandum di dalam negeri terutama akibat melemahnya permintaan produk pangan berbasis tepung terigu selama periode Januari-Agustus 2025. Penurunan tersebut terkait erat dengan kondisi perekonomian nasional selama periode delapan bulan pertama tahun 2025 yang sedang melemah.

Menurut data Aptindo, konsumsi tepung terigu Indonesia selama periode Januari-Agustus 2025 mencapai 5,02 juta ton atau setara dengan 6,43 juta ton biji gandum , turun sekitar 3,12% jika dibandingkan dengan volume konsumsi pada periode yang sama tahun 2024.

Pada tahun 2024 total volume impor biji gandum Indonesia dari dunia mencapai 12,15 juta ton, naik 11,7% dibandingkan dengan volume impor di tahun 2023 yang mencapai 10,87 juta ton. Australia memasok 3,10 juta ton, diikuti Ukraina dengan 2,59 juta ton, Kanada 2,55 juta ton, Argentina 1,39 juta ton, Republik Federasi Rusia 1,35 juta ton, AS 692.882 ton, Bulgaria 300.180 ton, Moldova 75.567 ton, Lithuania 71.500 ton, negara-negara lainnya 35.038,2 ton.

Sementara itu, total konsumsi tepung terigu nasional pada tahun 2024 mencapai 7,414 juta ton (setara dengan 9,505 juta ton biji gandum) yang terdiri dari tepung terigu produksi dalam negeri sebesar 7,413 juta ton dan tepung terigu asal impor sebanyak 8.000 ton.

Sekitar 71% dari total konsumsi tepung terigu nasional digunakan oleh sektor usaha kecil-menengah dan rumah tangga sebagai bahan baku untuk bakery, biskuit, kue, kue tradisional, mi basah, pancake, pastry serta dijual di pasar eceran. Selebihnya, sekitar 29% dikonsumsi oleh industri besar dan modern seperti untuk produksi mi instant, spaghetti dan lain-lain.

Selain dikonsumi di pasar domestik, Indonesia juga mengekspor berbagai produk turunan biji gandum, yaitu tepung terigu, produk makanan berbasis tepung terigu dan produk samping berupa pollard. Total nilai ekspor produk-produk tersebut pada tahun 2024 mencapai US$1,48 miliar, turun 2,9% dibandingkan dengan nilai ekspor tahun 2023 yang mencapai US$1,53 miliar.

Pada periode Januari-Agustus 2025 Indonesia mengekspor produk turunan biji gandum senilai US$944 juta terdiri dari tepung terigu US$17,0 juta (tubuh 17,4%), produk makanan berbasis tepung terigu senilai US$860,3 juta (turun 0,7%) dan produk samping senilai US$66,7 juta (tumbuh 44,5%). (YS)

Previous Post

Perjanjian FTA Indonesia-EAEU Kemungkinan Ditandatangani Sebelum Akhir Tahun Ini

Next Post

Kemandirian Bahan Baku, Fokus Industrialisasi Sektor Farmasi dan Kosmetik Nasional

Admin

Admin

Related Posts

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton
Pangan

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

by Admin
April 13, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA – Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya potensi kemarau panjang akibat fenomena...

Read more
BULOG Siapkan Pembangunan 100 Titik Infrastruktur Pascapanen

BULOG Siapkan Pembangunan 100 Titik Infrastruktur Pascapanen

April 3, 2026
BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

BULOG Pastikan Stok Beras dan Minyak Goreng Aman Sampai Akhir Tahun

Maret 9, 2026
Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Indonesia Kirim 2.280 Ton Beras Nusantara untuk Jemaah Haji 2026

Maret 5, 2026
BULOG akan Kirim 2.280 Ton Beras Perdana untuk Jamaah Haji 2026

BULOG akan Kirim 2.280 Ton Beras Perdana untuk Jamaah Haji 2026

Februari 24, 2026
Next Post
PMI Manufaktur Tetap Ekspansif, Industri Nasional Semakin Agresif

Kemandirian Bahan Baku, Fokus Industrialisasi Sektor Farmasi dan Kosmetik Nasional

BERITA TERBARU

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com