• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, September 27, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Kebijakan Impor Dalam Ekosistem Investasi, Industri dan Perdagangan

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
April 24, 2023
0
Deindustrialisasi Dan Sunset Industry

Foto: Dok. Pribadi

0
SHARES
24
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, pada sistem ekonomi pasar bebas, kebijakan impor mempunyai kedudukan sebagai kekuatan penyeimbang guna menstabilkan bekerjanya hukum penawaran dan permintaan. Pada praktek perdagangan internasional, impor dapat dipandang sebagai bentuk ancaman ketika neraca perdagangan suatu negara mengalami defisit berkelanjutan. Defisit dihindari karena impor bersifat mereduksi PDB yang berarti mereduksi pendapatan nasional. Sebab itu, formula X-M diformat agar terjadi net export /surplus export. Semua negara mendambakan untuk bisa mencapai posisi sebagai net exporter ketimbang menjadi net importer.

KEDUA, impor adalah kegiatan yang bersifat pembelanjaan. Sedangkan ekspor adalah kegiatan yang bersifat penghimpunan pendapatan dalam bentuk Devisa Hasil Ekspor (DHE). Sebagai kegiatan yang bersifat pembelanjaan, impor perlu dikelola karena perannya menjadi faktor pemboros penggunaan devisa. Pada sisi yang berbeda, DHE itu sendiri menjadi salah satu sumber dana pembangunan yang dapat dialokasikan dan didistribusikan pada sektor investasi prioritas agar dapat berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.

KETIGA, dalam ekosistem investasi, industri, dan perdagangan, impor selalu hadir agar proses dan kegiatan investasi, industri dan perdagangan tidak mengalami hambatan karena tidak semua barang dan jasa yang dibutuhkan dapat diproduksi di dalam negeri. . Peran impor penting tapi fungsinya harus diolah menjadi barang yang bernilai tambah tinggi untuk diekspor ketika masuk dalam ekosistem investasi, industri dan perdagangan. Tujuannya agar belanja impor yang telah dikorbankan dapat dikonversi menjadi pendapatan devisa ekspor. Negara yang berhasil mengelola kebijakan ekspor dan impornya dengan efektif, hasilnya dapat langsung dibaca pada neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan maupun pada neraca pembayaran setiap tahun.

BacaJuga

Kaca Batin Indonesia, Bharata Nyunggi Paduka Rama

Indonesia Daily Brief Sabtu, 26 September 2026

KEEMPAT, defisit pada ketiga neraca tersebut, ditambah defisit anggaran pemerintah yang terjadi berkelanjutan jelas menjadi masalah besar bagi perekonomian suatu negara. Ini pertanda buruk, yang berarti bahwa fondamental dan daya saing perekonimian nasional tidak kuat. Impor dan ekspor adalah saudara kembar dalam praktek perdagangan internasional. Setiap negara tidak akan menafikkan bekerjanya sistem impor dan ekspor. Alasannya karena peningkatan arus barang, jasa, modal, dan bahkan tenaga kerja selalu menjadi perhatian semua negara di dunia . Jejak rekamnya hanya bisa dibaca melalui neraca perdagangan, neraca transaksi berjalan, dan neraca pembayaran. Karena itu, para analis kebijakan investasi, industri, dan perdagangan di suatu negara selalu melakukan kajian atas kinerja ketiga neraca tersebut.dalam dimensi makro maupun mikro/sektoral/komoditas.

KELIMA, mengapa ketiga neraca tersebut harus terus diplototi?. Ada sejumlah alasan yang bisa disimak, yaitu : 1) pertumbuhan impor yang tidak bisa diimbangi oleh pertumbuhan ekspor, akan menjadi ancaman serius terjadinya defisit kembar, yaitu defisit neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan 2) defisit kembar menjadi ancaman bagi posisi neraca pembayaran karena akan mempengaruhi cadangan devisa. Jika cadangan devisa positif berarti cadangan bertambah,serta memberi rasa aman bagi BI untuk menstabilkan rupiah. Sebaliknya jika negatif berarti banyak sekali cadangan devisa yang mengalir keluar, dan dapat dipastikan nilai tukar rupiah akan melemah. Sebab itu policy dialogue antara pengelola kebijakan makro ekonomi dengan para pengelola kebijakan investasi, industri, dan perdagangan harus berlangsung periodik

KEENAM, impor barang dan jasa yang tumbuh lebih tinggi dari ekspornya hingga mengancam neraca pembayaran, pemerintah dapat membatasi impor dengan menerapkan kuota impor dan atau menerapkan mekanisme safeguard dengan cara menaikkan tarif impor secara across the board dari negara manapun asalnya. Mekanismenya bisa dilakukan hingga kondisi kembali normal. Menurut data BI beberapa tahun lalu defisit transaksi berjalan sebagian besar selalu disumbang dari pendapatan primer yang diperoleh PMA. Pendapatan ini dibawa keluar dari pasar saham dan pasar obligasi.

KETUJUH, kesimpulan umum yang dapat ditarik adalah : 1) pertumbuhan impor yang tinggi harus diimbangi dengan pertumbuhan ekspor yang tinggi. 2) defisit ganda harus dihindari karena dapat menjadi pertanda daya saing perekonomian tidak kuat. 3) dalam situasi seperti itu, tindakan pemerintah manapun di dunia pilihan kebijakan yang akan dilakukan adalah membatasi tekanan impor. Di saat yang sama akan melakukan progam penyesuaian struktural untuk memperbaiki daya saing dan promosi ekspor. 4) berarti menghimpun DHE dalam jumlah besar jauh lebih penting daripada pemborosan penggunaan devisa untuk mengimpor. 5) harmonisasi kebijakan makro ekonomi dengan kebijakan investasi, industri dan perdagangan penting dilakukan karena kinerja perusahaan yang bergerak di sektor riil sebagian besar tergantung pada sifat kebijakan makro ekonomi yang mempengaruhi.Selain itu, perlu dukungan harmonisasi regulasi pada 3 sektor tersebut sebagai penggerak utama ekonomi nasional.6) pada kondisi perekonomian berjalan normal, intervensi pemerintah tidak diperlukan. 7) namun ketika perekonomian nasional mengalami gangguan eksternal, maka intervensi pemerintah diperlukan guna pengamanan dan penyelamatan perekonomian nasional.

Previous Post

Kementerian ESDM Tetapkan Harga Batubara Acuan April 2023

Next Post

Pemerintah Perbarui Kebijakan Pengendalian Minyak Goreng Pasca-Lebaran

Admin

Admin

Related Posts

Dengan Cadangan Nikel, Bauksit Terbesar di Dunia, Indonesia Pemain Penting di Pasar Global
Opini

Kaca Batin Indonesia, Bharata Nyunggi Paduka Rama

by Admin
September 27, 2026
0

Minggu, 27 September 2026 Disusun dan dikurasi oleh Paulus W Broto Bharata akhirnya mengerti: Rama tidak akan pulang. Ia telah...

Read more

Indonesia Daily Brief Sabtu, 26 September 2026

September 26, 2026
Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Indonesia Daily Brief Jumat, 25 September 2026

September 25, 2026

Indonesia Daily Brief Kamis, 24 September 2026

September 24, 2026
Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

September 23, 2026
Next Post
Pemerintah Kembali Berlakukan DMO dan DPO Minyak Sawit

Pemerintah Perbarui Kebijakan Pengendalian Minyak Goreng Pasca-Lebaran

BERITA TERBARU

Dengan Cadangan Nikel, Bauksit Terbesar di Dunia, Indonesia Pemain Penting di Pasar Global

Kaca Batin Indonesia, Bharata Nyunggi Paduka Rama

September 27, 2026

Indonesia Daily Brief Sabtu, 26 September 2026

September 26, 2026
Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Indonesia Daily Brief Jumat, 25 September 2026

September 25, 2026

Indonesia Daily Brief Kamis, 24 September 2026

September 24, 2026
Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

September 23, 2026
Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Dengan Cadangan Nikel, Bauksit Terbesar di Dunia, Indonesia Pemain Penting di Pasar Global

Kaca Batin Indonesia, Bharata Nyunggi Paduka Rama

September 27, 2026

Indonesia Daily Brief Sabtu, 26 September 2026

September 26, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com