• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, September 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Ketum Gapgindo: Kelangkaan Gula Dunia Momentum Genjot Produksi Dalam Negeri

Admin by Admin
Agustus 31, 2023
0
Ketum Gapgindo: Kelangkaan Gula Dunia Momentum Genjot Produksi Dalam Negeri

Foto: Gapgindo

0
SHARES
89
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Terjadinya kelangkaan produksi gula di berbagai negara produsen utama dunia menjadi momentum bagi industri gula berbasis tebu di dalam negeri untuk meningkatkan produksi nasional guna memenuhi kebutuhan di pasar domestik. Hal itu disampaikan Ketua Umum Gabungan Produsen Gula Indonesia (Gapgindo) Syukur Iwantoro kepada wartawan di kantornya, Rabu (30/8).

Dengan menjadikan situasi kelangkaan gula di pasar global sebagai momentum peningkatan produksi gula nasional Syukur berharap industri gula di dalam negeri tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan gula konsumsi (gula kristal putih) di pasar domestik, tetapi juga mampu memproduksi dan memasok gula kasar (raw sugar) kepada industri gula rafinasi nasional yang selama ini sangat tergantung kepada pasokan gula kasar dari luar negeri.

“Khusus untuk gula kosumsi sebetulnya kekurangan produksi kita tidak terlampau banyak. Dari kebutuhan gula konsumsi sebesar 3,2 juta ton pada tahun 2022 sudah mampu dipenuhi dari dalam negeri sebanyak 2,2-2,3 juta ton. Pekerjaan rumah yang lebih besar adalah bagaimana memenuhi kebutuhan raw sugar untuk industri gula rafinasi nasional yang mencapai 3,4 juta ton yang selama ini dipenuhi seluruhnya dari impor,” jelas Syukur.

BacaJuga

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Minta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

Syukur mengatakan sejumlah negara penghasil gula utama dunia seperti Thailand, India, Australia dan Brazil kini mengalami penurunan produksi gula sehingga mereka mengurangi volume ekspor gulanya, bahkan beberapa negara telah mengumumkan menghentikan/melarang ekspor gula ke pasar internasional karena mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negerinya.

Pemerintah Thailand dan India, lanjut Syukur, telah mengumumkan produksi gula mereka mengalami penurunan akibat kekeringan yang melanda wilayah kedua negara tersebut yang dipicu fenomena cuaca El Nino tahun ini. Akibatnya, Thailand memutuskan untuk membatasi ekspor gulanya, demikian juga dengan India telah membatasi ekspor gulanya dan berencana untuk menghentikan ekspor sama sekali mulai Oktober mendatang.

Sontak saja kebijakan pembatasan dan penghentian ekspor tersebut mendongkrak harga gula di pasar global. Harga raw sugar yang dalam kondisi normal berada di level rata-rata US$16 sen/lbs kini melonjak menjadi US$25-26 sen/lbs. Lonjakan harga raw sugar ini tentu saja membuat industri gula rafinasi di berbagai negara yang menggunakan raw sugar sebagai bahan bakunya kelimpungan. Indonesia saja tahun ini diperkirakan membutuhkan 3,4 juta ton raw sugar untuk memenuhi kebutuhan bahan baku bagi 11 industri gula rafinasi.

Lonjakan harga raw sugar di pasar global tersebut diperkirakan akan berbuntut pada kenaikan harga gula rafinasi yang di pasar domestik digunakan oleh industri makanan dan minuman. Dengan demikian, kenaikan harga gula rafinasi ini kemungkinan besar akan mengakibatkan naiknya harga produk makanan dan minuman yang menggunakan gula rafinasi sebagai salah satu bahan bakunya.

Karena itu, Syukur mengajak para pemangku kepentingan industri pergulaan di dalam negeri untuk menjawab tantangan pemenuhan gula di dalam negeri dewasa ini dengan menjadikannya sebagai momentum untuk meningkatkan produksi gula nasional. Tentu saja Syukur menyadari bahwa untuk melakukan hal itu bukanlah perkaraan gampang seperti membalikan telapak tangan. Banyak hal yang harus dilakukan baik di on-farm maupun off-farm seperti pemanfaatn/penguasaan teknologi produksi mulai dari teknologi pemanfaat lahan sesuai dengan kondisi yang ada, penggunaan bibit unggul, penggunaan pupuk yang sesuai dengan kondisi lahan, teknologi pemanenan hingga teknologi pasca panen.

“Yang juga tidak kalah pentingnya adalah peranan pemerintah dalam menciptakan iklim industri pergulaan yang kondusif melalui penerbitan berbagai regulasi yang mendukung termasuk menyediakan berbagai insentif yang dibutuhkan pelaku usaha. Insentif yang kini dibutuhkan para pelaku usaha diantaranya insentif pembebasan pajak bagi pelaku industri pergulaan serta pembangunan infrastruktur khususnya jalan dari dan ke pabrik gula serta insfrastruktur jalan ke perkebunan tebu,” tegas Syukur.

Infrastruktur jalan menuju pabrik gula, lanjut Syukur, seharusnya jalan kelas I atau kelas II, karena jalan tersebut sering dilalui truk-truk besar pengangkut bahan baku tebu maupun hasil gulannya. Jika kualitas jalannya lebih rendah dari jalan kelas I atau II makan akan cepat rusak sehingga akan menggangu proses transportasi bahan baku maupun produk gulanya.

“Kami para pelaku industri pergulaan di dalam negeri telah siap untuk bahu-membahu bersama pemangku kepentingan lainnya termasuk pemerintah untuk meningkatkan produksi gula nasional. Kami harapkan pemerintah selaku regulator mampu menjadi dirijen yang dapat bersama-sama membawa seluruh pemangku kepentingan untuk mewujudkan upaya peningkatan produksi gula ini sehingga swasembada gula yang telah dicanangkan dapat segera dicapai,” pungkas Syukur. (YS)

Previous Post

Kemenperin Wajibkan Industri di Tiga Provinsi Ini Melaporkan Pengendalian Emisi Gas Buang

Next Post

Kolaborasi Pemprov, PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Minta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah

by Admin
September 6, 2026
0

JAKARTA, Gemabisnis.com - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau untuk...

Read more
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

POPSI: Tekanan Berlapis Akibat Penerapan B50

Juni 27, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Next Post
Kolaborasi Pemprov, PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

Kolaborasi Pemprov, PWI Jabar Sukses Selenggarakan UKW di 8 Daerah

BERITA TERBARU

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Minta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah

September 6, 2026

JAPFA dan Koperasi LPER Kerja Sama Strategis Perkuat Kedaulatan Pangan

September 5, 2026
Misi Bisnis Moskow untuk Membuka Gerbang Pariwisata bagi Wisatawan Indonesia

Misi Bisnis Moskow untuk Membuka Gerbang Pariwisata bagi Wisatawan Indonesia

September 1, 2026
Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Dubes Rusia: Impor Minyak Bumi oleh Lemigas Dilakukan Secara Komersial

Agustus 31, 2026
makanan kucing daging ham. foto. cats.com

Bisakah Kucing Makan Daging Ham?

Agustus 31, 2026
Mengamati dan Mendengar Kicauan Burung Bermanfaat bagi Kesehatan Mental Anda

Mengamati dan Mendengar Kicauan Burung Bermanfaat bagi Kesehatan Mental Anda

Agustus 28, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Abu Vulkanik Anak Krakatau Menyebar, Menkes Minta Masyarakat Batasi Aktivitas di Luar Rumah

September 6, 2026

JAPFA dan Koperasi LPER Kerja Sama Strategis Perkuat Kedaulatan Pangan

September 5, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com