• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, Januari 18, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Oleh-oleh Menperin dari Forum BRICS, RI-Brasil Sepakat Kembangkan Bioenergi hingga Industri Dirgantara

Admin by Admin
Mei 23, 2025
0
Oleh-oleh Menperin dari Forum BRICS, RI-Brasil Sepakat Kembangkan Bioenergi hingga Industri Dirgantara
0
SHARES
3
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA–Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai bahwa BRICS bukan sekadar forum ekonomi biasa, tetapi aliansi ini juga mencerminkan tatanan dunia baru di mana negara-negara berkembang membangun solidaritas untuk menciptakan sistem global yang lebih adil, setara, dan inklusif. Dengan bergabungnya Indonesia di dalam kelompok BRICS, akan memperkuat posisi Indonesia sebagai kekuatan ekonomi dunia Selatan, sekaligus memperluas kanal kerja sama strategis di bidang industri, inovasi teknologi, investasi, dan transformasi digital.

“Kehadiran saya dalam pertemuan ini membawa mandat dan aspirasi nasional. Kami akan menyampaikan komitmen Indonesia dalam mendorong transformasi industri nasional menuju era digital dan ramah lingkungan melalui inisiatif Making Indonesia 4.0. Kita juga ingin pastikan bahwa digitalisasi, kecerdasan buatan, dan teknologi hijau bukan hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar mengakar dalam strategi pembangunan industri kita,” kata Menperin dalam keterangan resminya yang diterima di Jakarta, Jumat (23/05/2025).

Pada Kamis (22/5) malam, Menperin melakukan pertemuan dengan para diaspora atau masyarakat Indonesia di Brasilia, Brasil. Kegiatan ini dalam rangkaian agenda kunjungan kerjanya menghadiri Pertemuan Menteri-Menteri Industri BRICS yang ke-9. Pada kesempatan tersebut, Menperin menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Brasil telah terjalin sejak tahun 1953.

BacaJuga

FTA Indonesia-EAEU Ditandatangani, Babak Baru Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Negara-negara Eurasia

Dubes Rusia: Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU Ditandatangani Minggu, 21 Desember 2025

“Dalam lebih dari tujuh dekade hubungan diplomatik, kedua negara telah menorehkan banyak kemajuan, khususnya dalam bidang perdagangan, investasi, dan kerja sama industri,” ungkapnya. Pada tahun 2024, total nilai perdagangan kedua negara lebih dari USD7 miliar. Adapun komoditas yang diekspor Indonesia ke Brasil, antara lain kendaraan bermotor, minyak sawit, dan alas kaki.

Menurut Menperin, kerja sama bilateral ini tidak hanya mencerminkan hubungan dagang yang saling menguntungkan, tetapi juga memperlihatkan kesamaan visi kedua negara dalam membangun ekonomi yang tangguh, adil, dan inklusif. “Dalam pertemuan bilateral dengan Wakil Presiden Brasil, kami sepakat untuk terus memperkuat sinergi di sektor bioenergi, industri dirgantara, dan ekonomi hijau berbasis sumber daya terbarukan,” tuturnya.

Lebih lanjut, dalam kerangka BRICS, Indonesia bertekad menjadi motor penggerak industri berkelanjutan di kawasan Global South. “Kita tidak ingin hanya menjadi pasar, tetapi menjadi pusat produksi dan inovasi. BRICS akan menjadi wahana penting bagi Indonesia untuk memperkuat posisi industri nasional dalam perekonomian global yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis inovasi,” imbuhnya.

Oleh karena itu, pemerintah mendorong keterlibatan Indonesia dalam program-program BRICS seperti BRICS Center for Industrial Competences, PartNIR Innovation Centre, dan SME Working Group Action Plan 2025–2030. “Ini sangat relevan dengan upaya kami untuk semakin memperkuat sektor industri kecil dan menengah (IKM),” ujar Menperin.

Kinerja industri manufaktur

Pada kesempatan ini, Menperin juga menyampaikan kinerja sektor industri manufaktur di tanah air. Pada triwulan I tahun 2025, pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 4,31 persen (y-o-y), dengan kontribusinya terhadap PDB nasional yang mencapai 17,50 persen.

“Kontribusi manufaktur tersebut mengalami kenaikan, baik secara q-to-q yang naik 0,19 persen, maupun secara y-o-y yang naik 0,03 persen. Sementara itu, dari sisi kinerja ekspor dan investasi, pada triwulan I-2025, industri pengolahan nonmigas mencatatkan nilai ekspor sebesar USD52,90 miliar dan realisasi dari nilai investasi mencapai Rp179,70 triliun,” sebutnya.

Kemudian, secara global, posisi Indonesia dalam industri manufaktur sangat membanggakan, dilihat dari nilai Manufacturing Value Added (MVA). Merujuk data World Bank, MVA Indonesia mencapai US$ 255,96 miliar pada tahun 2023, yang menempatkan posisi ke-4 sebagai negara yang memiliki nilai MVA terbesar dari anggota BRICS setelah China (US$4.658,79 miliar), India (US$461,38 miliar), dan Brasil (US$289,79 miliar).

Sementara itu, negara anggota BRICS lainnya dengan MVA di bawah Indonesia, yakni Rusia sebesar US$251,58 miliar, disusul Arab Saudi (US$157.88 miliar) Iran (US$78,54 miliar), Mesir (US$59 miliar), Uni Emirat Arab (US$55,76 miliar), Afrika Selatan (US$49,35 miliar), dan Ethiopia (US$7,33 miliar).

Sedangkan, di kawasan Asia, posisi Indonesia menempati urut ke-5 setelah China, Jepang, India, dan Korea Selatan. Hebatnya, untuk di kawasan ASEAN, Indonesia menduduki posisi teratas, melampaui Thailand dan Vietnam.

“Di tengah perubahan dunia yang begitu cepat, kita harus mampu menjaga orientasi dan arah pembangunan nasional. Indonesia memiliki potensi besar dalam sumber daya alam, kekayaan hayati, dan bonus demografi. Tapi semua itu tidak akan berarti tanpa inovasi, kerja keras, dan keberanian mengambil peran di panggung internasional. BRICS memberi kita peluang, tapi juga menuntut kontribusi nyata,” tegas Menperin.

Itulah sebabnya, lanjut Menperin, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk menciptakan ekosistem industri yang mendukung pertumbuhan berkelanjutan—baik dari sisi kebijakan, infrastruktur, insentif, maupun sumber daya manusia. “Kami juga bertekad mempersempit kesenjangan teknologi antara industri besar dan IKM, agar semua pelaku industri dapat mengambil bagian dalam revolusi industri keempat,” ujarnya.

Menperin optimistis, dengan kerja sama dan gotong royong semua pihak—termasuk komunitas diaspora di luar negeri seperti yang ada di Brasil—Indonesia akan mampu mengambil manfaat maksimal dari keanggotaan BRICS ini.

“Saya ingin menegaskan kembali bahwa kunjungan saya ke Brasil bukan hanya membawa kepentingan diplomatik atau sektor industri semata, tetapi juga membawa pesan kebangsaan dan solidaritas. Kami datang untuk membangun jembatan, memperkuat relasi, dan membawa nama baik Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya. BN

 

Tags: bioenergiBRICSdirgantaraindustrimanufakturMenperin
Previous Post

RI Gabung BRICS, Menperin Tegaskan Dampak Positif Bagi Industri Manufaktur

Next Post

Balai Kemenperin Olah Limbah Daun Nanas Jadi Bahan Baku Industri

Admin

Admin

Related Posts

FTA Indonesia-EAEU Ditandatangani, Babak Baru Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Negara-negara Eurasia
Ekbis

FTA Indonesia-EAEU Ditandatangani, Babak Baru Kemitraan Ekonomi Indonesia dan Negara-negara Eurasia

by Admin
Desember 23, 2025
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menandatangani Persetujuan Perdagangan Bebas antara Indonesia dan Uni Ekonomi Eurasia (Indonesia–EAEU FTA)...

Read more
Dubes Rusia: Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU Ditandatangani Minggu, 21 Desember 2025

Dubes Rusia: Perjanjian Perdagangan Bebas Indonesia-EAEU Ditandatangani Minggu, 21 Desember 2025

Desember 19, 2025

Y.O.U Berkomitmen Hadirkan Solusi Kulit Tropis – Efektif Berbasis Sains

Desember 15, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Indonesia Nyatakan Siap Tandatangani FTA dengan Uni Ekonomi Eurasia

Desember 11, 2025
Ekspor Naik 25,31% YoY, Impor Melonjak 36,77% YoY pada Januari 2022

Kesepakatan Dagang AS-Indonesia Terancam Batal, Ungkap Pejabat AS

Desember 11, 2025
Next Post
Balai Kemenperin Olah Limbah Daun Nanas Jadi Bahan Baku Industri

Balai Kemenperin Olah Limbah Daun Nanas Jadi Bahan Baku Industri

BERITA TERBARU

Produksi Sawit Indonesia Terancam

Sawit Hasil dari Tanah Sengketa akan Hadapi Kendala Pemasaran

Januari 17, 2026
BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

Januari 12, 2026

Wali Kota Jaktim Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Lewat Panen Anggur

Januari 10, 2026

Mentan RI : Amran Apresiasi Peran Kapolri dan DPR-RI dalam Percepatan Swasembada Pangan

Januari 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Produksi Sawit Indonesia Terancam

Sawit Hasil dari Tanah Sengketa akan Hadapi Kendala Pemasaran

Januari 17, 2026
BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com