• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Sabtu, Januari 17, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

P3DN Dalam Kerangka Makro Ekonomi

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Juli 24, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
75
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dapat dipandang sebagai bagian utama dari strategi the marketing of nation ( pemasaran keunggulan bangsa). Dalam kerangka makro berarti menjadi bagian dari strategi untuk membangun kekayaan nasional. Jika ini kerangka kerja konseptualnya, maka the marketing of nationnya mencakup barang dan jasa sebagai sumber pendapatan nasional.

KEDUA, dengan begitu, P3DN dapat dipandang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi yang sangat powerful. The marketing of nation berarti bahwa barang dan jasa yang dihasilkan diarahkan agar mampu melayani kebutuhan belanja konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor atau selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa.

Cara pandang ini dapat disimpulkan bahwa P3DN hakekatnya adalah sebuah national policy yang dirancang secara by design agar barang dan jasa yang dihasilkan di dalam negeri secara supply agregat dapat mensupport pertumbuhan demand agregat di dalam negeri maupun di luar negeri.

BacaJuga

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

KETIGA, perspektif makro ekonominya berarti bahwa praktek penyelenggaraan P3DN sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi adalah menangani dan mengelola bisnis GDP/PDB di dalam negeri maupun di sejumlah negara yang mempunyai nilai GDP/PDB besar di dunia. Data IMF 2021, total GDP dunia sebesar US$ 94 triliun.

Sepuluh terbesar penghasil GDP terbesar di dunia dalam US$ adalah USA ( 22,9 triliun), China ( 16,9 triliun), Jepang (5,1 triliun), German ( 4,2 triliun), UK ( 3,1 triliun), India (2,9 triliun), France ( 2,9 triliun), Italia ( 2,1 triliun), Canada ( 2,0 triliun), dan Korsel (1,8 triliun). Indonesia sendiri berasa pada urutan 16 dengan nilai GDP sebesar US$ 1,2 triliun.

KEEMPAT, industri penghasil barang dan jasa, daur hidupnya hanya bisa tumbuh di lingkungan pasar yang spektrumnya luas. Bersandar pada pasar dalam negeri penting, tapi tidak bisa diharapkan dapat mendorong terciptanya efisiensi skala produksi pada setiap cabang industri. Karena itu, tidak ada pilihan lain harus menguasai pangsa pasar ekspor dalam jumlah besar.

Tujuan makronya adalah dapat memberikan kontribusi besar dalam nilai PDB industri, dan memberikan kontribusi besar dalam global value chain.Di sisi lain juga harus berkontribusi dalam neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan guna menghasilkan surplus berkelanjutan pada kedua neraca tersebut. Dengan perkataan lain, kebijakan P3DN sebagai lokomotif ekonomi menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi, stabilitas ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

KELIMA, seiring dengan berjalannya waktu, sebuah kesimpulan yang dapat ditarik adalah : 1) P3DN harus diarahkan menjadi the political economy of policy making yang ber spektrum luas. 2) P3DN menjadi national interest semua negara di dunia dengan tujuan agar pendapatan nasional yang dihasilkan bisa maksimal. 3) peningkatan pendapatan nasional menjadi pilar utama karena banyak kewajiban nasional dan internasional yang harus bisa dibayar. 4) isu TKDN  adalah persoalan industrial agar industri mempunyai struktur keterkaitan antar Industri yang kuat, baik di dalam negeri maupun dengan industri di luar negeri melalui mekanisme aliansi dan kolaborasi.

Esensi kerjasama internasional di bidang industri ada area itu, sehingga kontribusi industri nasional dalam global value chain makin meningkat. 5) pastikan bahwa P3DN pada dasarnya adalah soal bisnis GDP, bukan sekedar bisnis APBN.

Tags: ekonomi makroekspor IndonesiaFauzi AzizP3DNproduk unggulan
Previous Post

Januari-Juni 2023, Sektor Industri Raup Investasi Rp270,3 Triliun

Next Post

Perkuat Penetrasi Pasar Timur Leste, Indonesia Pacu Ekspor dan Gelar Business Gathering

Admin

Admin

Related Posts

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung
Opini

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

by Admin
Agustus 14, 2025
0

Isu pembayaran royalti musik khususnya terhadap pelaku usaha kafe, restoran dan pub terus bergulir. Sikap masyarakat pun terbelah terhadap pungutan...

Read more
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Suasana pemberian makanan jemaah haji dengan petugas kesehatan, dokter dan kepala regu rombongan Kloter 53 Jakarta

Sungguh Beruntung Mereka yang Ada di Arafah Saat Itu

Juni 19, 2024
Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Mei 28, 2024
Next Post
Perkuat Penetrasi Pasar Timur Leste, Indonesia Pacu Ekspor dan Gelar Business Gathering

Perkuat Penetrasi Pasar Timur Leste, Indonesia Pacu Ekspor dan Gelar Business Gathering

BERITA TERBARU

Produksi Sawit Indonesia Terancam

Sawit Hasil dari Tanah Sengketa akan Hadapi Kendala Pemasaran

Januari 17, 2026
BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
BULOG Ukir Prestasi Pengadaan Beras Nasional Tetinggi Sepanjang Sejarah 3,2 Juta Ton di Tahun 2025

BULOG Pastikan Petani Dapatkan Harga GKP Rp 6.500/kg Melalui Pembayaran Secara Digital

Januari 12, 2026
BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

BULOG Siapkan Strategi Jalankan Penugasan Lebih Besar di 2026

Januari 12, 2026

Wali Kota Jaktim Dorong Pemanfaatan Lahan Kosong Lewat Panen Anggur

Januari 10, 2026

Mentan RI : Amran Apresiasi Peran Kapolri dan DPR-RI dalam Percepatan Swasembada Pangan

Januari 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Produksi Sawit Indonesia Terancam

Sawit Hasil dari Tanah Sengketa akan Hadapi Kendala Pemasaran

Januari 17, 2026
BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

BULOG Resmi Peroleh Margin Fee 7%, Perkuat Peran Strategis Pangan Nasional

Januari 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com