• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Minggu, Mei 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

P3DN Dalam Kerangka Makro Ekonomi

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Juli 24, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
78
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN) dapat dipandang sebagai bagian utama dari strategi the marketing of nation ( pemasaran keunggulan bangsa). Dalam kerangka makro berarti menjadi bagian dari strategi untuk membangun kekayaan nasional. Jika ini kerangka kerja konseptualnya, maka the marketing of nationnya mencakup barang dan jasa sebagai sumber pendapatan nasional.

KEDUA, dengan begitu, P3DN dapat dipandang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi yang sangat powerful. The marketing of nation berarti bahwa barang dan jasa yang dihasilkan diarahkan agar mampu melayani kebutuhan belanja konsumsi rumah tangga, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor atau selisih antara ekspor dan impor barang dan jasa.

Cara pandang ini dapat disimpulkan bahwa P3DN hakekatnya adalah sebuah national policy yang dirancang secara by design agar barang dan jasa yang dihasilkan di dalam negeri secara supply agregat dapat mensupport pertumbuhan demand agregat di dalam negeri maupun di luar negeri.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

KETIGA, perspektif makro ekonominya berarti bahwa praktek penyelenggaraan P3DN sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi adalah menangani dan mengelola bisnis GDP/PDB di dalam negeri maupun di sejumlah negara yang mempunyai nilai GDP/PDB besar di dunia. Data IMF 2021, total GDP dunia sebesar US$ 94 triliun.

Sepuluh terbesar penghasil GDP terbesar di dunia dalam US$ adalah USA ( 22,9 triliun), China ( 16,9 triliun), Jepang (5,1 triliun), German ( 4,2 triliun), UK ( 3,1 triliun), India (2,9 triliun), France ( 2,9 triliun), Italia ( 2,1 triliun), Canada ( 2,0 triliun), dan Korsel (1,8 triliun). Indonesia sendiri berasa pada urutan 16 dengan nilai GDP sebesar US$ 1,2 triliun.

KEEMPAT, industri penghasil barang dan jasa, daur hidupnya hanya bisa tumbuh di lingkungan pasar yang spektrumnya luas. Bersandar pada pasar dalam negeri penting, tapi tidak bisa diharapkan dapat mendorong terciptanya efisiensi skala produksi pada setiap cabang industri. Karena itu, tidak ada pilihan lain harus menguasai pangsa pasar ekspor dalam jumlah besar.

Tujuan makronya adalah dapat memberikan kontribusi besar dalam nilai PDB industri, dan memberikan kontribusi besar dalam global value chain.Di sisi lain juga harus berkontribusi dalam neraca perdagangan dan neraca transaksi berjalan guna menghasilkan surplus berkelanjutan pada kedua neraca tersebut. Dengan perkataan lain, kebijakan P3DN sebagai lokomotif ekonomi menjadi komponen penting dalam pertumbuhan ekonomi, stabilitas ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan rakyat.

KELIMA, seiring dengan berjalannya waktu, sebuah kesimpulan yang dapat ditarik adalah : 1) P3DN harus diarahkan menjadi the political economy of policy making yang ber spektrum luas. 2) P3DN menjadi national interest semua negara di dunia dengan tujuan agar pendapatan nasional yang dihasilkan bisa maksimal. 3) peningkatan pendapatan nasional menjadi pilar utama karena banyak kewajiban nasional dan internasional yang harus bisa dibayar. 4) isu TKDN  adalah persoalan industrial agar industri mempunyai struktur keterkaitan antar Industri yang kuat, baik di dalam negeri maupun dengan industri di luar negeri melalui mekanisme aliansi dan kolaborasi.

Esensi kerjasama internasional di bidang industri ada area itu, sehingga kontribusi industri nasional dalam global value chain makin meningkat. 5) pastikan bahwa P3DN pada dasarnya adalah soal bisnis GDP, bukan sekedar bisnis APBN.

Tags: ekonomi makroekspor IndonesiaFauzi AzizP3DNproduk unggulan
Previous Post

Januari-Juni 2023, Sektor Industri Raup Investasi Rp270,3 Triliun

Next Post

Perkuat Penetrasi Pasar Timur Leste, Indonesia Pacu Ekspor dan Gelar Business Gathering

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Perkuat Penetrasi Pasar Timur Leste, Indonesia Pacu Ekspor dan Gelar Business Gathering

Perkuat Penetrasi Pasar Timur Leste, Indonesia Pacu Ekspor dan Gelar Business Gathering

BERITA TERBARU

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026

Indonesia “Surga Ekologis” Spesies Asing, Peneliti BRIN Ungkap Strategi Pengendaliannya

Mei 1, 2026

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com