• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, April 29, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Presiden Jokowi Buka COCOTECH ke-51, Tekankan Peluang Ekonomi Hijau Kelapa

Admin by Admin
Juli 22, 2024
0
Presiden Jokowi Buka COCOTECH ke-51, Tekankan Peluang Ekonomi Hijau Kelapa

Foto: Kemendag

0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan membuka secara resmi Konferensi dan Pameran Internasional COCOTECH ke-51 Komunitas Kelapa Internasional (ICC) di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin, (22/7). Konferensi dan Pameran Internasional COCOTECH ke-51 yang mengusung tema “Pemanfaatan Potensi Kelapa sebagai Pohon Kehidupan dan Energi Hijau” ini dilaksanakan pada 22-25 Juli 2024.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menekankan potensi besar ekonomi hijau yang dimiliki Indonesia, terutama pada industri kelapa. “Ke depannya, ekonomi hijau terkait komoditas cokelat, tembakau, vanili, kopi, lada, cengkeh dan lain-lain merupakan peluang dan potensi yang besar bagi Indonesia. Dan khususnya kelapa. Kita memiliki luas lahan 3,8 juta ha untuk kelapa dengan produksi 2,8 juta ton/tahun, ini sangat besar,” ujar Presiden seperti dikutip siaran pers Kementerian Perdagangan, Senin (22/7).

Lebih lanjut, Presiden Jokowi juga menyoroti, berdasarkan data yang ada, ekspor kelapa Indonesia yang mencapai US$1,55 miliar. Menurut Presiden, dua provinsi penghasil kelapa terbesar di Indonesia adalah Provinsi Sulawesi Utara dan Riau. “Angka Ini juga sangat besar dan bisa kita tingkatkan lebih besar lagi kalau kita serius menangani masalah kelapa,” ungkap Presiden.

BacaJuga

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Dalam upaya peningkatan produksi kelapa, Presiden Jokowi menyoroti kualitas bibit, pemeliharaan, dan metode panen sebagai faktor kunci. Presiden juga menekankan pentingnya hilirisasi dalam meningkatkan nilai tambah produk kelapa, mendukung industri, dan menciptakan lapangan kerja. “Riset sangat penting dalam hal ini, dan kemudian kita manfaatkan teknologi hilirisasi untuk mencapainya. Saya banyak melihat limbah kelapa yang diubah menjadi bioenergi. Saya kira ke depan ini penting untuk terus bisa dikembangkan,” ucap Presiden.

Terakhir, Presiden Jokowi mengajak komunitas kelapa internasional untuk bersatu memajukan industri kelapa berkelanjutan. Presiden menyebut konferensi ini sangat penting bagi Indonesia, dan Indonesia juga berkepentingan untuk memperkenalkan potensi besar kelapa nasional. “Saya mengajak seluruh komunitas kelapa internasional untuk bersinergi memajukan industri kelapa yang berkelanjutan yang mendukung ekonomi hijau dunia,” tutur Presiden.

Sementara itu, Mendag Zulkifli Hasan dalam laporannya mengungkapkan, Indonesia saat ini merupakan produsen sekaligus eksportir utama produk kelapa dan turunannya. Potensi ekspor kelapa Indonesia tidak hanya berupa produk turunan minyak kelapa seperti santan dan kelapa parut, tapi juga briket arang dan karbon aktif berbahan tempurung kelapa yang memiliki permintaan pasar tinggi. Hal ini karena potensinya menjadi produk substitusi arang kayu dan tidak merusak alam sehingga ramah lingkungan.

“Produk turunan kelapa sangat luar biasa. Kita harus berhenti mengekspor kelapa mentah yang tidak banyak memberikan nilai tambah. Saat ini kita mulai mengekspor nata de coco, briket arang, dan tempurung kelapa. Produk-produk ini semakin diminati karena kualitasnya,” jelas Mendag.

Mendag juga mengungkapkan, tema COCOTECH ke-51 menekankan pentingnya sektor kelapa sebagai solusi berkelanjutan. “Kami mendorong semua peserta untuk berpartisipasi aktif dan berkolaborasi untuk memaksimalkan potensi kelapa. Mari gunakan platform ini untuk meningkatkan motivasi, mendorong inovasi, dan mempromosikan masa depan industri kelapa berkelanjutan,” tutup Mendag.

Pembukaan COCOTECH ke-51 dirangkai dengan pemberian plakat penghargaan ICC oleh Mendag kepada petani dan pelaku usaha Indonesia yang berkontribusi terhadap kemajuan sektor kelapa nasional. Untuk petani, Dance Yenri Umboh mendapat penghargaan sebagai petani berprestasi yang inovatif. Sementara penghargaan yang diberikan kepada pelaku usaha industri pengolahan kelapa, yaitu Sambu Group, PT Sasa Inti, PT TOM Cococha Indonesia, serta PT Aliet Green Ltd. COCOTECH merupakan forum strategis bagi pemangku kepentingan yang bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan sektor kelapa dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi, dan lingkungan.

Sektor ini menyumbang hingga 3,5% produk domestik bruto (PDB) di negara penghasil kelapa dan mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan. Konferensi COCOTECH tahun ini dibagi menjadi sembilan sesi, dengan 39 pembicara utama membahas teknologi terkini dan pengembangan produksi kelapa. Topik yang dibahas meliputi solusi energi terbarukan, pemanfaatan kelapa dalam pangan fungsional, implementasi ekonomi sirkular di sektor kelapa, potensi kredit karbon kelapa, serta strategi konservasi plasma nutfah untuk meningkatkan produktivitas dan keberlanjutan ekosistem kelapa.

Konferensi yang dihadiri sekitar 400 peserta dari 30 negara ini bertujuan untuk mengembangkan strategi yang akan menghasilkan rekomendasi kebijakan yang akan diterapkan untuk mendukung sektor kelapa yang berdaya tahan dan berkelanjutan. Selain konferensi, COCOTECH ke-51 menggelar pameran produk berbasis kelapa dengan menampilkan 36 stan peserta dari tujuh negara. Adapun stan yang ditampilkan terdiri atas perusahaan mikro hingga industri besar, pemasok, dan asosiasi kelapa. Selain itu, pameran juga menghadirkan stan lembaga penelitian kelapa yang yang menampilkan tren industri kelapa global terkini, teknologi inovatif, serta produk yang dapat dipasarkan.

Pada hari terakhir, delegasi dan peserta COCOTECH akan mengunjungi beberapa perusahaan berbasis produk kelapa di Jawa Timur. Perusahaan tersebut adalah PT Sionchem Global Indo, PT Sarana Agro Indo Jaya, dan PT Surya Trimegah Wisesa. Ketiga perusahaan terkemuka ini merupakan perusahaan pengolah kelapa menjadi minyak kelapa dan briket arang sebagai bentuk energi terbarukan yang tengah dikembangkan di Indonesia. (YS)

Previous Post

Sistem SIMBARA Sanggup Deteksi Penyalahgunaan Transaksi Penerimaan Negara

Next Post

Kementerian ESDM Uji Coba Perdana Penerapan B40 untuk Kereta Api

Admin

Admin

Related Posts

Manufaktur

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

by Admin
April 28, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA, - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan kualitas industri kopi...

Read more
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Alam Sumut Januari 2026 Turun kendati Harga Global Menguat

Februari 28, 2026
Next Post
Kementerian ESDM Uji Coba Perdana Penerapan B40 untuk Kereta Api

Kementerian ESDM Uji Coba Perdana Penerapan B40 untuk Kereta Api

BERITA TERBARU

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
Bukan Cuma Baterai, Ini Rahasia Agar Mobil Listrik Lebih Efisien Saat Mudik

Ban Menjadi Faktor Krusial Efisiensi Mobil Listrik

April 26, 2026
Konsep Otomatis

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

April 24, 2026

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com