• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, Desember 4, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Thailand Selenggarakan Industrial Business Matching di Jakarta

Admin by Admin
Mei 3, 2024
0
Thailand Selenggarakan Industrial Business Matching di Jakarta
0
SHARES
24
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Pemerintahan Kerajaan Thailand melalui Pusat Perdagangan Thailand (TTC) Jakarta dan Departemen Promosi Perdagangan Internasional (DITP) yang merupakan dua lembaga kepanjangan tangan dari Kementerian Perdagangan Thailand mengadakan Thailand Industrial Business Matching 2024 pada Kamis, 2 Mei 2024 lalu di Hotel Kempinski, Jakarta.

Kegiatan Thailand Industrial Business Matching 2024 ini dibuka secara resmi oleh Duta Besar Kerajaan Thailand untuk Indonesia Prapan Disyatat didampingi Direktur Thai Trade Center (TTC) Jakarta, Hataichanok Sivara dan perwakilan Departement of International Trade Promotion (DITP) yang ditandai dengan acara pengguntingan pita.

Hataichanok Sivara, Direktur Thai Trade Center (TTC) Jakarta mengatakan fokus Industrial Business Matching kali ini adalah mengeksplorasi peluang perdagangan dan investasi antara Thailand dan Indonesia, khususnya dalam sektor elektronik, peralatan listrik (elektrik) konstruksi, serta peralatan rumah tangga seperti AC, kulkas, dan kendaraan bermotor.

BacaJuga

Era Digital Paksa Pemasaran Barang via Daring, agar Pemilik Merek Banjir Order

Hadapi Dinamika Global, Kemenperin Pacu IKM Furnitur Tembus Pasar Nontradisional

Menurut Hataichanok, kegiatan Industrial Business Maching ini ditujukan untuk memfasilitasi diskusi tentang prospek pasar, membangun aliansi global dengan menghubungkan industri Thailand dengan pasar internasional serta menjajaki kolaborasi potensial antara perusahaan-perusahaan Thailand dan Indonesia

Thailand saat ini dikenal sebagai salah satu pusat industi dan perdagangan baru di Asia, khususnya ASEAN. Catatan resmi pemerintah Thailand menunjukkan, pada Januari 2024, Thailand telah menyaksikan enam bulan berturut-turut pertumbuhan ekspor, didorong oleh bangkitnya sektor elektronik dan peningkatan ekspor produk pertanian. Angka dari Kementerian Perdagangan Thailand menunjukkan peningkatan ekspor sebesar 10% secara tahunan yang mencapai US$22,64 miliar, menandai pertumbuhan tercepat dalam 19 bulan.

Antara tahun 2024 dan 2026, PDB Thailand diproyeksikan akan berkembang dengan tingkat rata-rata tahunan sebesar 3,4%, menandai peningkatan yang signifikan dari 2,5% yang tercatat pada tahun 2023 dan mendekati potensi jangka panjangnya. Namun, pertumbuhan ini tetap sedikit di bawah rata-rata sebelum pandemi COVID-19 sebesar 3,7% selama dekade sebelumnya.

Sektor industri Thailand telah berkembang secara signifikan sejak 1980-an, menjaga posisinya sebagai salah satu pusat industri terbesar di Asia Tenggara meskipun adanya kehadiran multinasional yang meningkat.

Untuk memfasilitasi diskusi bisnis, penyelenggara “Thailand Industrial Business Matching” memfasilitasi pertemuan tatap muka antara pengusaha Thailand, terutama dari sektor elektronik dan peralatan rumah tangga, dengan rekan-rekan mereka dari Indonesia. Sekitar 20 perwakilan bisnis Thailand diharapkan akan berpartisipasi dalam acara tersebut.

Lanskap industri Thailand menawarkan banyak peluang untuk pertumbuhan dan kolaborasi, dengan tujuan memanfaatkan basis industri yang kuat dan keahliannya. “Acara ini berfungsi sebagai platform untuk meningkatkan kolaborasi, mendiskusikan dinamika pasar, dan membentuk kemitraan strategis antara pemangku kepentingan dari kedua negara,“ tutur Hataichanok Sivara.

Para peserta dari Thailand yang berpartisipasi, di antaranya adalah R.J. London Chemicals  Industries CO., LTD., Chaturong Cooling Limited Partnership, P.S.P. Specialties PCL, dan TN Group Corporation CO., LTD.

Dukungan untuk acara ini juga datang dari berbagai asosiasi industri Indonesia, termasuk Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Asosiasi Industri Komponen Otomotif Kecil dan Menengah (PIKKO) Indonesia, dan Asosiasi Perusahaan Elektronik dan Peralatan Rumah Tangga (GABEL) Indonesia.

Potensi Industri Elektronik dan AC di Thailand

Hataichanok menyebutkan keahlian Thailand dalam manufaktur peralatan listrik dan elektronik (E&E) patut diacungi jempol dimana ekspornya mencapai hingga 24% dari total ekspor negara Gajah Putih itu. Sektor ini tidak hanya memberikan kontribusi yang signifikan terhadap PDB yang mencapai 10,4%, tetapi juga memberikan lapangan kerja bagi sekitar 800.000 orang melalui sekitar 2.500 perusahaan yang aktif.

Perhatian khusus terhadap pasar penyejuk udara Thailand yang berkembang pesat, diproyeksikan akan mengalami pertumbuhan yang cepat dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) sebesar 5,93%, diproyeksikan mencapai US$1.645,21 juta pada tahun 2023, dan diharapkan akan melanjutkan tren kenaikannya hingga tahun 2029. Dalam beberapa tahun terakhir, sektor AC Thailand telah menyaksikan ekspansi dan inovasi yang signifikan.

Permintaan akan peralatan penyejuk udara dan pendingin di Thailand terutama berasal dari sektor perumahan, sementara juga dipengaruhi oleh sektor komersial dan industri, termasuk hotel, pusat perbelanjaan, dan fasilitas manufaktur.

Sektor Otomotif yang Menjanjikan

Sebagai eksportir terkemuka di ASEAN, Thailand berdiri tegak sebagai pusat produksi otomotif dan manufaktur suku cadang otomotif. Sebanyak 10% dari PDB negara berasal dari sektor ini, menjadikan Thailand sebagai eksportir kendaraan terbesar ke-12 di dunia.

Kisah otomotif di Thailand dimulai pada tahun 1960-an, dengan raksasa Jepang seperti Toyota dan Mitsubishi membuka jalan, kemudian diikuti oleh rekan-rekan Amerika dan Jerman. Trajektori ini membuat Thailand mendapat julukan “Detroit of Asia,” menjadi bukti kehebatan otomotifnya yang menggema dengan legenda Motor City.

Dalam kisah ketahanan di tengah kesulitan, sementara banyak sektor mengalami kemunduran selama pandemi, industri otomotif mempercepat laju pertumbuhannya. Pada tahun 2024, produksi mobil di negara ini diprediksi akan melampaui dua juta unit setiap tahunnya, dengan lonjakan visi ke arah kendaraan listrik (EVs) yang menandai setengah dari produksi lokal pada tahun 2030.

“Daya tarik Thailand bagi produsen otomotif dan pemasok komponen otomotif diharapkan akan melonjak, didorong oleh jangkauan pasar yang membesar dan dukungan pemerintah yang teguh,“ kata Hataichanok.

Ekonomi Thailand dan Industri Konstruksi

 Dalam perekonomian Thailand, sektor konstruksi merupakan salah satu sektor penting yang  mencakup usaha publik dan swasta. Dengan lebih dari 80% proyek publik yang didedikasikan untuk infrastruktur, cakupan sektor ini meluas untuk menciptakan rumah tinggal bagi personel pemerintah dan fasilitas publik vital lainnya.

Diproyeksikan selama periode 2024-2029, lanskap konstruksi Thailand direncanakan untuk naik secara signifikan, dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata (CAGR) yang melebihi 5%, meningkat dari estimasi US$26,68 miliar pada tahun 2024 menjadi US$34,05 miliar pada tahun 2029.

Faktor pendorong laju pertumbuhan sektor ini adalah meningkatnya permintaan akan perumahan. Selain itu, pengalaman makan dan belanja yang nyaman dan menyenangkan mendorong lonjakan konstruksi, dengan peningkatan restoran dan pusat perbelanjaan yang menjamur di seluruh negeri. Pembangunan kondominium mencerminkan tren ini, terutama di dan sekitar kota metropolitan Bangkok.

Ketika pemerintah Thailand berupaya melakukan transformasi wilayah yang ditetapkan sebagai zona ekonomi khusus dengan fokus yang tajam pada pengembangan industri, sektor konstruksi berada pada posisi yang siap untuk pertumbuhan yang cepat di bawah inisiatif pemerintah yang strategis. (YS)

 

Previous Post

GAPKI: Produksi, Konsumsi dan Ekspor Minyak Sawit Indonesia Turun di Februari

Next Post

BULOG Serap 30.000 Ton Setara GKP Tiap Hari

Admin

Admin

Related Posts

Ekbis

Era Digital Paksa Pemasaran Barang via Daring, agar Pemilik Merek Banjir Order

by Admin
November 28, 2025
0

JAKARTA, Gemabisnis.com – Kemunculan Algoritma sebagai penuntun kita dalam menentukan pilihan produk, saat melakukan pembelian di niaga elektronik (e-commerce), menjadikan...

Read more
Dukung Perluasan Pasar, Kemenperin Pacu IKM Furnitur Ekspansi ke Timur Tengah

Hadapi Dinamika Global, Kemenperin Pacu IKM Furnitur Tembus Pasar Nontradisional

November 24, 2025
Diminati Konsumen Global, Bambu Jadi Harapan Baru Industri Furnitur Nasional

Diminati Konsumen Global, Bambu Jadi Harapan Baru Industri Furnitur Nasional

November 22, 2025
INNOPROM 2026, Ajang Strategis Tunjukkan Kekuatan Sektor Manufaktur  Nasional

INNOPROM 2026, Ajang Strategis Tunjukkan Kekuatan Sektor Manufaktur Nasional

November 20, 2025

Program Makan Bergizi, Hak Anak Indonesia Persiapkan Generasi Emas 2045

November 19, 2025
Next Post
BULOG Serap 30.000 Ton Setara GKP Tiap Hari

BULOG Serap 30.000 Ton Setara GKP Tiap Hari

BERITA TERBARU

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

Desember 1, 2025
BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

Desember 1, 2025
Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

November 30, 2025

Era Digital Paksa Pemasaran Barang via Daring, agar Pemilik Merek Banjir Order

November 28, 2025
Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

November 27, 2025
GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

GAPKI: Kinerja Produksi, Konsumsi dan Ekspor Sawit Menurun di September

November 27, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

Desember 1, 2025
BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

Desember 1, 2025
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com