GemaBisnis.com, JAKARTA, — UI Indonesia Leadership Development Centre menyelenggarakan pelatihan berjudul “8 Communication Traps and Solution for Leaders.” Kegiatan yang berlangsung selama dua harini di awal bulan ini di Jakarta Pusat, menjadi bagian dari agenda Leadership Development Series yang ditujukan untuk memperkuat kapasitas komunikasi para pemimpin lintas sektor.
Menurut Ika Sastrosoebroto, selaku Founder & CEO Prominent Public Relations, pelatihan ini diikuti oleh sejumlah peserta dari berbagai Institusi ternama seperti PT. Bank Sulselbar, PT. Asuransi Jasa Indonesia, PT OBM Drilchem, Denali Venture, serta PT Lapan Enam Sportindo.
Dalam sesi pelatihan ini, para peserta diajak untuk mengenali dan memahami hambatan komunikasi yang kerap terjadi di lingkungan professional, serta bagaimana cara menyikapinya dengan pendekatan yang solutif dan strategis.
Sesi ini dirancang dengan metode partisipatif, mulai dari penjelasan, studi kasus, dan diskusi. Tujuannya agar materi yang dibahas dapat langsung dikaitkan dengan situasi nyata yang dihadapi dalam dunia profesional.
Sesi pertama pelatihan ini dimulai dengan penyampaian “Communication Trap Overview & Digital Manners” yang dibawakan oleh pembicara yaitu Ika Sastrosoebroto.
Dalam sesi ini, Ika menekankan pentingnya pengembangan pola pikir adaptif (Adaptive Mindset), serta pemahaman terhadap dinamika komunikasi di era digital.
Ia juga mengangkat sejumlah subtopik penting seperti Publicity Development, Presentation Skill & Self Grooming for delivery message serta How to speak as a leader and how to speak to leaders.
Sesi berikutnya menghadirkan Andri Nooriman, Senior Branding & Marketing Consultant yang memberikan penyampaian terkait Communication Strategy & Deliverable yang menjelaskan tentang Objective of Communication, Brand Positioning to build brand value, Key Message & Key Visual Development, Initial of Business acumen.
Materi terakhir tentang Communication as catalysator for company outcome, hingga bagaimana komunikasi berfungsi sebagai katalisator dalam pencapaian tujuan.
Berbagai tema penting menjadi fokus pembahasan, seperti bagaimana kesalahan dalam menyampaikan pesan dapat menimbulkan resistensi, miskomunikasi, atau bahkan konflik dalam tim dunia profesional.
Melalui pelatihan ini, peserta dibekali cara-cara membangun komunikasi yang lebih terbuka, penuh empati, serta mampu menjembatani bila terjadi perbedaan pendapat secara konstruktif.
Para peserta juga diajak mengenali gaya berkomunikasi dan belajar cara penyesuaian menghadapi karakter individu di dunia profesional atau lingkungan kerja.
Pendekatan yang digunakan dalam pelatihan ini tidak hanya bersifat teoritis, namun juga menekankan praktik langsung dengan simulasi. Di sini para pemimpin diberi ruang merefleksikan pola komunikasi mereka, sekaligus memperluas perspektif pentingnya peran komunikasi dalam membangun tim yang solid dan kolaboratif.
Diharapkan para peserta mampu menerapkan keterampilan dalam berkomunikasi yang lebih efektif untuk memperkuat peran mereka sebagai pemimpin secara professional. [LS]













