GemaBisnis, JAKARTA, – Sebagai wujud Tri Darma Perguruan Tinggi pada Darma ketiga pengabdian masyarakat, akhir Juli lalu, Departemen Ilmu Administrasi Fiskal Universitas Indonesia (DIAF-UI) mengadakan sosialisasi yang bertujuan membangun pemahaman mengenai perpajakan kepada berbagai pihak dari berbagai institusi/organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.
Menurut Ketua DIAF-UI Dr. Inayati, kegiatan yang berlangsung tiga hari tersebut diisi oleh sejumlah aktivitas seperti audiensi dengan Bupati Kuningan beserta jajarannya yakni pimpinan Organisasi Perangkat daerah (OPD) seperti Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kepala Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu serta perwakilan Kantor Pelayanan Pajak Pratama Kabupaten Kuningan.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati H. Dian Rachmat Yanuar menyampaikan sejumlah isu antara lain peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) termasuk Pajak Daerah. Bupati juga menyampaikan harapan agar DIAF-FIA UI dapat berperan menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi Pemerintah Kabupaten Kuningan. Inayati menanggapi dengan baik kesempatan kerja sama ini, karena sejalan dengan visi dan misi FIA UI termasuk berbagai kompetensi keilmuan yang dikembangkan DIAF – FIA UI.
Dr. Inayati menyampaikan kerja sama tersebut tidak hanya dapat diwujudkan dalam asistensi ataupun pengkajian kebijakan pajak, tetapi juga dapat dibangun melalui pendidikan S1, S2 dan S3 yang diselenggarakan DIAF-FIA UI untuk diikuti para SDM Pemkab Kuningan. Satu konsentrasi peminatan pada jenjang S2 Program Magister Ilmu Administrasi adalah Administrasi Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.
Kunjungan yang dilanjutkan ke Pesantren Husnul Khotimah di Kecamatan Manis Kidul, Kabupaten Kuningan, diisi kegiatan di mana Guru Besar Kebijakan Perpajakan, Prof Haula Rosdiana, menyampaikan peran penting pesantren dalam membangun pemahaman tentang perpajakan di kalangan para pelajar/ santri yang akan menjadi pembayar pajak selama beberapa tahun ke depan.
Inayati menambahkan DIAF-FIA UI wajib bertemu, berdiskusi serta membangun pemahaman mengenai perpajakan kepada berbagai pihak dari berbagai institusi/ organisasi kemasyarakatan. Kegiatan darma pengabdian masyarakat diadakan setiap tahun oleh DIAF – FIA UI bersama dengan tiga klaster riset.
Di pesantren Husnul Khotimah, para dosen di kelas 8 dan 9 Madrasah Tsanawiyah (MTs), menyampaikan konsep dasar perpajakan dan aplikasinya di Indonesia. Acara diskusi berlangsung hangat disertai sejumlah pertanyaan kritis dari para siswa dan santri serta santriwati.
Para dosen berharap agar para siswa MTs memiliki pandangan positif terhadap perpajakan di Indonesia serta siap menjadi wajib pajak yang baik di masa datang. Para dosen juga menyampaikan harapan agar sebagian santri akan menjadi mahasiswa DIAF-FIA UI ke depannya.
Pada kunjungan ke Madrasah Diniyah Maslakhul Ulum, rombongan perwakilan dosen yang terdiri atas, Prof Haula Rosdiana, Prof Edi Slamet Irianto, Dr. Inayati, Dr. Prianto Budi Saptono, Drs. Adang Hendrawan, serta Dr. Adiwarman, bertemu dengan pengelola Madrasah Diniyah yang mendidik 60 orang anak yatim piatu.
Madrasah Diniyah ini diselenggarakan secara gratis bersama para guru yang mengajar secara sukarela tanpa mendapatkan imbalan. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Inayati menyampaikan bantuan dari para dosen dan staf DIAF-FIA UI untuk membantu melakukan renovasi Madrasah. Prof Haula Rosdiana juga memberikan santunan bagi anak-anak yatim di madrasah tersebut. (NM)













