• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Senin, Februari 16, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Vladimir Putin Berencana Hadiri Pertemuan G20 di Bali

Admin by Admin
Maret 24, 2022
0
Vladimir Putin Berencana Hadiri Pertemuan G20 di Bali

Foto: AP

0
SHARES
11
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Indonesia menghadapi ujian atas ambisinya menjadi pemain global sementara Amerika Serikat (AS) dan sekutunya mendiskusikan kemungkinan mengusir Rusia dari forum kelompok negara-negara ekonomi utama dunia (G20), demikian dilaporkan portal berita Australia watoday.com.

Moskow telah memberikan sinyalnya bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin bermaksud untuk menghadiri pertemuan pucak para pemimpin dunia di Bali pada bulan November namun kehadirannya di event yang dituanrumahi Indonesia itu memiliki potensi untuk memicu pemboikotan oleh negara-negara lainnya.

Dorongan untuk mengeluarkan Rusia dari G20 datang ketika mantan Menteri Luar Negeri Indonesia mendesak Jakarta yang secara tradisional bersikap netral untuk mengambil langkah lebih keras terhadap Putin menyusul invasinya ke Ukraina.

BacaJuga

Y.O.U Berkomitmen Hadirkan Solusi Kulit Tropis – Efektif Berbasis Sains

Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Sementara Indonesia mendukung resolusi Sidang Umum PBB yang mengecam invasi tersebut, Presiden Joko Widodo dan menteri-menteri dalam pemerintahan menghindar dari mengkritik secara langsung kepada Rusia atas agresinya serta menyerukan dialog dan negosiasi dari pada menerapkan sanksi.

“Apa yang dibutuhkan sekarang adalah suara dunia ketiga,” kata Marty Natalegawa, menteri luar negeri di era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kepada Sydney Morning Herald dan The Age.

“Kita harus menggunakan kemerdekaan kita untuk mengatakan bahwa kita tidak dapat menerima penggunaan kekerasan, aksi Rusia itu tidak bisa diterima. Kita harus mulai sekarang. Tahun ini merupakan ujian bagi kepemimpinan Indonesia,” tuturnya.

Indonesia menghadapi tekanan dari Rusia untuk tidak memasukan perang di Ukraina dari agenda pertemuan G20 dan menghadapi kemungkinan pemboikotan dari negara-negara Barat. Indonesia kini berada di bawah sorotan dunia apakah akan mengundang pemerintah Rusia dalam pertemuan puncak dan forum-forum setingkat menteri yang menyertainya.

Dutabesar Rusia untuk Indonesia Lyudmila Vorobieva mengatakan dalam sebuah konferensi pers di Jakarta Rabu (23/3) bahwa Putin berencana menghadiri pertemuan para pemimpin dunia itu di Bali dan berargumentasi bahwa menyisipkan isu politik sensitif ke dalam agenda akan kontraproduktif.

Dia mengatakan reaksi negara-negara Barat sama sekali tidak proporsional dan banyak organisasi yang sama sekali bukan anggota G20 mencoba mengeluarkan Rusia dari kelompok tersebut.

Dia juga mengatakan bahwa Rusia sudah diundang. “Kami sangat mengapresiasi posisi pemerintah Indonesia yang telah mengadopsi kepresidenan G20 untuk tahun ini. Tentu saja G20 bukanlah forum untuk mendiskusikan atau mencari jalan keluar dari krisis semacam ini. Sebetulnya, ini adalah forum untuk meningkatkan keadaan ekonomi dan memecahkan persoalan-persoalan ekonomi,” kata Lyudmila.

Kementerian Luar Negeri Indonesia menekankan minggu lalu bahwa G20 selalu menjadi sebuah forum untuk mendiskusikan isu-isu perekonomian global seraya menunjukkan bahwa arena seperti SIdang Umum PBB sebagai platform debat bagi persoalan seperti perang di Eropa.

Dampak ikutan dari krisis Ukraina seperti kelangkaan pangan dan meningkatnya harga energi akan masuk menjadi kategori persoalan ekonomi global, namun Natalegawa mengatakan “akan terjadi kebungkaman dalam ketulian jika para pemimpin datang ke Bali untuk pertemuan G20 dan mendiskusikan berbagai persoalan di bawah terik matahari kecuali isu-isu yang saat ini ada di hadapan kita.”

“G20 pada tataran kepemimpinan merupakan salah satu dari sedikit proses dimana semua negara-negara utama duduk bersama-sama,” kata dia.

“Ada Rusia, ada AS, ada China, ada negara-negara Eropa dan oleh karena itu forum ini menjadi cara untuk menemukan sebuah resolusi bagi konflik yang sedang terjadi melalui cara-cara multilateral, ini teramat penting bagi G20 untuk membahas isu tersebut,” tutur Natalegawa.

Surat kabar Kompas melaporkan sejumlah negara telah meminta Indonesia untuk tidak mengundang Rusia ke pertemuan pertama G20 sejak terjadinya invasi, sebuah pertemuan antar menteri-menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Washington bulan depan.

“Kami harapkan semua akan hadir. Jika Rusia hadir semua diharapkan hadir juga,” kata Edi Prio Pambudi, deputi menteri koordinator untuk kerjasama ekonomi internasional.

Mahadi Sugiono, dosen hubungan internasional di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengatakan Indonesia terperangkap antara batuan dan tempat yang keras. “AS dan negara-negara Barat tidak ingin Rusia hadir dalam pertemuan G20 dan Indonesia sebagai ketua G20 berada dalam posisi yang sulit. Saya secara pribadi berpendapat bahwa Rusia harus diundang. Jika kita tidak mengundang Rusia maka berarti semangat G20 telah mati,” jelasnya.

Saat ditanya apakah Presiden AS Joe Biden akan berupaya untuk mendorong Rusia keluar dari G20 ketika dia bertemu dengan sekutu-sekutunya di Brussels minggu ini, penasehat keamanan nasional Jake Sullivan mengatakan kepada wartawan di Gedung Putih: “Kami yakin bahwa Rusia tidak bisa lagi melakukan bisnisnya seperti biasa dalam lembaga internasional dan komunitas internasional.”

Namun demikian, adalah sesuatu yang tidak mungkin kalau negara-negara anggota G20 seperti India, Brazil, Afrika Selatan dan China serta Indonesia setuju untuk mengeluarkan Rusia dari kelompok tersebut. (YS)

Previous Post

Obligasi Berkelanjutan V Astra Sedaya Finance Tahap IV Tahun 2022 Dicatatkan di BEI

Next Post

Renault Menangguhkan Kegiatan Produksi di Rusia

Admin

Admin

Related Posts

Ekbis

Y.O.U Berkomitmen Hadirkan Solusi Kulit Tropis – Efektif Berbasis Sains

by Admin
Desember 15, 2025
0

Gemabisnis.com, JAKARTA, — Sebagai penduduk yang berada di negara beriklim tropis, masyarakat Indonesia memiliki tantangan kulit yang khas dan kompleks,...

Read more
Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

Gempa Bermagnitudo 6,3 Guncang Sinabang, Aceh

November 27, 2025
PBB: Jakarta Kini Menjadi Kota Terbesar di Dunia, Tokyo Turun ke Peringkat Ketiga

PBB: Jakarta Kini Menjadi Kota Terbesar di Dunia, Tokyo Turun ke Peringkat Ketiga

November 27, 2025

Membangun Jiwa Entrepreneurship dari Kokohnya Masjid Kobe

September 15, 2025

UI Indonesia Leadership Development Centre Gelar Pelatihan Komunikasi bagi Sejumlah Perusahaan Ternama di Indonesia

Agustus 11, 2025
Next Post
Renault Menangguhkan Kegiatan Produksi di Rusia

Renault Menangguhkan Kegiatan Produksi di Rusia

BERITA TERBARU

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Januari 29, 2026
Kemendag Terbitkan Aturan Ekspor Karet Alam Spesifikasi Teknis

Kemendag Terbitkan Aturan Ekspor Karet Alam Spesifikasi Teknis

Januari 29, 2026
BULOG, PERPADI Perkuat Kerja Sama Strategis Penyerapan Gabah Beras Nasional 2026

BULOG, PERPADI Perkuat Kerja Sama Strategis Penyerapan Gabah Beras Nasional 2026

Januari 29, 2026
BULOG Gelar Sosialisasi Asuransi Pertanian bagi Petani di Kabupaten Tabanan

BULOG Gelar Sosialisasi Asuransi Pertanian bagi Petani di Kabupaten Tabanan

Januari 28, 2026
BULOG Tegaskan Kesiapan Pasokan Dukung Ekspor Beras ke Arab Saudi

BULOG Tegaskan Kesiapan Pasokan Dukung Ekspor Beras ke Arab Saudi

Januari 28, 2026
Ekspor Karet Sumut Anjlok 11,99% pada Februari

Ekspor Karet Sumut 2025 Menurun di Tengah Dinamika Pasar Global

Januari 28, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Januari 29, 2026
Kemendag Terbitkan Aturan Ekspor Karet Alam Spesifikasi Teknis

Kemendag Terbitkan Aturan Ekspor Karet Alam Spesifikasi Teknis

Januari 29, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com