• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, September 23, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Kerek Ekspor, Kemenperin Pacu IKM Kosmetik dan Obat Tradisional Naik Kelas

Admin by Admin
Agustus 5, 2025
0
0
SHARES
30
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA, – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus berkomitmen mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di sektor kosmetik dan obat tradisional untuk bisa naik kelas sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun global. Upaya strategis ini dilakukan secara konsisten melalui berbagai program pembinaan dan kolaborasi aktif dengan pelaku industri dan pemangku kepentingan lainnya.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita menjelaskan, peningkatan skala usaha menjadi keharusan jika pelaku IKM ingin bertahan dan berkembang secara berkelanjutan. Dengan naik kelas, pelaku IKM juga akan memiliki daya saing yang lebih tinggi, perluasan akses pasar, dan memberikan kontribusi signifikan bagi ekonomi nasional.

“Keberhasilan IKM bukan hanya soal bertumbuh, tetapi juga soal menjadi brand yang dikenal dan dipercaya konsumen Indonesia. Tujuan tersebut bisa dicapai dengan naik kelas, karena dampak yang dihasilkan menjadi lebih luas, baik bagi pelaku usaha, konsumen, hingga perekonomian nasional,” ujar Dirjen IKMA dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (5/8).

BacaJuga

JAPFA dan Koperasi LPER Kerja Sama Strategis Perkuat Kedaulatan Pangan

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Reni mengemukakan, saat ini sektor kosmetik dan obat tradisional memiliki posisi strategis dalam peta jalan industri manufaktur nasional. Hal ini karena didukung dari sisi jumlah pelaku usaha maupun nilai pasar. Sektor ini didominasi oleh pelaku usaha yang berasal dari kalangan IKM, dan sekaligus membuktikan bahwa IKM tidak hanya menjadi tulang punggung ekonomi tetapi juga menjadi motor inovasi industri berbasis budaya dan kearifan lokal.

“Berdasarkan data tahun 2024, terdapat 1.292 pelaku industri kosmetik di Indonesia, di mana 89 persen merupakan sektor IKM. Sementara dari 1.043 industri obat tradisional, sebanyak 86 persen juga didominasi oleh IKM,” ungkapnya.

Tahun 2024, ekspor produk kosmetik Indonesia tercatat mencapai US$410,7 juta, dengan negara tujuan ekspor utama antara lain ke Singapura, Malaysia, dan Thailand. Di sisi lain, industri obat tradisional menunjukkan performa ekspor yang menjanjikan. “Sepanjang tahun 2024, nilai ekspor dari industri obat tradisional mencapai US$6,9 juta dengan pasar utama ke Taiwan, Malaysia, dan Filipina,” sebutnya.

Namun demikian, sejumlah tantangan masih dihadapi pelaku IKM kedua sektor tersebut. Tantangan itu di antaranya adalah keterbatasan kapasitas produksi dan teknologi, diperlukannya pemahaman terkait legalitas dan sertifikasi BPOM, akses pembiayaan dan kemitraan maklon, serta kebutuhan akan strategi branding dan distribusi yang kuat.

“Dalam membantu pelaku IKM menghadapi tantangan tersebut, Ditjen IKMA melakukan upaya peningkatan daya saing IKM kosmetik dan obat tradisional agar dapat naik kelas melalui berbagai program pembinaan, seperti fasilitasi sertifikasi, workshop formulasi dan standardisasi mutu produk, reimburse dana pembelian mesin dan alat produksi melalui program restrukturisasi, promosi dan penguatan branding IKM, serta mendorong kemitraan antara IKM dengan industri besar maupun sektor ekonomi lainnya,” jelas Reni.

Selain upaya tersebut, Ditjen IKMA juga aktif melakukan upaya pembinaan IKM lainnya melalui kolaborasi dengan pemangku kepentingan seperti akademisi, asosiasi, dan juga pelaku industri. “Kami terus membuka ruang bagi IKM untuk belajar langsung dari pelaku industri yang telah berhasil melakukan scale up bisnis,” imbuhnya.

Berbagi pengalaman

Ditjen IKMA mengapresiasi penyelenggaraan Webinar Cosmetic & Herbal Product Webinar Series  bertema “Strategi Scale-Up: Dari IKM ke Brand Nasional” pada  29 Juli 2025. Webinar tersebut menghadirkan narasumber dua pelaku industri yang telah membuktikan keberhasilan menumbuhkan usahanya, di antaranya Nurhayati Subakat sebagai Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation, dan Maria R. Hidayat Direktur selaku Marketing PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.

“Acara ini bukan sekadar sesi berbagi pengalaman, tetapi juga bentuk nyata dari kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri dalam membangun ekosistem usaha yang sehat dan berdaya saing,” tambah Reni.

Direktur IKM Kimia, Sandang, dan Kerajinan, Budi Setiawan menyampaikan harapannya, agar forum tersebut menjadi ruang pembelajaran dan motivasi bagi pelaku IKM. Ia menggarisbawahi pentingnya akses pembelajaran langsung dari figur-figur sukses sebagai bagian dari proses transformasi usaha.

“Melalui forum ini, kami ingin membuka ruang diskusi antara para pelaku usaha dengan figur yang telah sukses. IKM dapat belajar langsung dari pengalaman nyata para narasumber, sehingga  yakin bahwa mereka mampu membawa usahanya untuk scale up,” ungkap Budi.

Pada kesempatan yang sama, Nurhayati Subakat, pendiri sekaligus Komisaris Utama PT Paragon Technology and Innovation, membagikan perjalanan 40 tahun membangun perusahaannya dari skala kecil hingga menjadi pionir pada industri kosmetik halal di Indonesia. Nurhayati menekankan pentingnya membangun bisnis dengan landasan prinsip, inovasi berkelanjutan, dan membawa dampak.

“Bukan mengejar tumbuh dulu baru bermanfaat, tetapi karena ingin bermanfaat maka kita akan tumbuh,” ujarnya.

Sementara itu, Maria R. Hidayat, Direktur Marketing PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk., menyampaikan pengalamannya membangun heritage brand obat tradisional yang kuat dan terpercaya. Maria mengungkapkan Sido Muncul konsisten dalam menjaga warisan tradisional, terus beradaptasi dengan teknologi dan tren pasar, mengedepankan riset ilmiah, berprinsip keberlanjutan, dan memberikan kontribusi sosial. [NM]

 

 

Tags: eksporIKM kosmetikIKM naik kelasobat tradisional
Previous Post

Partisipasi Thailand di INAGRITECH 2025 Pamerkan Alsintan Sampai Teknologi Pertanian

Next Post

Departemen Ilmu Administrasi Fiskal FIA UI Sosialisasikan Pemahaman Pajak di Kabupaten Kuningan

Admin

Admin

Related Posts

Manufaktur

JAPFA dan Koperasi LPER Kerja Sama Strategis Perkuat Kedaulatan Pangan

by Admin
September 5, 2026
0

Gemabisnis.com, YOGYAKARTA – PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JAPFA) bersama Koperasi Produsen Usaha Lembaga Pemberdayaan Ekonomi Rakyat (LPER) meresmikan dan...

Read more
Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Mayoritas Negara Anggota Belum Ratifikasi I-EAEU FTA

Agustus 28, 2026

Peringati Hari Anak Nasional 2026, Morinaga Hadirkan “ Door of Future – Advance Intelligence Lab” di The Dome, Senayan Jakarta

Juli 26, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026
Next Post

Departemen Ilmu Administrasi Fiskal FIA UI Sosialisasikan Pemahaman Pajak di Kabupaten Kuningan

BERITA TERBARU

Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

September 23, 2026
Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Indonesia Daily Brief Senin, 21 September 2026

September 21, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Kaca Batin Indonesia. Membaca Indonesia Melalui Kebijaksanaan Leluhur Nusantara

September 20, 2026
BULOG Percepat Pengiriman Beras SPHP ke Empat Wilayah Sulit Terjangkau di Papua

Indonesia Daily Brief Sabtu,19 September 2026

September 19, 2026

Rakorwil September, Pemkot Jaktim Perkuat Antisipasi Bencana dan Pelayanan Publik

September 18, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hobi
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pemerintah Incar Tambahan Lifting dari Sumur Idle

Indonesia Daily Brief Rabu, 23 September 2026

September 23, 2026
Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Indonesia Daily Brief Selasa, 22 September 2026

September 22, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com