• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, April 15, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Kemana Produk dan Jasa Berlabuh?

Oleh: Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Januari 9, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
5
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, jawaban atas pertanyaan tersebut sangat mudah, bahwa produk dan jasa dari negara manapun, termasuk dari Indonesia akan berlabuh di pasar. Global space pada dasarnya pasar tempat berlabuh. Di situ proses make money akan berlangsung. Beragam harga ditawarkan dari sekedar FOB hingga C&F dan CIF dari banyak negara di dunia. Di luar itu, ada harga spot,dan ada pula harga forward. Kita bisa temukan pula di pasar harga yang wajar hingga harga yang tidak wajar tumpah ruah.

Situasi ini telah membuat produsen dan pemasok global berjibaku berebut lapak di pasar dunia yang tidak selamanya bersahabat. Menuju tempat berlabuh tidak gratis karena di luar strukktur biaya produksi, masih ada biaya-biaya lain yang harus dibayar, misal biaya lingkungan. Biaya adalah pengorbanan. Pendapatan adalah harapan.

KEDUA, prediksi IMF, ekonomi global hanya akan tumbuh 2,7%  di tahun 2023. Lokomotif ekonomi global, yaitu Amerika Serikat (AS), China, dan Uni Eropa (UE) tahun ini diprediksi menjadi lokomotif yang tak mampu menarik gerbong karena mesinnya ngadat. Gerbong tanpa loko sudah pasti tidak akan bisa bergerak.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

Terus bagaimana jika kondisinya seperti itu?. Dapat dipastikan akan terjadi resesi global seperti sudah terlalu banyak dibahas. Siapa duluan resesi, tergantung daya tahan ekonominya. Melambat saja sudah menjadi masalah, apalagi resesi.

Efek dari kinerja ekonomi yang buruk adalah stok barang menumpuk. Produksi nggak mungkin dipacu. Akibatnya bisa terjadi PHK, pinjaman tidak bisa dilunasi saat jatuh tempo, sehingga bisa terjadi kredit macet. Perusahaan tak sanggup bayar pajak dan malah cenderung meminta kompensasi kerugian , yang dalam UU PPh bisa diberikan untuk jangka waktu 5 tahun. Akibatnya kontraksi APBN harus dilakukan agar APBN tidak jebol.

KETIGA, hal umum yang dapat dicatat adalah pengeluaran untuk konsumsi akan turun. Belanja investasi fisik tidak semua dapat direalisasikan karena banyak yang memilih wait and see. Pengeluaran pemerintah harusnya bisa dihemat, meskipun pemerintah mengumumkan bahwa penerimaan pajak mencapai Rp 1.716 triliun melebihi target pada tahun 2022. Kegiatan ekspor – impor akan menurun pertumbuhannya akibat permintaan agregat tidak optimal tumbuh.

Dari sisi suplai jelas produksi barang dan jasa terdampak karena ekonomi pasar mengalami demam tinggi. Pada kondisi seperti ini yang umum terjadi adalah permintaan likuiditas justru naik karena cash flow mengalami gangguan akibat cas-in nya bumpet sehingga baik pemerintah maupun dunia usaha harus meminjam dana talangan, atau dana kontijensi agar bisa bertahan hidup. Kini terjadi suatu kondisi yang tidak biasa, yaitu pertumbuhan ekonomi global rendah, tapi terjadi inflasi. Ini fenomena ekonomi yang rada aneh . Padahal dunia sedang mendaki melakukan pemulihan ekonomi, yang sebenarnya butuh inflasi rendah dan suku bunga rendah. Tapi. faktanya yang terjadi sebaliknya Opo tumon😁😁.

KEEMPAT, PDB global sekitar US$ 100 triliun. Dari sisi pengeluaran,PDB sebesar itu dibelanjakan dalam bentuk konsumsi, investasi, belanja pemerintah, dan yang ditransaksikan dalam kegiatan ekspor-impor. Angka itu pada dasarnya dapat dianggap sebagai buying power dunia yang ada di pasar global, dan diperebutkan oleh produsen barang dan jasa sedunia. Tapi soal perputaran uang jangan ditanya. Konon uang yang berputar sedunia jauh lebih besar dari angka PDB global. Belum lagi selama masa pandemi COVID 19,dunia memikul beban utang senilai US$ 281 triliun. yang menurut IIF nisbahnya terhadap PDB global sekitar 355%.

Di mata the fed, inflasi boleh jadi terjadi karena uang beredar di dunia terlalu besar khususnya US$. sehingga lembaga ini menaikkan suku bunga acuan berkali – kali guna menjaga stabilitas nilai tukar dolar AS terhadap mata uang kuat lainnya di dunia.

Kita tahu bisnis terbesar AS adalah US$. 70% transaksi global menggunakan US$. Begitu pula sebagian besar cadangan devisa disimpan dalam mata uang yang sama.Memang ada faktor inflasi terjadi akibat kenaikan harga barang dan jasa, utamanya bahan pangan dan energi akibat perang antara Rueia dan Ukraina. Rantai pasok terganggu sehingga harganya naik. Kenaikan ini nempel pada harga FOB, C&F atau CIF.. Bahkan di pasar.  juga terjadi kenaikan harga spot dan forward bahan pangan dan energi.

Karena itu, sejatinya inflasi global terjadi karena dua hal, yakni the fed mengamankan peredaran dolarnya di dunia agar nilai tukarnya terjaga, dan adanya kenaikan harga bahan pangan dan energi akibat perang Rusia dan Ukraina serta konflik geopolitik di beberapa kawasan.

KELIMA, pasar dunia menjadi kumuh sehingga mekanisme pasar mengalami gangguan dan hambatan. Lebih dari itu juga menghadapi tantangan dan ancaman yang tidak ringan. Tindakan pengamanan dan penyelamatan perekonomian harus dilakukan. Bahkan tindakan ini harus  dilakukan dengan bekerjasama antar negara, seperti melalui forum G-20 maupun forum lain di kawasan.

Resesi menjadi ancaman yang kapan datang dan perginya sulit diprediksi. Berbagai situasi buruk yang menjadi mimpi buruk bisa menjadi kenyataan jika dunia gagal mengurus dirinya sendiri maupun bersama-sama. Hal yang buruk itu antara lain adalah adanya potensi sebuah negara bisa jatuh miskin , nilai tukar mata uang sebuah negara bisa jatuh, menghancurkan nilai properti, sektor manufaktur bisa lumpuh, dan dapat mengeringkan likuiditas sebuah negara ( Andrew Hitchcock).

Terkait dengan itu semua, pasar harus menjadi zona damai dan zona makmur. Institusi pasar barang, pasar uang dan modal, serta pasar tenaga kerja harus terjaga agar pertumbuhan dan stabilitas ekonomi tidak bolak balik ngadat, serta kesejahteraan tergerus karena pertumbuhan dan stabilisasi ekonomi sering mengalami hambatan dan gangguan. Inilah mengapa tugas otoritas makro ekonomi sangat berat bebannya sebagai penjaga pasar.

Di dalam negeri tidak ada narasi yang paling bijaksana untuk kita dengar, kecuali kita harus menjaga daya tahan perekonomian nasional. Bolehkah bertindak protektif?. Sampai batas tertentu mestinya tidak ada yang bisa melarang untuk pengamanan dan penyelamatan perekonomian nasional.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi 5% tahun 2023 harus bisa dinikmati untuk sebesar-besarnya perbaikan kesejahteraan rakyat sebagai yang utama agar daya beli masyarakat tidak makin menipis. Impor barang dan jasa yang tidak penting sebaiknya dikendalikan untuk mengamankan neraca dagang/neraca transaksi berjalan dan neraca pembayaran,. Proyek-proyek pembangunan yang ber-impor konten tinggi sebaiknya dibatasi atau ditunda untuk menghemat penggunaan cadangan devisa.

Tags: ekspor IndonesiaFauzi Azizinflasikrisi ekonomiproduk berlabuhproduk dan jasaresesi ekonomi
Previous Post

Pemerintah Tetapkan Kuota BBM Pertalite 32,56 Juta KL dan Solar 17 Juta KL Tahun 2023

Next Post

Volume Penjualan Sepeda Motor Tahun 2022 Naik 3,2% Menjadi 5,22 Juta Unit

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Penjualan Sepeda Motor Agustus Melonjak 60,8% Menjadi 524.821 Unit

Volume Penjualan Sepeda Motor Tahun 2022 Naik 3,2% Menjadi 5,22 Juta Unit

BERITA TERBARU

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026

Dedikasikan 52 Tahun Berkarya, Erros Djarot Hadirkan “BADAI PASTI BERLALU” Live in Concert

April 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com