• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Jumat, Mei 1, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Pakistan Impor 2,7 Juta Ton Minyak Sawit dari Indonesia

Admin by Admin
Januari 17, 2024
0
Pakistan Impor 2,7 Juta Ton Minyak Sawit dari Indonesia

Foto: GAPKI

0
SHARES
8
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Pakistan yang merupakan negara terpadat ketiga di Asia dengan jumlah penduduk 235 juta jiwa terbesar kelima di dunia, setiap tahunnya mengimpor sekitar 90% dari kebutuhan minyak sawitnya dari Indonesia. Pada tahun 2023 negara tersebut mengimpor sekitar 2,7 juta ton minyak sawit dari Indonesia dari total volume impor minyak sawitnya sebesar 3 juta ton.

Abdul Rasheed Janmohammed, CEO Westbury Grup Pakistan dalam sambutan makan malamnya bersama para stakeholder sawit di sela-sela rangkaian acara Pakistan Edible Oil Conference (PEOC) pekan lalu di Karachi, Pakistan mengatakan Pakistan membutuhkan 4,5 juta ton minyak nabati setiap tahunnya, namun hanya mampu memproduksi 0,75 juta ton di dalam negeri. Selebihnya atau sekitar 3 juta ton diimpor dalam bentuk minyak kelapa sawit yang 90%-nya berasal dari Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono Menyebutkan pada tahun 2022 total ekspor kelapa sawit dan turunannya ke Pakistan mencapai 2,78 juta ton setara dengan US$3,1 miliar. Sedangkan per Oktober 2023, ekport kelapa sawit ke Pakistan mencapai 2,24 juta ton atau US$2,1 miliar.

BacaJuga

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

“Pakistan adalah pasar yang potensial dan saya yakin akan terus berkembang. Untuk itu harus diperhatikan dan dikembangkan dalam berbagai perjanjian perdangan yang saling memberikan manfaat bagi kedua negara,” tegas Eddy yang hadir dalam acara PEOC tanggal 12-13 Januari 2024 di Karachi, Pakistan.

Menurut Eddy, jika kebutuhan akan kelapa sawit tidak bisa dihindari, maka begitu pula dengan isu negatif yang kian santer digaungkan sebagai bagian dari perang dagang minyak nabati global. Kendati secara produktivitas dan keserbagunaan sawit tidak dapat diungguli oleh minyak nabati lainnya, namun isu negatif untuk menekan industri yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia ini terus digencarkan, tidak terkecuali kepada warga Pakistan terutama para gerenasi muda.

Itulah yang tergambar saat mengadakan kuliah umum di Institute of Business and Admisnistration (IBA) of Karachi, Pakistan. Ketua bidang luar negeri GAPKI Fadhil Hasan pun meluruskan isu-isu yang mengemuka. Terkait isu deforetasi dan dampak ekspansi kelapa sawit terhadap orang utan menjadi sorotan utama.

Tak hanya itu, potensi pengembangan dan riset kelapa sawit di Pakistan dengan menggunakan bibit yang menghasilkan tanaman kelapa sawit yang membutuhkan lebih sedikit air juga turut dibahas dalam kesempatan tersebut. Sama halnya seperti India dan China yang telah terlebih dahulu mengembangkan kelapa sawit, wacana agar Pakistan juga mengembangkan sawit sebagai cadangan untuk memenuhi kebutuhan domestik kini juga mengemuka.

Komjen Republik Indonesia di Pakistan, June Kuncoro Hadiningrat menyatakan, Pakistan memiliki banyak potensi perdagangan dengan Indonesia dan bisa menguntungkan kedua negara.

“Saat ini ada jeruk Pakistan, mereka juga punya kurma walau kecil-kecil tapi cukup bagus untuk industri, kemudian beras yang kualitasnya baik dan juga bawang merah yang cocok untuk salad karena manis. Disisi lain hasil produk Indonesia juga dibutuhkan disini, selain kelapa sawit, juga mangga, alpukat dan lainnya. Maka pemerintah terus menggalakan kerjasama perdagangan yang serius dengan Pakistan yang memberikan keuntungan bagi kedua negara,” jelasnya.

Terkait dengan kampanye negatif, Indonesia dan Pakistan memiliki hubungan sejarah yang baik. Namun memang terkait promosi dan kampanye positif semua pihak harus bersama-sama dalam melakukan advokasi ini agar industri kelapa sawit dan umumnya seluruh produk Indonesia bisa diterima, dihargai dan memiliki product value di luar negeri.(YS)

Previous Post

Impor Minyak Sawit India dari Indonesia Naik 15,9% Menjadi 5,24 Juta Ton di 2023

Next Post

Sekjen DEN: Tenaga Nuklir Kini Setara EBT dalam Bauran Energi

Admin

Admin

Related Posts

Manufaktur

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

by Admin
April 28, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA, - Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) terus berupaya meningkatkan kualitas industri kopi...

Read more
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Sumut Februari 2026 Tumbuh Tipis, Permintaan Global Masih Menahan Pemulihan

Maret 30, 2026
Pemerintah Larang Ekspor CPO, RBD Palm Oil, RBD Palm Olein dan Migor Bekas Pakai

Indonesia Lanjutkan Proses Sengketa Minyak Sawit dengan Uni Eropa di WTO

Maret 7, 2026
Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Indonesia Perkuat Posisi sebagai Pusat Grinding Kakao Global

Maret 3, 2026
Ekspor Karet Sumut Melemah di November 2025, Terdampak Permintaan Global dan Gangguan Logistik Akibat Banjir

Ekspor Karet Alam Sumut Januari 2026 Turun kendati Harga Global Menguat

Februari 28, 2026
Next Post
Kontrak Kerja Sama WK Akia, Beluga, dan Bengara Ditandatangani

Sekjen DEN: Tenaga Nuklir Kini Setara EBT dalam Bauran Energi

BERITA TERBARU

Indonesia “Surga Ekologis” Spesies Asing, Peneliti BRIN Ungkap Strategi Pengendaliannya

Mei 1, 2026

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
Bukan Cuma Baterai, Ini Rahasia Agar Mobil Listrik Lebih Efisien Saat Mudik

Ban Menjadi Faktor Krusial Efisiensi Mobil Listrik

April 26, 2026
Konsep Otomatis

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Indonesia “Surga Ekologis” Spesies Asing, Peneliti BRIN Ungkap Strategi Pengendaliannya

Mei 1, 2026

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com