• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Kamis, April 30, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Defisit Pasokan dan Harga Butuh Keseimbangan Baru

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Februari 13, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
145
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Dalam beberapa waktu terakhir ini masyarakat dihadapkan oleh langkanya beberapa bahan pangan, seperti minyak goreng. Kalaupun ada, harganya sudah melonjak.  Padahal, pada beberapa komoditas pangan yang langka itu, Indonesia merupakan produsen utamanya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

PERTAMA, defisit dan surplus ekonomi pasar adalah fenomena ekonomi  biasa. Jika pasokan barang di pasar cukup, maka harga barang mestinya tidak naik. Jika pasokan kurang dan permintaan barang meningkat maka harga barang boleh jadi akan naik. Jika terjadi secara wajar, no problem, tapi bila tidak wajar, maka akan menjadi problem. Wajar dalam hal ini bisa dimaknai masih ada permakluman dari para pihak. Tidak wajar bila para pihaknya tidak memberikan permakluman atas fenomena pasar yang terjadi sehingga harus dikanalisasi.

KEDUA, defisit maupun surplus pasokan dan harga tunduk pada hukum sebab akibat ketika titik keseimbangannya mengalami gangguan. Upaya menormalkan kondisi pasar, terutama jika terjadi defisit,maka penjaga pasar tidak perlu repot – repot mencari solusinya karena penjaga pasar sudah dibekali ilmu dan instrumen untuk mengatasi defisit pasokan barang yang bisa menimbulkan kenaikan harga yang tidak wajar.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

Seperti penjaga bendung katulampa di Bogor, maka penjaga pasar sudah dibekali instrumen agar mampu menjalankan fungsi stabilisasi. Tindakannya biasa disebut contracyclical. Jadi, sebenarnya instrumen yang berfungsi menciptakan stabilitas pasokan dan harga barang mestinya secara mekanik sudah harus bisa dioperasikan di saat yang tepat. Catatannya adalah bahwa sistem  monev dan analisis pasar harus berfungsi dengan baik untuk mendukung pengambilan keputusan untuk menormalkan keadaan.

KETIGA, kasus kelangkaan “Minyakita” di pasar sebenarnya tidak perlu terjadi jika sistem kendali pasar dengan segala instrumennya berfungsi dengan baik. Kalau dilihat faktanya, instrumen yang dipakai lebih dari satu. Misal ada instrumen pengendalian ekspor bahan baku, ada lagi instrumen DMO, kemudian ada modell deposito yang ujungnya menjadi ribet karena secara potensial bisa menimbulkan trade off.

Trade off berarti bisa mengakibatkan fungsi setiap instrumen tidak dapat maksimal karena harus melalui proses bisnis yang bisa saling mengunci. Sementara pasar sudah menanti agar pasokan dan harga “Minyakita” kembali normal.

Tindakan intervensi kebijakan seperti itu secara teknis mungkin benar tapi pada tingkat operasional bisa menimbulkan komplikasi dalam implementasinya. Public policy memberikan pelajaran bahwa tindakan pejabat publik untuk mengatasi masalah diharapkan efektif, bukan malah menimbulkan masalah baru yang tambah rumit.

KEEMPAT, kasus gangguan bekerjanya mekanisme pasar pada komoditi tertentu seperti “Minyakita” berulangkali terjadi. Lepas dari penyebabnya karena apa, maka kaidah umum yang berlaku adalah bahwa jika pasar mengalami gangguan, maka sistem memberikan solusi yaitu harus ada intervensi pemerintah untuk menormalkan gangguan yang terjadi di pasar hingga terbentuk titik keseimbangan baru pasokan dan harga. Fungsi utama intervensi adalah menciptakan stabilitas pasokan dan harga barang yang mekanisme pasarnya mengalami distorsi.

KELIMA, di dalam negeri kita mempunyai best practice yang dapat dicopy paste sebagai instrumen untuk pengendalian pasokan dan harga barang tertentu. Contoh pada sistem moneter, BI memilki mekanisme pelepasan dolar AS ke pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Contoh lain adalah dalam penjualan pertalite, pemerintah menjalankan pola KSO dengan pertamina agar bahan bakar ini bisa dijual dengan harga yang tetap terjangkau bagi para penggunanya.

Pemerintah menyediakan dana kompensasi untuk dibayarkan kepada Pertamina. Untuk menormalkan pasokan dan harga “Minyakita” melalui tindakan serupa tak sama, pemerintah mestinya dapat menormalkan pasokan dan harganya seperti pola produksi dan penjualan Pertalite,atau seperti BI melepas cadangan dolarnya untuk menstabilkan rupiah.

Dalam kasus  “Minyakita” atau pada komoditi pangan lainnya, pemerintah perlu memiliki dana cadangan stabilisasi. Untuk impor, BI juga sudah punya dana cadangan untuk impor bahan pangan jika produksi dalam negeri mengalami gangguan. Semuanya itu dikemas dalam satu sistem dana kontijensi yang dapat digunakan jika diperlukan. Pelaksanaan didukung oleh sistem monev dan analisis produksi dan penjualan yang presisi dan kredibel.

Dengan cara pandang ini, maka pembentukan dana kontijensi, di luar yang sudah ada pengaturannya dalam Kebijakan moneter, perlu ada penetapannya melalui mekanisme APBN. Sistem ini tunduk pada penerapan prinsip contingent liabilities, dan pelaksanaan fungsi stabilisasi ekonomi  pada sistem Keuangan Negara. Semua itu perlu dilakukan agar tidak selalu dilakukan tindakan ad hoc ketika terjadi masalah yang menganggu stabilitas perekonomian di dalam negeri. Minyakita adalah urusan kita.

Tags: bahan pangandefisit dan surpluskeseimbangan barukontijensiminyakita
Previous Post

Tekan Kasus Rabies di Bali, Kementan Dorong Percepatan Vaksinasi Massal pada Hewan

Next Post

IPB University Ekspor Perdana Tempe Beku 17,2 Ton ke Korea Selatan

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
IPB University Ekspor Perdana Tempe Beku 17,2 Ton ke Korea Selatan

IPB University Ekspor Perdana Tempe Beku 17,2 Ton ke Korea Selatan

BERITA TERBARU

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026

Festival Walet Emas 2026, Ajang Silaturahmi Akbar Warga Kebumen di Jakarta Timur

April 27, 2026
Bukan Cuma Baterai, Ini Rahasia Agar Mobil Listrik Lebih Efisien Saat Mudik

Ban Menjadi Faktor Krusial Efisiensi Mobil Listrik

April 26, 2026
Konsep Otomatis

Bantu Stok Adakan Donor Darah, Bank Jakarta Gandeng PWI Jaya dan PMI DKI

April 24, 2026
Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

Stok Beras BULOG Tembus 5 Juta Ton, Cetak Rekor Sepanjang Sejarah

April 24, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Bank Sampah “Makasar Ceria” Diresmikan, Kolaborasi Pemkot dan Swasta Tekan Volume Sampah

April 30, 2026

Kemenperin Gelar Sertifikasi Penyangraian Angkat Kualitas Kopi Indonesia

April 28, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com