• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Selasa, Desember 9, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Defisit Pasokan dan Harga Butuh Keseimbangan Baru

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Februari 13, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
138
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Dalam beberapa waktu terakhir ini masyarakat dihadapkan oleh langkanya beberapa bahan pangan, seperti minyak goreng. Kalaupun ada, harganya sudah melonjak.  Padahal, pada beberapa komoditas pangan yang langka itu, Indonesia merupakan produsen utamanya. Mengapa hal ini bisa terjadi?

PERTAMA, defisit dan surplus ekonomi pasar adalah fenomena ekonomi  biasa. Jika pasokan barang di pasar cukup, maka harga barang mestinya tidak naik. Jika pasokan kurang dan permintaan barang meningkat maka harga barang boleh jadi akan naik. Jika terjadi secara wajar, no problem, tapi bila tidak wajar, maka akan menjadi problem. Wajar dalam hal ini bisa dimaknai masih ada permakluman dari para pihak. Tidak wajar bila para pihaknya tidak memberikan permakluman atas fenomena pasar yang terjadi sehingga harus dikanalisasi.

KEDUA, defisit maupun surplus pasokan dan harga tunduk pada hukum sebab akibat ketika titik keseimbangannya mengalami gangguan. Upaya menormalkan kondisi pasar, terutama jika terjadi defisit,maka penjaga pasar tidak perlu repot – repot mencari solusinya karena penjaga pasar sudah dibekali ilmu dan instrumen untuk mengatasi defisit pasokan barang yang bisa menimbulkan kenaikan harga yang tidak wajar.

BacaJuga

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Seperti penjaga bendung katulampa di Bogor, maka penjaga pasar sudah dibekali instrumen agar mampu menjalankan fungsi stabilisasi. Tindakannya biasa disebut contracyclical. Jadi, sebenarnya instrumen yang berfungsi menciptakan stabilitas pasokan dan harga barang mestinya secara mekanik sudah harus bisa dioperasikan di saat yang tepat. Catatannya adalah bahwa sistem  monev dan analisis pasar harus berfungsi dengan baik untuk mendukung pengambilan keputusan untuk menormalkan keadaan.

KETIGA, kasus kelangkaan “Minyakita” di pasar sebenarnya tidak perlu terjadi jika sistem kendali pasar dengan segala instrumennya berfungsi dengan baik. Kalau dilihat faktanya, instrumen yang dipakai lebih dari satu. Misal ada instrumen pengendalian ekspor bahan baku, ada lagi instrumen DMO, kemudian ada modell deposito yang ujungnya menjadi ribet karena secara potensial bisa menimbulkan trade off.

Trade off berarti bisa mengakibatkan fungsi setiap instrumen tidak dapat maksimal karena harus melalui proses bisnis yang bisa saling mengunci. Sementara pasar sudah menanti agar pasokan dan harga “Minyakita” kembali normal.

Tindakan intervensi kebijakan seperti itu secara teknis mungkin benar tapi pada tingkat operasional bisa menimbulkan komplikasi dalam implementasinya. Public policy memberikan pelajaran bahwa tindakan pejabat publik untuk mengatasi masalah diharapkan efektif, bukan malah menimbulkan masalah baru yang tambah rumit.

KEEMPAT, kasus gangguan bekerjanya mekanisme pasar pada komoditi tertentu seperti “Minyakita” berulangkali terjadi. Lepas dari penyebabnya karena apa, maka kaidah umum yang berlaku adalah bahwa jika pasar mengalami gangguan, maka sistem memberikan solusi yaitu harus ada intervensi pemerintah untuk menormalkan gangguan yang terjadi di pasar hingga terbentuk titik keseimbangan baru pasokan dan harga. Fungsi utama intervensi adalah menciptakan stabilitas pasokan dan harga barang yang mekanisme pasarnya mengalami distorsi.

KELIMA, di dalam negeri kita mempunyai best practice yang dapat dicopy paste sebagai instrumen untuk pengendalian pasokan dan harga barang tertentu. Contoh pada sistem moneter, BI memilki mekanisme pelepasan dolar AS ke pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah. Contoh lain adalah dalam penjualan pertalite, pemerintah menjalankan pola KSO dengan pertamina agar bahan bakar ini bisa dijual dengan harga yang tetap terjangkau bagi para penggunanya.

Pemerintah menyediakan dana kompensasi untuk dibayarkan kepada Pertamina. Untuk menormalkan pasokan dan harga “Minyakita” melalui tindakan serupa tak sama, pemerintah mestinya dapat menormalkan pasokan dan harganya seperti pola produksi dan penjualan Pertalite,atau seperti BI melepas cadangan dolarnya untuk menstabilkan rupiah.

Dalam kasus  “Minyakita” atau pada komoditi pangan lainnya, pemerintah perlu memiliki dana cadangan stabilisasi. Untuk impor, BI juga sudah punya dana cadangan untuk impor bahan pangan jika produksi dalam negeri mengalami gangguan. Semuanya itu dikemas dalam satu sistem dana kontijensi yang dapat digunakan jika diperlukan. Pelaksanaan didukung oleh sistem monev dan analisis produksi dan penjualan yang presisi dan kredibel.

Dengan cara pandang ini, maka pembentukan dana kontijensi, di luar yang sudah ada pengaturannya dalam Kebijakan moneter, perlu ada penetapannya melalui mekanisme APBN. Sistem ini tunduk pada penerapan prinsip contingent liabilities, dan pelaksanaan fungsi stabilisasi ekonomi  pada sistem Keuangan Negara. Semua itu perlu dilakukan agar tidak selalu dilakukan tindakan ad hoc ketika terjadi masalah yang menganggu stabilitas perekonomian di dalam negeri. Minyakita adalah urusan kita.

Tags: bahan pangandefisit dan surpluskeseimbangan barukontijensiminyakita
Previous Post

Tekan Kasus Rabies di Bali, Kementan Dorong Percepatan Vaksinasi Massal pada Hewan

Next Post

IPB University Ekspor Perdana Tempe Beku 17,2 Ton ke Korea Selatan

Admin

Admin

Related Posts

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung
Opini

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

by Admin
Agustus 14, 2025
0

Isu pembayaran royalti musik khususnya terhadap pelaku usaha kafe, restoran dan pub terus bergulir. Sikap masyarakat pun terbelah terhadap pungutan...

Read more
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Suasana pemberian makanan jemaah haji dengan petugas kesehatan, dokter dan kepala regu rombongan Kloter 53 Jakarta

Sungguh Beruntung Mereka yang Ada di Arafah Saat Itu

Juni 19, 2024
Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Thailand Keluhkan Ketatnya Persyaratan Halal di Indonesia

Mei 28, 2024
Next Post
IPB University Ekspor Perdana Tempe Beku 17,2 Ton ke Korea Selatan

IPB University Ekspor Perdana Tempe Beku 17,2 Ton ke Korea Selatan

BERITA TERBARU

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Desember 8, 2025
Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Desember 8, 2025
BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

BULOG Bersama Komisi IV DPR RI Gerak Cepat Salurkan Bantuan di Padang

Desember 1, 2025
BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

BULOG Lakukan Koordinasi untuk Pulihkan Distribusi Pangan di Wilayah Bencana

Desember 1, 2025
Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

Ekspor Karet Sumut Melemah di Oktober 2025, Permintaan dan Produksi Turun

November 30, 2025

Era Digital Paksa Pemasaran Barang via Daring, agar Pemilik Merek Banjir Order

November 28, 2025
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Pasca Banjir, Pasokan Bokar ke Pabrik Pengolahan Karet Anjlok 50%

Desember 8, 2025
Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Industri Sawit Bebas Pekerja Anak dan Melindungi Pekerja Perempuan

Desember 8, 2025
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com