• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, April 22, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

IKM Komponen Perkuat Rantai Pasok Industri Otomotif Melalui Link and Match

Admin by Admin
November 1, 2022
0
IKM Komponen Perkuat Rantai Pasok Industri Otomotif Melalui Link and Match

Foto: Kemenperin

0
SHARES
4
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

Gemabisnis.com, JAKARTA – Kementerian Perindustrian terus meningkatkan kapasitas dan daya saing industri kecil dan menengah (IKM) agar dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri otomotif nasional. Langkah strategis yang dijalankan antara lain dengan menggelar kegiatan link and match untuk mempertemukan IKM komponen alat angkut dengan tier Agen Pemegang Merek (APM).

Di sela-sela acara Link and Match IKM komponen alat angkut dengan tier APM di Jakarta, Selasa (1/11), Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan salah satu cara untuk menciptakan kemandirian manufaktur di sektor industri otomotif  adalah melalui penguatan IKM dalam rantai pasok, termasuk pengoptimalan local content. Strategi kemitraan ini dinilai paling efektif untuk memperkuat rantai pasok industri otomotif di Indonesia.

Dalam gelaran kegiatan Link and Match tahun ini, Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) berkolaborasi dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), PT. Astra Honda Motor (AHM), Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA), serta Lembaga Perbankan dan Lembaga Pembiayaan Non Perbankan yang mempertemukan sekitar 40 IKM  komponen otomotif dengan 20 tier APM.

BacaJuga

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Tanda-Tanda Performa Mobil Listrik Sudah Menurun

Kegiatan Link and Match pertama kali dilaksanakan tahun 2017, dan merupakan agenda rutin tahunan Ditjen IKMA Kemenperin. Pada tahun 2020-2021 lalu, kegiatan ini sempat terhenti dikarenakan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi COVID-19.

Selain temu bisnis, pada kegiatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Kemenperin dengan KADIN tentang Kemitraan Industri Kecil dan Industri Menengah dalam Rantai Pasok Industri Manufaktur Nasional. Adapun MoU tersebut antara 14 perusahaan bagian dari tier AHM dengan 30 pelaku IKM, kemudian MoU antara Lembaga Akademik dengan IKM, serta MoU antara industri jasa perbengkelan dengan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi.

Menurut Menperin, strategi kemitraan antara IKM produsen komponen otomotif dengan tier APM dapat mendorong kemandirian IKM karena adanya kepastian pasar. Selanjutnya, manfaat lain yang didapat IKM adalah adanya transfer teknologi, perbaikan kualitas dan kuantitas produk, pengelolaan sistem manajemen yang baik, peningkatan kompetensi SDM, serta kemudahan akses pembiayaan.

“Bagi industri besar otomotif, kemitraan dengan IKM mampu mendukung upaya peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dari produk yang dihasilkan. Dengan demikian, akan lebih banyak lagi industri dalam negeri yang dapat berkontribusi sebagai tier APM khususnya IKM,” tutur Agus.

Menperin menambahkan, penguatan sektor IKM menjadi hal yang penting dalam menopang kinerja ekonomi nasional. Fasilitas permodalan dan transformasi digital menjadi salah satu kunci untuk memacu daya saing produk IKM. “Selain permodalan, kita juga harus terus mendorong IKM bisa lebih cepat bertransformasi menuju era industri 4.0. Sebab, proses produksi akan lebih efisien dan bisa menciptakan inovasi,” jelasnya.

Melalui upaya ini, diyakini produk IKM komponen akan lebih mudah diterima sesuai kebutuhan dan standar dari industri otomotif yang menjadi bagian dari rantai perusahaan. “Upaya berikutnya yang juga harus diperhatikan, yakni meningkatkan kualitas SDM sektor IKM. Strategi pemerintah dan Kadin antara lain adalah kemitraan,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, kegiatan Link and Match, pelaku IKM komponen dapat menggali informasi mengenai potensi pasar yang dapat dijajaki di supplier APM. “Sedangkan supplier APM dapat memperoleh informasi tentang potensi IKM, dan Ditjen IKMA bisa mendapat masukan terkait kebutuhan pembinaan IKM ke depan. Ditjen IKMA juga bisa memperoleh masukan terkait kebutuhan pembinaan ke depan,” ungkap Reni.

Sebanyak 20 tier AHM yang ikut serta pada Link and Match tahun ini turut menampilkan beragam komponen otomotif yang potensial untuk disuplai oleh IKM. Selain itu hadir tiga lembaga perbankan dan dua lembaga pembiayaan non perbankan pada acara ini. “IKM diharapkan dapat intensif berkonsultasi dengan tier APM dan industri besar yang menjadi sasaran mitra IKM,” tandasnya.

Di sela-sela acara tersebut juga dilakukan penyerahan simbolis purchase order dari PT Astra Komponen Indonesia (Tier 1 AHM) kepada CV Mandiri Inti Inovasi (IKM), dan PT Metindo Era Sakti (Tier 1 TMMIN) kepada PT Bimuda Karya Teknik (IKM). “Adapun potensi penyerapan produk IKM oleh Tier AHM adalah menyentuh angka 103 miliar rupiah (pada kurun 2022-2023), termasuk di dalamnya produk substitusi impor,” ungkap Reni.

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman IKM mengenai upaya kemitraan, pada kegiatan ini juga dilaksanakan workshop dengan menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian, KADIN, YDBA, dan Lembaga Pembiayaan.

Reni menyebutkan, sebagai tindak lanjut dari kegiatan Link and Match ini, Ditjen IKMA juga akan memberikan pembinaan agar IKM mampu memenuhi standar kualitas yang dipersyaratkan oleh APM. “Melalui kegiatan ini diharapkan terjalin kemitraan yang saling menguntungkan antara IKM dengan industri besar,” ujar Reni.

Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid menyambut baik kemitraan dengan Kemenperin. Upaya ini merupakan bagian dari gerakan nasional Kadin Indonesia untuk memberikan pendampingan melekat terhadap UMKM. “Link and match kita mulai dari otomotif dan akan berlanjut ke sektor lainnya. Hari ini kurang lebih Rp100 Miliar dalam bentuk kredit diberikan kepada UMKM,” ujar Arsjad. (YS)

Previous Post

Industri Manufaktur Indonesia Tetap Bergerak Positif

Next Post

Uji Jalan Hampir Selesai, Pemerintah Segera Siapkan Implementasi B40

Admin

Admin

Related Posts

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda
Manufaktur

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

by Admin
April 13, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tren kendaraan listrik (electric vehicle/EV) Indonesia tengah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, ditandai dengan peningkatan penjualan sepanjang 2025...

Read more
Tanda-Tanda Performa Mobil Listrik Sudah Menurun

Tanda-Tanda Performa Mobil Listrik Sudah Menurun

Maret 30, 2026
Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Hankook Tire Himbau Pengguna Mobil Listrik Perhatikan Kesiapan Kendaraan Khususnya Saat Hujan

Maret 1, 2026
Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Hankook Tire Donasikan Ban untuk Layanan Publik di Kabupaten Bekasi

Februari 19, 2026
Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor Nasional melalui Pengembangan Desain Chip dan SDM

Januari 29, 2026
Next Post
Uji Jalan Hampir Selesai, Pemerintah Segera Siapkan Implementasi B40

Uji Jalan Hampir Selesai, Pemerintah Segera Siapkan Implementasi B40

BERITA TERBARU

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

BULOG: Ketahanan Pangan Aman Hadapi Ancaman El Nino, Stok Beras Nasional Melimpah 4,6 Juta Ton

April 13, 2026
Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

Ini Alasan Ban Mobil Listrik dan Mobil Konvensional Didesain untuk Pemakaian Berbeda

April 13, 2026

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

April 10, 2026

Terhimpit Ritel Modern, Diperkirakan 2,2 Juta Pedagang Kecil Terpaksa Hentikan Usaha

April 10, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Saat Loyalitas Diuji: Pernyataan Menteri PU Jadi Sorotan

April 18, 2026

Pemkot Jakarta Timur Gencarkan Pilah Sampah dari Kantor, Munjirin Minta ASN Jadi Contoh

April 15, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com