Gemabisnis.com, JAKARTA – Volume impor minyak sawit India secara bulanan dari Indonesia cenderung terus menurun di tahun 2025 hingga mencapai angka terendah di bulan Oktober 2025 di angka 102.994 ton, turun drastis menjadi tinggal sepertiganya dari 390.783 ton di bulan September 2025. Demikian data impor minyak sawit India yang dipublikasikan the Solvent Extractors’ Association of India, sebuah asosiasi industri minyak nabati terkemuka India.
Berdasarkan data asosiasi tersebut di bulan Oktober 2025 India hanya mengimpor 2.000 ton Refined Bleached Deodorized (RBD) Palm Olein dan 100.994 ton Crude Palm Oil (CPO) dari Indonesia, sedangkan di bulan September 2025 impor minyak Sawit India dari Indonesia sebanyak 390.783 ton seluruhnya berupa CPO.
Berdasarkan data asosiasi tersebut, volume impor minyak sawit India dari Indonesia di bulan Oktober 2025 juga mengalami penurunan tajam jika dibandingkan dengan volume impor di bulan yang sama tahun 2024 yang mencapai 422.278 ton yang terdiri dari 206.678 ton RBD Palm Olein dan 215.600 ton CPO.
Secara kumulatif selama periode 10 bulan pertama tahun 2025 India mengimpor minyak sawit dari Indonesia sebanyak 2.792.999 ton yang terdiri dari 450.035 ton RBD Palm Olein, 2.337.465 ton CPO dan 1.000 ton Crude Palm Kernel Oil (CPKO). Volume impor minyak sawit tersebut lebih rendah dari volume impor pada periode Januari-Oktober 2024 yang mencapai 3.723.235 ton, terdiri dari 1.242.803 ton RBD Palm Olein, 2.475.932 ton CPO dan 4.500 ton CPKO.
Trend yang sama juga terjadi terhadap volume impor minyak sawit India dari Malaysia. Volume impor minyak sawit India dari Malaysia di bulan Oktober 2025 turun menjadi 315.066 ton (terdiri dari 305.567 ton CPO dan 9.499 ton CPKO) dibandingkan volume impor di bulan yang sama tahun 2024 yang mencapai 359.008 ton (terdiri dari 29.496 ton RBD Palm Olein, 318.015 ton CPO dan 11.497 ton CPKO).
Dengan demikian, di Bulan Oktober 2025 ini Malaysia mengambil alih posisi Indonesia sebagai pemasok terbesar minyak sawit ke pasar India. Sebelumnya di bulan Mei 2025, Malaysia juga pernah merebut posisi Indonesia sebagai pemasok terbesar minyak sawit ke India, dimana ketika itu Indonesia mengekspor 107.185 ton minyak sawit ke India sedangkan Malaysia mengekspor 282.138 ton.
Kendati demikian, secara kumulatif pada periode Januari-Oktober 2025 Indonesia masih bisa mempertahankan posisinya sebagai pemasok minyak sawit terbesar ke India dengan total volume 2.792.999 ton yang terdiri dari 450.035 ton RBD Palm Olein, 2.337.465 ton CPO dan 1.000 ton CPKO. Sementara Malaysia berada di posisi kedua dengan total ekspor minyak sawit di periode Januari-Oktober 2025 sebesar 2.320.280 ton yang terdiri dari 73.350 RBD Palm Olein, 2.219.723 ton CPO dan 33.207 ton CPKO. (YS)













