• Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Rabu, Juni 24, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Lainnya
    • Perikanan
    • Pangan
    • Hortikultura
    • Manufaktur
    • Opini
    • Umum
    • Ekbis
    • Profil
No Result
View All Result
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa
No Result
View All Result

Industri Membutuhkan Sentimen Positif Pasar

Oleh : Fauzi Aziz, Pemerhati Ekonomi dan Industri

Admin by Admin
Juni 26, 2023
0
Market Share, Income And Profit Menjadi Alat Ketahanan Industri

FOTO : Pribadi

0
SHARES
25
VIEWS
Bagikan ke FacebookBagikan ke TwitterBagikan ke WhatsApp

PERTAMA, fenomena industri mengalami kontraksi pertumbuhan menjadi berita adalah hal biasa. Menjadi hal yang luar biasa jika media mewartakan bahwa sejumlah industri menutup pabriknya. Hidup dalam sistem ekonomi pasar bagi para produsen hanya membutuhkan tiga syarat, yakni efisiensi dan produktifitas , berdaya saing, serta inovatif.

Dari sisi permintaan, ketiga syarat itu akan menjadi kekuatan yang bisa menghasilkan pendapatan dan profit bila produk dan jasa yang dihasilkan direspon positif oleh pasar.

Pasar itu sendiri paling tidak terdiri dari pasar barang dan jasa serta pasar modal yang tumbuh di berbagai kawasan ekonomi dunia.

BacaJuga

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

KEDUA, indeks kepercayaan industri, PMI manufaktur, indeks persepsi konsumen, dan indeks harga saham gabungan menjadi sejumlah indikator penting apakah industri mendapat sentimen positif atau sentimen negatif di pasar.

Industri akan tumbuh atau mengalami kontraksi, secara mudah dan cepat dengan cara melihat indikator – indikator tersebut pada satu periode tertentu. Ketika pasar menjadi barometer pergerakan bisnis, maka para pelaku ekonomi yang berada di sisi suplai akan selalu mencermati pergerakan tersebut untuk mengelola risiko bisnis.

Faktor makro ekonomi selalu menjadi perhatian dunia usaha di antaranya adalah soal inflasi atau deflasi, nilai tukar mata uang, kebijakan fiskal dan kondisi perekonomian global atau kawasan.

KETIGA, dalam kondisi lingkungan bisnis seperti itu, melakukan investasi langsung di sektor industri, tidak lagi selalu menjadi pilihan utama karena ada pilihan lain untuk bisa memilki industri, tanpa harus membangun industri baru sendiri yaitu melalui investasi portofolio yang bisa dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri.

Dalam perspektif ini, maka sejatinya pola pengelolaan investasi yang berlangsung hingga kini secara garis besar dapat dilakukan dengan membeli saham, membeli obligasi korporasi atau obligasi negara, dan dapat pula dilakukan melalui investasi langsung. di sektor industri atau pada sektor ekonomi lain seperti di sektor pertanian pertambangan, infrastruktur, dan di sektor jasa. Dengan demikian membangun industri pada dasarnya dapat dilakukan melalui investasi langsung atau membeli saham perusahaan-perusahaan industri yang asetnya telah terevaluasi di berbagai pasar modal di dunia, dan memiliki jaringan pasar yang luas. Itulah mengapa banyak negara di dunia membentuk Sofereign Wealth Fund (SWF’s).

KEEMPAT, secara fundamental berarti bahwa daur hidup industri pada dasarnya ditentukan oleh faktor sejauh mana industri dapat tumbuh dalam sistem ekonomi pasar, baik dalam lingkungan pasar barang dan jasa maupun dalam pasar modal dan pasar obligasi.

Faktor fundamental yang dapat memberikan sentimen positif pasar adalah pertumbuhan portofolio bisnis dan pertumbuhan laba bersih. Produsen- produsen produk manufaktur yang kinerja korporasinya kinclong, maka pasar umumnya akan memberikan sentimen positif atas kinerjanya tersebut.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara linier kinerja perusahaan industri akan baik jika ditopang oleh faktor fundamental bisnis yang kuat, dan memiliki jaringan pasar yang luas.

KELIMA, analisa sederhana seperti itu memberikan sebuah perspektif bahwa investasi di bidang industri secara struktural dalam setiap siklus bisnis dapat dilakukan oleh investor dan industriawan pada saat yang tepat.

Namun ketika pabriknya berhasil didirikan dan memasuki tahap komersial maka dia harus bisa hidup dalam ekosistem perdagangan baik di dalam negeri maupun dalam perdagangan internasional.

Untuk menopang pertumbuhan portofolio bisnisnya maupun pertumbuhan laba bersih pada setiap siklus bisnis, maka menguasai pangsa pasar internasional jauh lebih penting ketimbang sekedar menguasai pasar dalam negeri.

Idialnya boleh jadi 60% diekspor, dan 40% dijual di dalam negeri. Industri hanya bisa bertahan hidup di pasar jika spektrum pemasarannya luas untuk menghasilkan pendapatan dan laba bersih. Keberhasilan industrialisasi di Asia Timur di masa lalu umumnya dilakukan dengan menerapkan strategi investasi dan ekspor berada dalam satu kerangka kebijakan industri dan bisnis yang dikembangkan secara Incorporated. Artinya, kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha menjadi penting, dalam pemahaman bahwa pemerintah selalu memberikan kemudahan doing business.

KEENAM, mengandalkan pasar dalam bukan pilihan bisnis yang tidak sepenuhnya tepat. Alasannya karena tidak cukup besar mempunyai energi untuk menopang efisiensi skala produksi sektor industrinya.

Industri- industri yang ‘sering mengalami kontraksi pertumbuhan umumnya yang efisiensi skala produksinya tidak optimal akibat pasarnya terbatas hanya di dalam negeri.

Jika perusahaan industri memilki profil bisnis seperti itu, umumnya harga sahamnya di bursa seringkali tidak menarik untuk diburu investor. Artinya, industri tersebut cukup sesak napas hidupnya di pasar barang dan jasa maupun di pasar modal. Akhirnya, pembangunan industri nasional ke depan harus dikelola melalui bauran kebijakan untuk memperkuat fondamental industri dan bisnis, serta memperluas pasar ekspor sebagai sumber pendapatan dan profit.

Perusahaan – perusahaan industri global selalu melakukan apa yang sering disebut strategi transformasional untuk mencapai dua tujuan, yakni strategi untuk menjadi pemimpin pasar, dan meningkatkan portofolio bisnis. Dalam bidang R&D, dikembangkan model R&D berbasis sasaran karena biaya riset tidak murah. Menjadi pemimpin pasar tidak harus nomor satu, tetapi bisa tampil sebagai perusahaan yang dikagumi dan berpengaruh di dunia sudah merupakan prestasi yang membanggakan.

Pasar selalu memberikan sentimen positif karena kinerja perusahaan tumbuh dengan baik.

Tags: Fauzi Azizindustrikinerja industripasarSentimen positif
Previous Post

Penyediaan SDM Industri yang Kompeten Masih Jadi Tantangan

Next Post

RUPS DGIK Sepakati Rencana Investasi Jalan Tol

Admin

Admin

Related Posts

Hot News

Penggeledahan Kantor Kementerian PU, Dimulainya Babak Baru Penyelidikan

by Admin
April 10, 2026
0

Gemabisnis.com, JAKARTA - Tim penyidik Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta mendatangi kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan,...

Read more

Isu Deep State Mengemuka, Pakar: Jangan Tutupi Masalah Tata Kelola

April 1, 2026
Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Pembayaran Royalti Musik, Pelaku Usaha Untung, Konsumen Buntung

Agustus 14, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Putin Apresiasi Peningkatan Kerjasama Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Presiden Prabowo, Presiden Putin Saksikan Pertukaran MoU Kemitraan Strategis Indonesia-Rusia

Juni 20, 2025
Next Post
Suasana RUPS DGIK di Jakarta, akhir Juni 2023

RUPS DGIK Sepakati Rencana Investasi Jalan Tol

BERITA TERBARU

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
Menko Kumham Imipas RI Yusril Ihza Mahendra

Yusril Ihza Mahendra Apresiasi Syaiful Umar Lewat Konser Mahabbah Allah Pakem 9

Mei 20, 2026

Bersama Gubernur DKI, Munjirin Perkuat Program Pemilahan Sampah di Jakarta Timur

Mei 12, 2026

Hankook Tire Indonesia Bantu Bahan Formic Acid Petani Karet Sumatera Selatan

Mei 9, 2026

Kolaborasi Pemkot Jaktim dan Panah Merah Dorong Gerakan Tanam Massal Kawasan Urban Farming

Mei 9, 2026
GemaBisnis.com - Bersama Membangun Bangsa

Gemabisnis.com adalah sebuah paltform informasi, investasi dan data yang berfokus pada bidang ekonomi dan bisnis, khususnya pasar komoditi di Indonesia dan global.

Follow Us

Kategori Populer

  • Bursa Komoditi
  • Digital
  • Ekbis
  • Energi & Pertambangan
  • Hortikultura
  • Hot News
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Manufaktur
  • Opini
  • Pangan
  • Perikanan
  • Perkebunan
  • Pertanian
  • Peternakan
  • Profil
  • Teknologi dan Digital
  • Umum
  • Uncategorized
  • Wisata

Berita Terbaru

Jelang Porwanas 2027 Lampung, Tim Catur DKI Jakarta Gelar Seleksi Setiap Akhir Pekan

Juni 24, 2026

Abpednas dan Sucofindo Hadirkan Akses Air Bersih bagi Masyarakat Desa di Aceh Besar

Juni 3, 2026
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan
  • Kode Etik
  • Disclaimer
  • Privacy Policy

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com

No Result
View All Result
  • Home
  • Hot News
  • Bursa Komoditi
  • Energi & Pertambangan
  • Kehutanan & Lingkungan Hidup
  • Perkebunan
  • Peternakan
  • Perikanan
  • Pangan
  • Hortikultura
  • Manufaktur
  • Opini
  • Umum
  • Ekbis
  • Profil

Copyright © 2021 www.gemabisnis.com