PERTAMA, fenomena industri mengalami kontraksi pertumbuhan menjadi berita adalah hal biasa. Menjadi hal yang luar biasa jika media mewartakan bahwa sejumlah industri menutup pabriknya. Hidup dalam sistem ekonomi pasar bagi para produsen hanya membutuhkan tiga syarat, yakni efisiensi dan produktifitas , berdaya saing, serta inovatif.
Dari sisi permintaan, ketiga syarat itu akan menjadi kekuatan yang bisa menghasilkan pendapatan dan profit bila produk dan jasa yang dihasilkan direspon positif oleh pasar.
Pasar itu sendiri paling tidak terdiri dari pasar barang dan jasa serta pasar modal yang tumbuh di berbagai kawasan ekonomi dunia.
KEDUA, indeks kepercayaan industri, PMI manufaktur, indeks persepsi konsumen, dan indeks harga saham gabungan menjadi sejumlah indikator penting apakah industri mendapat sentimen positif atau sentimen negatif di pasar.
Industri akan tumbuh atau mengalami kontraksi, secara mudah dan cepat dengan cara melihat indikator – indikator tersebut pada satu periode tertentu. Ketika pasar menjadi barometer pergerakan bisnis, maka para pelaku ekonomi yang berada di sisi suplai akan selalu mencermati pergerakan tersebut untuk mengelola risiko bisnis.
Faktor makro ekonomi selalu menjadi perhatian dunia usaha di antaranya adalah soal inflasi atau deflasi, nilai tukar mata uang, kebijakan fiskal dan kondisi perekonomian global atau kawasan.
KETIGA, dalam kondisi lingkungan bisnis seperti itu, melakukan investasi langsung di sektor industri, tidak lagi selalu menjadi pilihan utama karena ada pilihan lain untuk bisa memilki industri, tanpa harus membangun industri baru sendiri yaitu melalui investasi portofolio yang bisa dilakukan di dalam negeri maupun di luar negeri.
Dalam perspektif ini, maka sejatinya pola pengelolaan investasi yang berlangsung hingga kini secara garis besar dapat dilakukan dengan membeli saham, membeli obligasi korporasi atau obligasi negara, dan dapat pula dilakukan melalui investasi langsung. di sektor industri atau pada sektor ekonomi lain seperti di sektor pertanian pertambangan, infrastruktur, dan di sektor jasa. Dengan demikian membangun industri pada dasarnya dapat dilakukan melalui investasi langsung atau membeli saham perusahaan-perusahaan industri yang asetnya telah terevaluasi di berbagai pasar modal di dunia, dan memiliki jaringan pasar yang luas. Itulah mengapa banyak negara di dunia membentuk Sofereign Wealth Fund (SWF’s).
KEEMPAT, secara fundamental berarti bahwa daur hidup industri pada dasarnya ditentukan oleh faktor sejauh mana industri dapat tumbuh dalam sistem ekonomi pasar, baik dalam lingkungan pasar barang dan jasa maupun dalam pasar modal dan pasar obligasi.
Faktor fundamental yang dapat memberikan sentimen positif pasar adalah pertumbuhan portofolio bisnis dan pertumbuhan laba bersih. Produsen- produsen produk manufaktur yang kinerja korporasinya kinclong, maka pasar umumnya akan memberikan sentimen positif atas kinerjanya tersebut.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa secara linier kinerja perusahaan industri akan baik jika ditopang oleh faktor fundamental bisnis yang kuat, dan memiliki jaringan pasar yang luas.
KELIMA, analisa sederhana seperti itu memberikan sebuah perspektif bahwa investasi di bidang industri secara struktural dalam setiap siklus bisnis dapat dilakukan oleh investor dan industriawan pada saat yang tepat.
Namun ketika pabriknya berhasil didirikan dan memasuki tahap komersial maka dia harus bisa hidup dalam ekosistem perdagangan baik di dalam negeri maupun dalam perdagangan internasional.
Untuk menopang pertumbuhan portofolio bisnisnya maupun pertumbuhan laba bersih pada setiap siklus bisnis, maka menguasai pangsa pasar internasional jauh lebih penting ketimbang sekedar menguasai pasar dalam negeri.
Idialnya boleh jadi 60% diekspor, dan 40% dijual di dalam negeri. Industri hanya bisa bertahan hidup di pasar jika spektrum pemasarannya luas untuk menghasilkan pendapatan dan laba bersih. Keberhasilan industrialisasi di Asia Timur di masa lalu umumnya dilakukan dengan menerapkan strategi investasi dan ekspor berada dalam satu kerangka kebijakan industri dan bisnis yang dikembangkan secara Incorporated. Artinya, kerjasama antara pemerintah dan dunia usaha menjadi penting, dalam pemahaman bahwa pemerintah selalu memberikan kemudahan doing business.
KEENAM, mengandalkan pasar dalam bukan pilihan bisnis yang tidak sepenuhnya tepat. Alasannya karena tidak cukup besar mempunyai energi untuk menopang efisiensi skala produksi sektor industrinya.
Industri- industri yang ‘sering mengalami kontraksi pertumbuhan umumnya yang efisiensi skala produksinya tidak optimal akibat pasarnya terbatas hanya di dalam negeri.
Jika perusahaan industri memilki profil bisnis seperti itu, umumnya harga sahamnya di bursa seringkali tidak menarik untuk diburu investor. Artinya, industri tersebut cukup sesak napas hidupnya di pasar barang dan jasa maupun di pasar modal. Akhirnya, pembangunan industri nasional ke depan harus dikelola melalui bauran kebijakan untuk memperkuat fondamental industri dan bisnis, serta memperluas pasar ekspor sebagai sumber pendapatan dan profit.
Perusahaan – perusahaan industri global selalu melakukan apa yang sering disebut strategi transformasional untuk mencapai dua tujuan, yakni strategi untuk menjadi pemimpin pasar, dan meningkatkan portofolio bisnis. Dalam bidang R&D, dikembangkan model R&D berbasis sasaran karena biaya riset tidak murah. Menjadi pemimpin pasar tidak harus nomor satu, tetapi bisa tampil sebagai perusahaan yang dikagumi dan berpengaruh di dunia sudah merupakan prestasi yang membanggakan.
Pasar selalu memberikan sentimen positif karena kinerja perusahaan tumbuh dengan baik.













